BAGIKAN
Ars Technica

Punya pendamping hidup berupa suami atau istri yang tidak nyata alias fiktif? Punya suami/istri berupa bantal/guling, atau VR, atau game pacaran? Perusahaan asal Jepang yang satu ini bukan cuma mengakui pernikahan fiktif tersebut, bahkan memberikan subsidi bagi para karyawannya yang memiliki pendamping hidup fiktif.

Gatebox

Adalah Gatebox, perusahaan asal Jepang yang bersedia memberikan jaminan dan tambahan gaji untuk karyawannya yang memiliki pasangan hidup fiktif. Tentu saja sang karyawan tersebut harus bisa menunjukkan dokumentasi resmi melalui formulir registrasi yang terdapat dalam situs resmi Gatebox untuk bisa menikmati keistimewaan tersebut.

Dalam formulir registrasi tersebut, para pendaftar harus bisa menyediakan informasi seperti kapan pasangan bertemu, nama setelah menikah, dan kenangan indah yang sudah keduanya buat. Setelah formulir registrasi tersebut diisi dan dikirim, sebuah sertifikat pernikahan akan dikirimkan pada pemohon.

Advertisement Inline

Sertifikat tersebut berfungsi sebagai dokumen pernikahan resmi yang diakui perusahaan. Selain itu bagi insan-insan yang bukan karyawan Gatebox juga bisa mendaftarkan pernikahan mereka, bahkan mereka juga bisa menggunakan sertifikat pernikahan mereka untuk surat lamaran kerja di Gatebox. Pelamar dapat menerima tambahan jaminan “berkeluarga” sebesar 5.000 yen, atau sekitar 600.000 rupiah per bulan dan mendapat hari libur saat ulang tahun pasangan mereka.

Pihak Gatebox tidak menerima praktek poligami virtual, dan hanya akan mengakui satu pasangan saja. Meskipun begitu, mereka menerima pasangan sesama jenis, atau bahkan berbeda spesies, selama mereka adalah sosok fiktif. Tentu saja  segala dokumentasi pernikahan fiktif dari Gatebox ini tentunya akan dirahasiakan dan hanya bisa dilihat oleh pendaftar.

Tertarik? Pendaftaran pernikahan fiktif ini hanya akan dibuka hingga 7 Desember 2018.

KAORI Newsline | Gatebox,  IT Media, & Soranews

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.