BAGIKAN
Photograph: Issei Kato/Reuters

Jepang selama ini dikenal sebagai negara maju, lengkap dengan perkembangan teknologinya yang begitu mutakhir. Namun siapa sangka salah satu pejabat tingginya ternyata tidak pernah pakai komputer. Ironisnya, pejabat yang tidak pernah memakai komputer tersebut rupanya justru adalah pejabat di bidang keamanan siber.

Adalah Yoshitaka Sakurada, 68 tahun, Menteri Urusan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, yang juga adalah Deputi Kepala Badan Keamanan Siber yang belakangan mengaku bahwa dirinya tidak pernah dan tidak tahu bagaimana memakai komputer. Yoshitaka Sakurada bahkan tidaklah familiar dengan USB.

Pengakuan ini tentu saja mengundang kontroversi, terutama dari pihak oposisi, yang mempertanyakan posisinya di Badan Keamanan Siber, padahal tidak pernah menggunakan komputer. Selain dari pihak oposisi, tidak sedikit warganet Jepang yang juga bereaksi atas posisi Sakurada di Badan Keamanan Siber.

Yoshitaka Sakurada sendiri baru sebulan menjabat di Badan Keamanan Siber, setelah ditunjuk oleh Perdana Menteri Shinzo Abe dalam reshuffle kabinet yang dilakukannya setelah terpilih kembali untuk mengetuai Partai Demokrat Liberal yang berkuasa. Selain itu, sebagai Menteri Urusan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, Sakurada juga menghadapi tugas berat untuk mempersiapkan Olimpiade dan Paralimpiade, hanya dalam waktu 2 tahun semenjak dirinya ditunjuk sebagai menteri.

Sakurada sendiri juga menghadapi sejumlah kontroversi dalam posisinya sebagai  Menteri Urusan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Ia pernah mengaku tidak mengetahui mengenai rencana kedatangan Menteri Olahraga Republik Rakyat Demokratik Korea dalam meeting yang akan diselenggarakan di Tokyo. Namun belakangan, staff dari Sakurada mengklarifikasi bahwa Sakurada sudah sempat diberi tahu sebelumnya. Pemerintah Jepang sendiri memang melarang pejabat Republik Rakyat Demokratik Korea untuk mengunjungi Jepang.

Sakurada juga mengaku tidak tahu bahwa pada bulan Maret 2018 Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach telah meminta Pemimpin Republik Rakyat Demokratik Korea, Kim Jong Un untuk mengizinkan atlet negaranya untuk berpartisipasi dalam Olimpiade 2020. Republik Rakyat Demokrati Korea sendiri telah berencana untuk bergabung bersama Republik Korea, membuat tim Korea Bersatu pada Olimpiade 2020 mendatang.

KAORI Newsline | Sumber: The Guardian

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.