Membusuk Sebulan, Pria Ini Meninggal Bersama Tumpukan Majalahnya

0
Kondisi TKP saat jenazah ditemukan. (Nikkan SPA)

Hikkikomori adalah masalah sosial di Jepang. Perilaku menutup diri dari pergaulan ini tidak hanya dialami oleh generasi muda saja, namun bisa menimpa siapa saja. Tetapi selain hikkikomori, Jepang juga mengenal kodokushi, mati karena kesepian.

Dilansir Nikkan melalui Rocket News, kepolisian prefektur Kanagawa, Jepang, menemukan jenazah pria berusia 50-an tahun dalam kondisi membusuk bersama dengan majalah bertema pornografi.

Almarhum diketahui adalah mantan pegawai di sebuah perusahaan otomotif. Kematiannya diduga karena serangan jantung. Karena almarhum tidak memiliki kontak dengan siapapun, tidak ada yang menyadari kematiannya sampai sebulan kemudian, saat pemilik apartemen tempatnya tinggal membuka pintunya untuk menagih biaya kontrakan.

Koleksi majalah sang korban mencapai enam ton saat ditemukan. (Nikkan SPA)

Dalam kamar yang ditempati almarhum, ditemukan koleksi majalah porno yang menumpuk hingga menyentuh langit-langit kamarnya. Saat jenazahnya ditemukan, seluruh koleksinya mencapai berat enam ton. Sebagai gambaran, mobil normal memiliki berat sekitar satu sampai dua ton per unitnya.

Sesaat setelah korban meninggal akibat serangan jantung, badannya mulai terurai. Dideskripsikan bahwa tubuhnya mulai membusuk di dalam, mengubah kulitnya menjadi hijau keunguan dan menyebarkan bau tak sedap.

Biasanya dalam kasus kodokushi, jenazah yang membusuk akan mengeluarkan cairan dan menetes ke lantai di bawahnya, namun dalam kasus ini cairan tersebut diserap oleh koleksi majalahnya sehingga tidak ada yang menyadarinya.

Saat jenazahnya ditemukan beberapa minggu kemudian, hanya tersisa tulang belulang di dalam tubuhnya dan hampir seluruh bagian tubuhnya telah meresap ke dalam majalah tersebut. Tragis, korban pun terpaksa disemayamkan dengan cara kremasi bersama koleksi majalah yang dicintainya.

Kodokushi umumnya menimpa kalangan lanjut usia yang tidak memiliki orang untuk mengurusinya. Rekor terakhir pada 2010 mencatat kasus kodokushi di mana korban telah meninggal selama hampir tiga puluh tahun.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.