Dots and Lines, Sebuah Titik Permulaan dari Rangkaian Tur Dunia May’n

0

dal_logoSabtu, 10 Mei 2014 kemarin Upperroom Jakarta menjadi saksi konser tunggal May’n pertama di luar jepang dari rangkaian konser bertajuk May’n Road to 10th Anniversary Japan&World Tour 2014-2015 『dots and lines』. Walaupun bukan kedatangannya yang pertama kali, Konser kali ini adalah kedatangan May’n yang pertama dalam bentuk konser tunggal di Indonesia.

Berbagai cindera mata dalam bentuk berbagai produk yang berkaitan dengan May’n turut dijual pada rangkaian acara konser tersebut. Mulai dari tas seharga Seratus ribu rupiah hingga kemeja seharga tujuh ratus ribu rupiah. Hal yang menarik adalah dari berbagai macam barang yang ada nampaknya yang paling cepat ludes adalah figur nendoroid May’n dan tempat paspor bertemakan Dots and Lines. Namun, beberapa pengunjung menyatakan kecewa karena booth merchandise yang ada tidak menjual cd album maupun single May’n.

Cukup banyak lagu-lagu dari beberapa anime dibawakan oleh May’n, mulai dari Vivid yang merupakan lagu pembuka dari serial anime Blood Lad, dan dilanjutkan oleh beberapa lagu di antaranya Brain Diver yang menjadi lagu pembuka serial Phi Brain Kami no Puzzle, Chase the World yang merupakan lagu pembuka serial Accel World, serta single terbaru May’n yang berjudul Re:Remember yang menjadi lagu pembuka seri M3: Sono Kuroki Hagane, tak lupa beberapa lagu dari album ke-4 May’n yang berjudul New World.

Selama konser May’n tampak komunikatif bercerita dengan penonton. Bahkan, pada bagian awal konser di bercerita “Saya sudah datang dua hari sebelumnya, sudah keliling Jakarta dan mencoba berbagai makanan. Nasi goreng, mi goreng, soto, dan sate, juga ayam betutu, enak!”. “Saya juga mencoba sambal dan membelinya untuk dimakan di rumah.”

Konser yang dibawakan selama dua jam berjalan cukup luar biasa. Animo penonton nampak begitu tinggi. Lambaian lightstick hampir tidak pernah berhenti dalam konser yang berlangsung sekitar dua jam tersebut. Bahkan, penonton yang memiliki lightstick multi-warna mengubah warna lightstick tersebut sesuai dengan tema maupun tata cahaya dari lagu yang dinyanyikan. Penonton pun tak jarang bernyanyi bersama ataupun melompat mengikuti hentakan musik yang dimainkan.

Macross Frontier nampaknya mendapatkan tempat yang sangat spesial pada konser ini. Dari sekitar dua puluh lagu yang dibawakan, tiga buah di antaranya merupakan lagu dari seri tersebut. Northern Cross dan Diamond Crevasse yang merupakan dua buah lagu penutup dari seri Macross Frontier serta sebuah lagu medley yang merupakan rangkaian beberapa lagu, di antaranya adalah What ‘Bout My Star, Iteza Gogo Kuji Don’t be Late dan Universal Bunny. Ke-spesial-an Macross tidak berhenti di situ, bahkan May’n sendiri mengungkapkan “Sheryl Nome dan Macross merupakan hal yang tak terpisahkan dari diri saya”

Sejatinya, Lagu pembuka serial Inari Konkon Koi Iroha yang berjudul Kyou ni Koiiro menjadi lagu pamungkas konser kali itu. Namun, penonton terus berteriak “ENCORE! ENCORE!” hingga akhirnya May’n kembali naik ke atas panggung untuk kembali menyanyikan beberapa lagu. Lagu Kimi Shinitamou Koto Nakare yang merupakan lagu pembuka serial Shangri-La mendapatkan podium kehormatan sebagai tirai penutup rangkaian konser hari itu.

Konser May’n secara umum berjalan dengan cukup meriah, tetapi ada satu hal yang sedikit dikeluhkan oleh penonton, yaitu suara speaker yang terkadang pecah ketika may’n bernyanyi pada nada tinggi

KAORI Newsline

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.