BAGIKAN

japwrestleafp

Kantor berita resmi Republik Rakyat Demokratik Korea KCNA mengkonfirmasi bahwa Republik Rakyat Demokratik Korea akan menggelar perhelatan akbar Gulat Profesional bertajuk Pyongyang International Pro-Wrestling Contest. Perhelatan akbar ini sedianya akan diselenggarakan di Ibukota Pyongyang pada akhir Agustus 2014.

Perhelatan akbar ini disponsori oleh anggota Parlemen Jepang Jepang yang juga adalah mantan pegulat profesional Kanji Inoki yang saat ini mejabat sebagai direktur dari Sports Peace Community Association of Japan. Turut terlibat juga Chang Ung, ketua dari International Martial Arts Games Committee dan International Taekwon-Do Federation. Perhelatan akbar ini terlaksana berkat bantuan, masing-masing dari The Sports Peace Community Association of Japan, International Martial Arts Games Committee dan DPRK-Japan Friendship Association.

Advertisement Inline

Kanji Inoki, terkenal dengan nama Antonio Inoki adalah seorang mantan pegulat profesional legendaris Jepang. Memulai debutnya pada 30 September 1960 di bawah bimbingan “Bapak Gulat Profesional Jepang” Kim Sin Rak atau yang lebih dikenal sebagai Rikidozan, dirinya menjadi salah satu ikon populer Jepang pada era 1970an-1990an yang ikut mempopulerkan gulat profesional sebagai olahraga bertarung yang serius dan mendirikan New Japan Pro Wrestling yang kini menjadi organisasi gulat profesional terbesar di Jepang. Salah satu duelnya yang terkenal adalah ketika ia berhadapan dengan petinju legendaris asal Amerika Serikat Muhammad Ali pada 26 Juni 1976. Saat ini dirinya aktif di Parlemen Jepang melalui Partai Restorasi Jepang dan aktif mengelola organisasi gulat profesional baru Inoki Genome Federation.

Legacy Rikidozan untuk Perdamaian Korea-Jepang

420px-Rikidouzan

Kim Sin Rak alias Mitsuhiro Momota alias Rikidozan alias Yeokdosan

Selama ini Republik Rakyat Demokratik Korea seringkali memiliki hubungan yang buruk dengan Jepang baik secara historis maupun politis. Penjajahan Jepang atas Semenanjung Korea pada awal Abad 20 hingga akhir Perang Dunia 2 masih begitu membekas dan menimbulkan dendam dan kebencian di kalangan masyarakat Korea atas Jepang. Di sisi lain Jepangpun juga memiliki masalah dengan pihak Korea akibat kasus penculikan warganya oleh agen-agen intel Korea pada masa Perang Dingin dan program nuklir Korea yang dianggap membahayakan Jepang.

Adalah Kim Sin Rak (14 November 1924 – 15 Desember 1963). Sosok kelahiran Hamgyong Selatan, Korea yang mungkin akan menjadi salah satu ikon perbaikan hubungan Korea dan Jepang melalui apa yang disebut sebagai “Diplomasi Gulat”. Terlahir di Korea yang saat itu masih menjadi jajahan Jepang, Sin Rak muda bermigrasi ke Jepang untuk mewujudkan mimpinya sebagai Pesumo. Akibat diskriminasi yang dirasakan etnis Korea di Jepang pada masa itu, iapun merubah namanya menjadi Mitsuhiro Momota dan menyembunyikan asal-usulnya. Sebagai Pesumo, ia mengambil nama Rikidozan sebagai Shikona (nama panggung dalam Sumo).

Rikidozan meninggalkan Sumo dan beralih menjadi pegulat profesional pada tahun 1951, saat itu memulai debutnya dengan melawan pegulat asal Amerika Bobby Bruns. Pada masa setelah Perang Dunia 2 ketika bangsa Jepang masih terpuruk atas kekalahan perang dirinya menjadi sesosok “Pahlawan Nasional” yang mengalahkan satu per satu “Penjahat-Penjahat Amerika” di ring gulat.

Ironisnya, sang “Pahlawan Nasional” yang begitu dibanggakan Bangsa Jepang tersebut ternyata adalah seorang beretnis Korea yang dahulu pernah dijajah dan ditindas oleh Jepang hingga mengakibatkan dendam sejarah berkepanjangan. Dan meski identitas Koreanya baru terungkap setelah kematiannya, namun belakangan sosoknya yang juga dihormati di Korea inilah yang belakangan menjadi benang merah atas program “Diplomasi Gulat” yang dicanangkan oleh Inoki, sang muridnya sendiri.

“Diplomasi Gulat” ala Inoki ini bukanlah yang pertamakalinya. Pada tahun 1995, dengan berbendera New Japan Pro Wrestling, Inoki, bekerjasama dengan World Championship Wrestling, sebuah organisasi gulat kenamaan di Amerika Serikat menggelar sebuah perhelatan akbar gulat profesional bertajuk International Sports and Cultural Festival for Peace atau lebih dikenal sebagai Collision in Korea di Amerika Serikat dan memecahkan rekor pengunjung sampai 190.000 orang yang hingga kini masih tercatat sebagai pengunjung terbanyak dari sebuah perhelatan Gulat Profesional.

Berbekal legacy sang Guru jugalah, Inoki berkali-kali mengunjungi Korea demi semakin mendekatkan hubungan antara Jepang dan Korea serta upayanya untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan kasus penculikan Warga Jepang pada era Perang Dingin.

Perhelatan akbar yang akan digelar pada akhir Agustus nanti pun, entah secara kebetulan atau tidak diumumkan hampir bersamaan dengan upaya Jepang untuk memperbaiki hubungan dengan Korea saat kedua negara bertemu di Stockholm, Swedia untuk mendiskusikan penyelesaian kasus penculikan Warga Jepang pada era Perang Dingin.

Perhelatan akbar yang akan diselenggarakan pada akhir Agustus nanti sedianya akan mengundang pegulat-pegulat profesional kenamaan dari berbagai negara termasuk Jepang dan Amerika Serikat dengan mengusung semangat kebebasan, perdamaian, dan persahabatan.

Ketika hubungan antar bangsa menjadi begitu buruk akibat luka sejarah dan intrik politik, mungkin sedikit atraksi gulat akan menyatukan mereka semua, paling tidak untuk sementara waktu. BOM – BA -YE!

KAORI Newsline | Teks oleh Dody Kusumanto | Courtesy of Korean Central News Agency, The GuardianSouth China Morning Post, dan Enuhito

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.