Industri pabrikan kereta api (KA) dan alat transportasi terkemuka dunia, Bombardier Transportation dipastikan akan memasok peralatan sistem propulsi dan elektrikal untuk rangkaian kereta rel listrik (KRL) angkutan penumpang bandara, Airport Railink Service (ARS) Soekarno-Hatta, Tangerang. Jalur rel KA yang menghubungkan bandara internasional gerbang Jakarta dengan jalur KA lintas Tangerang – Duri tersebut kini tengah dibangun dan nantinya akan dioperasikan PT Railink, anak perusahaan hasil patungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Angkasa Pura 2 (AP2).

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari proyek (dalam negeri) ini untuk mempermudah konektivitas antara bandara utama Indonesia (Soekarno-Hatta, Tangerang) dengan ibukotanya (Jakarta) yang berkembang pesat. Seperti biasanya, Bombardier berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan yang berkualitas tinggi dari waktu ke waktu bagi PT Railink.” Ungkap Jayaram Naidu, Kepala Perwakilan Bombardier Transportation Wilayah Asia Tenggara, Regional Asia Pasifik.

Sesuai kontrak pengadaan rangkaian KRL ARS Soekarno-Hatta yang mencapai US$74.000.000 atau sekitar hampir Rp976miliar ini, Bombardier akan menyediakan kebutuhan sistem propulsi untuk 10 trainset (rangkaian) KRL formasi 6 kereta yang akan digunakan sebagai KRL ARS Soekarno-Hatta dan dibangun oleh pabrik KA andalan dalam negeri, PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun, Jawa Timur.

Advertisement Inline
Rancangan KRL ARS Soekarno-Hatta | Ilustrasi : twitter @BombardierRail
Rancangan KRL ARS Soekarno-Hatta | Sumber : twitter @BombardierRail

Sebagaimana KRL lain yang beroperasi di wilayah Jabodetabek, spesifikasi KRL ARS Soekarno-Hatta akan tampil hampir serupa, dengan sumber tenaga penggerak Listrik Aliran Atas (LAA) bertegangan 1.500V DC dan beroperasi pada lebar sepur 1.067 mm. KRL ini akan menggunakan teknologi Variable Voltage Variable Frequency tipe Insulated Gate Bipolar Transistor (VVVF – IGBT) mutakhir yang disediakan Bombardier. Menggunakan produk andalannya, sistem propulsi dan pengendalian kereta tipe Modular Integrated TRACtion system (MITRAC), KRL ARS Soekarno-Hatta akan menjadi KRL dengan teknologi teranyar di Jabodetabek.

MITRAC adalah tipe produk sistem kelistrikan KA unggulan Bombardier. Beberapa produk MITRAC diantaranya adalah sistem propulsi (Traction Converter, Auxiliary Converter), sistem pengendalian kereta elektronik (Control Systems, Train Control and Management Systems / TCMS), motor traksi dan penghemat daya (energy saver). Bombardier juga membuat produk-produk MITRAC ramah lingkungan dan hemat energi dengan standar Bombardier ECO4. Produk-produk MITRAC telah digunakan di berbagai produk sarana KA berpenggerak diantaranya Lokomotif, KRL dan kereta rel diesel (KRD) di seluruh penjuru dunia.

Jede Verwendung der übergebenen Bilddaten ausserhalb des definierten Auftrags sowie Bearbeitungen, welche nicht rein technisch bedingt sind, bedürfen der vorgängigen Zustimmung des Autors. * Any use of the image data you have received which exceeds what has been defined in the order as well as any adaptations which are not strictly technical in nature require prior approval by the author.
Unit Traction Converter Bombardier MITRAC tipe TC 1410 | Sumber : Bombardier

Bombardier sendiri sejatinya sudah lama malang melintang di dunia transportasi Indonesia, terutama di ranah perkeretaapian. Sempat terlibat dalam konsorsium pembuatan KRL non-Air Conditioned (non-AC) Belgie/Nederlands Holland Electric (B/N-Holec) bersama Holec dan INKA di medio dekade 90an, Bombardier bersama INKA kembali dipercaya untuk membuat 10 rangkaian KRL formasi 4 kereta, pesanan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) di tahun 2009 yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan KRL KfW.

DSC_1940
KRL INKA-Bombardier yang terkenal dengan sebutan KRL KfW, salah satu produk Bombardier bersama INKA di Indonesia| (Faris)

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.