Siapa tidak kenal dengan Touken Ranbu? Game browser produksi Nitroplus yang dirilis melalui jaringan DMM ini cukup dikenal oleh beberapa penggemar anime di Indonesia. Salah satu yang menjadi daya tarik dari game ini adalah karena game ini menampilkan para karakter pria tampan yang bisa memikat hati para gadis. Namun di game ini ternyata karakter pria ini bukanlah pria biasa karena mereka adalah sosok penggambaran dari berbagai pedang khas Jepang. Jika biasanya para karakter pedang tampan ini hanya bisa ditemui di dalam game, apa jadinya jika para pedang tampan ini menjadi pelayan sebuah kafe?

Pada hari Minggu, tepatnya tanggal 12 Februari 2017 diselenggarakan sebuah acara cosplay cafe bernama Rendezvous Touran. Acara ini diselenggarakan di salah satu kafe yang terletak di bilangan Blok M, Jakarta Selatan yakni Shibuya Cafe. Selama satu hari para cosplayer yang berkostum layaknya karakter dari game Touken Ranbu melayani para pengunjung kafe ini.

Sebagai bagian dari sebuah acara cosplay cafe, pada hari itu tidak semua pengunjung Shibuya Cafe lantas dilayani oleh para cosplayer dari karakter Touken Ranbu. Sebelumnya pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu untuk ikut serta dalam event tersebut. Pada awalnya pihak panitia hanya membuka pendaftaran untuk 4 shift saja, dengan 1 shift berdurasi antara 60-90 menit. Namun dikarenakan antusiasme penggemar Touken Ranbu yang cukup tinggi, khususnya di wilayah Jabodetabek, pihak panitia membuka pendaftaran hingga 6 shift.

Advertisement Inline

Para pengunjung yang sudah melakukan reservasi langsung memenuhi meja pendaftaran yang ada di depan pintu masuk Shibuya Cafe. Sebelum masuk para pengunjung terlebih dahulu melakukan reservasi ulang guna melihat kecocokan antara nomor meja dan cosplayer Touken Ranbu yang dipilih sudah sesuai reservasi atau belum. Jika sudah tepat sesuai pesanan, pengunjung kemudian dipersilahkan untuk masuk ke dalam kafe.

Sesampainya di dalam, para pengunjung langsung disambut oleh para karakter pedang Touken Ranbu. Satu per satu para pengunjung kemudian diantarkan oleh para cosplayer ini menuju ke meja yang telah dipesan. Dalam sistem reservasi kafe ini, para pengunjung masing-masing memilih cosplayer karakter Touken Ranbu yang ada untuk kemudian ditemani santap bersama di kafe tersebut. Sistem ini bisa dibilang mengadaptasi sistem di Maid & Butler Cafe yang umum ada baik di Jepang maupun di berbagai event pop kultur Jepang di mana sebelum masuk ke kafe para pengunjung memilih ingin ditemani bersama Maid & Butler pilihannya.

Setelah berada di meja masing-masing, para pengunjung yang disapa sebagai “Saniwa” dan “Aruji” oleh para karakter Touken Ranbu ini kemudian memesan menu makanan yang diinginkan. Selagi menunggu menu makanan disajikan, para cosplayer pedang ini mengajak para Saniwa yang hadir untuk bermain beberapa games. Games yang dihadirkan cukup bervariasi mulai dari bermain kartu hingga bermain Jenga. Gelak tawa dan riang canda pun lepas saat Saniwa maupun para cosplayer Touken Ranbu kalah dalam permainan.

Para pengunjung yang hadir di acara tersebut juga bisa membeli berbagai merchandise khusus dari kafe Touran ini. Ada beberapa merchandise yang bisa dibeli oleh pengunjung seperti poster dari para cosplayer yang hadir sebagai pelayan kafe di hari itu. Pengunjung juga bisa langsung meminta tanda tangan dari para cosplayer secara langsung untuk dibubuhi di poster yang telah dibeli.

Foto oleh: Rafly N
Foto oleh: Rafly N
Foto oleh: Rafly N

Pada acara ini juga terdapat bintang tamu cosplayer ternama yang turut serta menjadi pedang yang melayani para Saniwa di kafe tersebut. Bintang tamu yang hadir dalam acara ini adalah APHIN, Bakasoseji, serta Kazuya Ayu. Para cosplayer tamu ini diberikan ruangan khusus untuk para Saniwa yang telah memesan sesi khusus bersama bintang tamu.

Tidak hanya melakukan permainan, selagi menunggu menu makanan datang para karakter pedang juga mengajak beberapa Saniwa untuk berbincang santai. Beberapa pengunjung ada yang memang penggemar setia seri Touken Ranbu sehingga pembicaraan pun tidak jauh-jauh dari seputar Touken Ranbu. Tapi satu hal yang menarik adalah obrolan tidak hanya membicarakan mengenai game, ataupun fangirling Touken Rabu semata, para cosplayer yang melayani Saniwa di hari itu juga menceritakan berbagai macam informasi mengenai sejarah pedang dari karakter yang di cosplaykan. Seluruh cosplayer yang ada di hari itu cukup lancar menceritakan dari mana asal mula pedang tersebut diciptakan, digunakan oleh siapa pedang tersebut, bahkan para cosplayer juga ternyata tahu sampai hari ini di mana keberadaan pedang-pedang tradisional Jepang yang menjadi dasar dari karakter Touken Ranbu tersebut.

Ternyata para cosplayer ini sebelumnya sudah dibekali dengan berbagai pengetahuan seputar pedang tradisional Jepang. “Sebelum acara ini diselenggarakan kita memang sudah mengadakan semacam pelatihan khusus kepada cosplayer kami, karena kami ingin para cosplayer mengetahui karakter yang di-cosplaykan agar tidak Out of Character. Selain pembekalan informasi mengenai karakter, kami juga memberikan informasi mengenai sejarah dan kisah yang ada di balik masing-masing pedang agar para cosplayer bisa jauh lebih memahami karakter yang di-cosplaykan itu.” Ujar Namika, salah satu cosplayer serta staf dari kafe ini.

Makanan yang telah dipesan oleh para Saniwa pun akhirnya datang ke meja satu per satu. Sebagai pedang yang mengabdi kepada Saniwa, tidak jarang ada cosplayer yang menyuapi para Saniwa.  Karena diselenggarakan berdekatan dengan tanggal 14 Februari, di sela-sela makan ada juga para pengunjung yang memberi hadiah sebagai tanda kasih sayang kepada cosplayer karakter pedang yang ada di hari itu.

Sore menjelang malam pihak panitia membuka sebuah shift khusus. Dalam shift ini pihak panitia menawarkan minuman beralkohol kepada pengunjung yang ingin memesan. Tentu saja karena berhubungan dengan minuman beralkohol, shift khusus ini hanya bisa diikuti oleh pengunjung yang sudah cukup usia. Menariknya dalam shift khusus ini, ada cosplayer yang andal dalam menyajikan minuman seperti halnya seorang bartender profesional. Gelak tawa dan apresiasi pun muncul dari para pengunjung yang takjub melihat aksi cosplayer yang meracik minuman tersebut.

Secara keseluruhan acara cosplay cafe kali ini berlangsung dengan suasana yang cukup beda dari cosplay cafe pada umumnya. Jika biasanya ditemukan keriaan dan juga keramaian baik dari para pengunjung maupun cosplayer, pada acara ini lebih terasa kesan tradisional dan suasana yang damai. Nuansa ini semakin terasa dengan interior Shibuya Cafe yang memiliki kesan tradisional terlihat sangat cocok dengan balutan kostum karakter Touken Ranbu yang juga memiliki nuansa tradisional Jepang. Dalam acara ini juga banyak hal baru yang bisa didapat karena pengunjung tidak hanya bermain dan berfoto bersama cosplayer dan bintang tamu saja tapi juga bisa mempelajari lebih dalam mengenai pedang tradisional Jepang. Di penghujung acara, para cosplayer membagikan coklat kepada seluruh Saniwa yang hadir. Acara pun ditutup dengan foto bareng antara pengunjung dengan para cosplayer dari Touken Ranbu cafe.

Simak seperti apa keseruan kafe ini dalam galeri foto berikut ini:

This slideshow requires JavaScript.

KAORI Newsline | Teks oleh Rafly Nugroho | Foto oleh Irfan Dhafirwan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.