Setelah sempat diwacanakan, akhirnya bus pengumpan (feeder) TransJakarta mulai diuji coba melayani perjalanan ke stasiun Tebet, Jakarta Selatan pada Senin (4/4). Bus feeder ini memiliki rute yang terhubung dengan jalur Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta koridor 5, 6 dan 7.

Tersedia 2 pilihan rute bus feeder dari stasiun Tebet yang terhubung dengan jalur BRT TransJakarta. Lokasi pemberhentian pertama masing-masing rute berada di bawah flyover di depan stasiun Tebet.

Rute yang dilewati bus feeder | Sumber: @CommuterLine (twitte)
Rute yang dilewati bus feeder | Sumber: @CommuterLine (twitte)

Rute pertama menghubungkan stasiun Tebet dengan jalur BRT TransJakarta koridor 6, dengan perjalanan bus yang mengarah ke barat dan akan melewati jalan layang (fly over) Saharjo, Jalan Casablanca, Jalan H.R. Rasuna Said, Jalan Dr. Satrio dan akan berputar dekat gedung Sampoerna Strategic Square, kemudian kembali mengarah ke stasiun Tebet.

Sedangkan untuk rute kedua, bus feeder akan menghubungkan stasiun Tebet menuju jalur BRT TransJakarta koridor 5 dan 7. Dari stasiun Tebet, bus melaju ke arah timur yakni ke arah Kampung Melayu, lalu masuk ke jalur BRT TransJakarta koridor 5, kemudian berputar dan menuju Jalan Jatinegara Timur, masuk Terminal Kampung Melayu dan TransJakarta koridor 7, berputar di Bidara Cina dan mengarah kembali ke stasiun Tebet.

Poster Online yang dibuat dan disebarkan oleh akun berita resmi Pemprov DKI | Gambar: Pemprov DKI
Poster Online yang dibuat dan disebarkan oleh akun berita resmi Pemprov DKI | Gambar: Pemprov DKI

Bus feeder menggunakan unit-unit bus baru TransJakarta yang berukuran “mini” dan umumnya digunakan sebagai angkutan Kopaja. Layanan bus ini memiliki tarif seperti TransJakarta yakni Rp3.500 per orang. Pembayaran dapat dilakukan menggunakan kartu pembayaran BCA Flazz maupun secara tunai yang nantinya juga akan diberikan bukti pembayaran berupa struk.

Penumpang dari bus feeder yang akan melanjutkan perjalanan dengan bus TransJakarta ataupun penumpang dari bus TransJakarta yang hendak menggunakan bus feeder tak perlu membayar lagi untuk menikmati layanan ini. Selain berhenti di halte Transjakarta tertentu, para penumpang juga dapat turun di halte bus non TransJakarta yang berada di pinggir jalan.

Proses tap-in yang dilakukan di dalam bis feeder. | Foto: Bramantyo
Proses tap-in yang dilakukan di dalam bus feeder. | Foto: Bramanto

Beroperasinya bus feeder TransJakarta ini diharapkan membantu masyarakat yang selama ini menggunakan angkutan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dari stasiun Tebet untuk berpindah moda transportasi lainnya. Selama ini, banyak penumpang KRL yang naik dan turun dari stasiun Tebet karena lokasinya yang cukup strategis, namun tak memiliki moda transportasi massal yang memadai untuk melanjutkan perjalanan ke tujuannya.

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) pun menyambut baik beroperasinya bus feeder ini. “Tentunya kami sangat menyambut baik karena TransJakarta segera merealisasikan apa yang menjadi usulan KCJ terkait sistem integrasi antar moda. Selanjutnya, kami menunggu realisasi pada sejumlah stasiun lainnya seperti Manggarai, Duren Kalibata dan Palmerah,” tutur Direktur Utama KCJ, Muhammad Nurul Fadhila.

Bukti pembayaran perjalanan berupa struk
Bukti pembayaran perjalanan berupa struk

Integrasi antar moda KRL Commuter Line dengan BRT TransJakarta sejatinya memang bukan hal yang baru. Selama ini, terdapat beberapa stasiun KRL yang dapat dikatakan sudah terintegrasi dengan jalur BRT TransJakarta karena lokasinya yang memang berdekatan dengan halte bus TransJakarta, diantaranya stasiun Cawang, Manggarai, Jatinegara, Juanda, Sudirman, Jakarta Kota dan Tanjung Priuk.

Namun, masih banyak stasiun lainnya yang sebenarnya dapat diintegrasikan dengan jalur BRT TransJakarta, namun letaknya berjauhan dengan halte-halte bus jaringan BRT pertama di Asia dan terbesar di dunia tersebut. Saat ini, baru Stasiun Tebet saja yang dilayani oleh bus feeder TransJakarta. Kedepannya, direncanakan beberapa stasiun lain, seperti Palmerah akan mendapat layanan serupa.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.