Jalur rel kereta api (KA) di Myanmar saat ini memiliki total panjang sekitar 5.800 km. Menggunakan lebar sepur metre gauge (1000 mm), jaringan jalan rel ini terbentang dari Utara hingga Selatan dan Timur hingga Barat Myanmar, termasuk jalur-jalur cabang. Jaringan jalur KA yang luas ini dioperasikan oleh perusahaan operator KA milik negara tersebut, Myanmar Railways.

Walaupun memiliki jaringan KA yang luas, kualitas dari sarana dan prasarana KA di Myanmar secara umum sangatlah mengkhawatirkan. Dimulai dari buruknya perawatan, serta jalur yang rentan terhadap kondisi cuaca tertentu terutama disaat hujan, sehingga perjalanan KA bahkan bisa dihentikan sementara dalam cuaca buruk. Selain itu, kecepatan operasi untuk KA angkutan barang juga dibatasi ketika melintasi jalur-jalur yang buruk dan juga jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kekaisaran Jepang memutuskan untuk memberikan bantuan peningkatan sarana dan prasarana KA di Myanmar. Hal ini dilaksanakan mengingat terjalinnya kerjasama melalui program Official Developement Assistance (Bantuan Pengembangan Daerah di Negara Berkembang) yang telah disepakati bersama untuk menunjang penguatan infrastruktur di negara tersebut.

Salah satu bentuk bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Jepang adalah pemberian dua seri kereta trem listrik, yaitu seri 750 dan seri 300 yang saat ini telah beroperasi di Yangoon, Ibukota negara yang juga salah satu kota terbesar di negara tersebut. Walaupun teknologi dari kedua seri trem yang dulunya beroperasi di Osaka dan Fukuoka ini bisa dikatakan cukup tua, namun bagi Myanmar ini merupakan teknologi yang baru. Trem bekas yang berasal dari Hiroshima Electric Railway (Hiroden) ini beroperasi di jalur yang baru dan terelektrifikasi di sisi jalan Strand, Yangoon sepanjang 6 km.

Tram milik Hiroshima Railway Company seri 3000 | Foto: Yopie
Tram milik Hiroshima Railway Company seri 3000 | Foto: Yopie

Pembangunan jalur baru tersebut menggunakan anggaran dari Kementerian Perkeretaapian Myanmar bekerjasama dengan West Japan Railway Company (JR West), dengan dana investasi sebesar US$3.000.000 yang telah ditandatangani perjanjiannya pada tahun 2015 lalu.

Pemerintah Jepang juga turut andil dalam pemberian pengetahuan teknis dan pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian salah satu negara di Asia Tenggara tersebut. Myanmar Railways telah memberangkatkan 10 orang pegawainya untuk mengikuti pelatihan di Hiroden, Hiroshima. Disana, mereka diajarkan untuk mengenal teknologi kereta rel listrik (KRL) serta cara perbaikan dan perawatannya, sehubungan dengan beroperasinya trem di Yangoon dan persiapan apabila seluruh jalur sudah terelektrifikasi nantinya. Keseluruhan teknis pelaksanaan pelatihan untuk 10 orang staf teknisi dari Myanmar Railways ini diatur oleh Japan International Coorporation Agency (JICA).

Staf dari Myanmar Railway sedang mempelajari cara overhaul KRL di Hiroshima Electric Railway | asahi.com
Staf dari Myanmar Railways sedang mempelajari cara overhaul KRL di bengkel Hiroden | Foto : asahi.com

Jepang mulai memperkuat kerjasama dengan Myanmar dalam bidang ekonomi berkenaan dengan dilantiknya pemerintahan baru negara tersebut. Dalam kerjasama ini, Jepang berencana untuk meningkatkan bantuannya di bidang infrastruktur, salah satunya di bidang perkeretaapian. Hal tersebut dilakukan karena transportasi umum andalan ini dapat menunjang pertumbuhan perekonomian masyarakat di negara tersebut.

Cemplus Newsline By KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.