Dalam pergelaran Comifuro 22 pada 16-17 Mei 2026 lalu di ICE BSD, Tangerang, salah satu agensi VTuber terbesar dari Indonesia, Re:Memories, kembali hadir dengan membuka booth dalam acara ini usai absen di acara Comifuro 21 lalu. Kehadiran mereka di booth AD-25/26, patut ditunggu bagi fans VTuber, terutama dengan kehadiran dua VTuber mereka beserta para stafnya secara langsung untuk menyapa para fans.

Dua VTuber di antaranya adalah Elaine Celestia pada hari pertama dan Pinku Rimu pada hari berikutnya. Tim KAORI berhasil mewawancarai salah satu VTuber yang baru saja menyelesaikan sesi Cheki-nya dengan para penggemar, Elaine Celestia, dan yang mengejutkannya, ia masih antusias dan menantikan wawancara ini mengingat usaha yang telah ia lakukan pada hari itu.

Penasaran dengan wawancaranya? Berikut ringkasan wawancara kami dengan KAORI dan Elaine Celestia dari Re:Memories!

Bisa Memperkenalkan Diri Siapa Nama Anda?

Baik, nama saya Elaine Celestia, bisa dipanggil juga dengan nama Echi. Saya adalah VTuber dari Re:Memories generasi ketiga bersama Cecilia Lieberia. Saya debut sebagai Virtual YouTuber pada tanggal 14 Mei 2022.

Keunikan apa yang membuat Elaine Celestia bisa standout di industri VTuber saat ini?

Cara pembawaan komunikasi saya yang asbun dan layaknya seperti di tongkrongan anak mudalah yang membuat saya bisa standout di industri VTuber saat ini.

Selain itu cara saya menghibur melalui stream masak juga jadi keunikan saya sendiri, terutama dimana membuat konten memasak sebagai VTuber jadi tantangan tersendiri, dari atur kamera, menyiapkan bahan makanan, hingga cara memasak dan menghibur di saat bersamaan.

Lalu dengan memberikan suasana yang santai namun asik di setiap kontennya, memberikan pengalaman yang unik dan tidak terlupakan bagi penikmat VTuber.

Menurut Anda, Apa Tantangan Terbesar Agar Bisa Bertahan di Industri VTuber Saat Ini?

Menurut saya tantangan terbesar yang saya hadapi adalah ketika saya pertama kali debut, terutama ketika antisipasi dan keseruan sebagai VTuber yang baru debut, terbukti lebih menantang dari yang orang perkirakan, termasuk bagi saya sendiri.

Tantangan lain yang saya juga hadapi adalah selama acara offline, khususnya ada saat-saat di mana saya merasa cemas pada awalnya, dan bahkan penonton saya ketika mereka bertemu dengan VTuber yang biasa mereka tonton di livestream, ternyata juga hadir di acara secara langsung dengan orang-orang yang nyata juga.

Bagaimana Solusi Anda dalam Menghadapi Tantangan Terbesar Tersebut?

Seiring berjalannya waktu, saya mulai menikmati karier saya sebagai VTuber, seperti saat membuat konten livestream. Dalam setiap konten yang saya buat, saya selalu berusaha untuk have fun sebisa mungkin. Mungkin dengan menikmati apa yang saya ciptakan dan tetap bersenang-senang saat melakukannya, adalah solusi untuk tantangan terbesar yang saya hadapi.

Bagaimana Harapan Anda untuk Industri VTuber di Indonesia ke Depannya?

Mengenai harapan saya untuk ke depannya, saya berdoa agar Virtual YouTuber dari Indonesia semakin dikenal luas oleh banyak orang, mengingat kemampuan dan keseruan yang kita miliki tidak kalah asik dengan VTuber dari luar.

Satu lagi, saya juga berharap komunitas VTuber Indonesia bisa tetap sehat, dan ini menjadi semakin penting dengan situasi yang kian sulit ditebak akhir-akhir ini.

Apakah ada tips bagi penikmat VTuber?

Menurut saya, yang pertama dan terpenting adalah cukup menikmati konten yang dibuat oleh VTuber. Ini penting, mengingat waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah konten dan oleh karena itu kita harus belajar menghargai usaha dan kerja keras mereka.

Tips penting lainnya untuk penggemar VTuber adalah tetap bersikap positif, seperti mengikuti aturan dan membawa pengaruh positif ke komunitas. Ini sangat penting mengingat situasi yang sedang dihadapi industri dan komunitas saat ini.

Kedua tips penting ini seharusnya mudah diikuti dan dipahami oleh penggemar VTuber, dan penting untuk diajarkan kepada mereka yang baru mengenal dunia VTuber.

—————————

Terima kasih untuk wawancaranya, Echi. Semoga Re:Memories dan Echi semakin sukses dan berkembang untuk ke depannya!

KAORI Newsline | Wawancara oleh Eriq Affandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.