BAGIKAN

Attack on Titan atau Shingeki no Kyojin merupakan salah satu judul manga shounen yang populer di kalangan para penggemar manga. Serial yang telah memasuki chapter ke-105 ini mengisahkan aksi Eren Yeager bersama regu Pasukan Penyelidik (Survey Corps) yang bertekad untuk menghabisi para titan (raksasa) pengancam umat manusia. Siapa sangka, serial manga yang hadir dengan latar cerita khas Eropa ini ternyata terinspirasi dari suasana kampung halaman sang mangaka, Hajime Isayama.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh stasiun TV NHK pada 5 Mei lalu, Isayama mengatakan bahwa dunia Attack on Titan terinspirasi dari suasana kampung halamannya yang terletak di kota Hita, perfektur Oita. Berada di wilayah pedesaan yang dikelilingi oleh pegunungan yang tinggi, ia merasa bahwa kotanya seolah-olah terasing dari peradaban luar. Isayama pun membayangkan apakah ada sesosok monster yang bersemayam di balik gunung-gunung itu.

Bila sang Colossal Titan bersemayam di balik pegunungan yang mengelilingi wilayah Hita….

Pada saat masih kecil, ia merasa “aman” tinggal di balik pegunungan tersebut. Namun,  perasaan untuk pergi meninggalkan kota kelahirannya kemudian muncul ketika tumbuh dewasa. Isayama mengungkapkan bahwa keputusan untuk pergi meninggalkan Hita diambil bukan karena mengejar ambisi tertentu, namun karena rasa frustasi dan rendah diri yang muncul dalam dirinya.

Advertisement Inline

Perasaan tersebut kemudian ia tuangkan dalam manga Attack on Titan. Dua tema utama yang muncul dalam ceritanya adalah “penindasan” dan “pembebasan”. Di luar itu, Isayama mengakui bahwa ia tidak memiliki pesan lain yang ingin disampaikan dalam manganya. Sebagai gantinya, ia ingin mengekspresikan rasa amarah yang muncul dari para korban sebuah tragedi dan bagaimana perasaan tersebut mendorong mereka untuk melawan balik.

Para titan yang muncul dalam manga ini mewakili berbagai hal yang menimbulkan rasa frustasi. Sosok titan yang awalnya digambarkan sebagai pembuat kehancuran yang penuh misteri membuat para manusia menjadi marah dan bingung. Meskipun ia mengakui bahwa para titan digambarkan seperti seorang pemabuk, Isayama mengungkapkan mereka mewakili berbagai tantangan yang tidak dapat diatasi oleh umat manusia.

Bila rasa frustasi dan rendah diri membuatnya pergi meninggalkan kota kelahirannya, berbagai pencapaian yang diraih oleh Isayama membuatnya kembali pulang ke Hita. Terinspirasi oleh dukungan para fans terhadap karya komiknya, ia secara pribadi mendatangi berbagai event penggemar di sana. Isayama pun berkomentar bahwa Hita sudah seperti tempat yang bisa didatangi kapan saja.

Di akhir wawancara, Hajime Isayama berjanji untuk berusaha keras menghadirkan penutup kisah yang pantas, semenjak serial manganya mulai memasuki klimaks ceritanya. Ia juga akan menantikan musim ketiga animenya yang akan tayang pada akhir Juli nanti. Selain itu, Isayama juga berharap bahwa kepopuleran Attack on Titan mampu menarik perhatian para fansnya terhadap kampung halamannya.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.