BAGIKAN

img_2089

Suasana pesta demokrasi menjelang Pilpres 2014 semakin meriah. Banyak kampanye yang dilakukan oleh para tim sukses maupun pihak-pihak lainnya. Kampanye politik yang berlangsung pun ada banyak macamnya, dari kampanye positif, hingga kampanye negatif dan kampanye hitam yang saling menjatuhkan. Seiring dengan kampanye, pendidikan politik pun semakin gencar dilakukan dimasa pesta demokrasi ini, untuk memberikan edukasi mengenai kondisi politik kepada rakyat.

Banyak media yang bisa digunakan dalam melakukan pendidikan politik. Dan di Jepang, politik tidak hanya disampaikan melalui tayangan talkshow televisi, maupun kampanye semata, namun juga melalui budaya populer seperti manga, dan bahkan game sekalipun.

Advertisement Inline

Dan apa yang terjadi jika sebuah game RPG menyatukan tema politik dan idol? 5pb yang sebelumnya sudah meraih sukses dengan merilis  seri game Steins;Gate, Chaos;Head, kini berencana merilis sebuah game RPG berjudul Idol Jihen (Idol Incidents).

Pada game ini, pemain akan mensponsori dan membantu karir politik salah satu idola untuk menjadi perdana meneri Jepang. Ada total 47 idola yang tersedia, masing-masing mewakili setiap prefektur yang ada di Jepang. Detail lebih jelasnya masih belum diumumkan oleh pihak 5pb.

img_2090

Pengerjaan ilustrasi game “politik para idola” ini dikerjakan oleh CUTEG, Tiv, Yōsai Kūchū, Mottsun, Mamu Mitsumomo dan Akemi Mikoto. Sedangkan untuk pengisi suara para idola yang muncul dalam game ini, akan dilakukan oleh banyak seiyuu diantaranya adalah  Iori Nomizu, Nozomi Yamamoto, Haruka Terui, Miho Arakawa, Shizuka Furuya, Haruka Nagashima, Sarah Emi Bridcutt, Megu Sakuragawa, Yui Kondou, Ayami, Satomi Akesaka, Rina Hidaka, Sora Amamiya, Sayaka Nakaya, Lynn, Reina Ueda, Aya Suzaki, Kaoru Hayano, Mikako Komatsu, Yū Serizawa, Karin Isobe, Akane Fujita, Kaori Furukawa, Miku, Mami Naruse, Kotori Koiwai, Haruka Yoshimura, Asuka Nishi, Saeko Zōgō, Chika Anzai, Kohime, Raymee, Kaori Sadohara, Haruko Teramoto, Hitomi Harada, Nao Tōyama, Nozomi Furuki, Asuka Ōgame, Atsumi Tanezaki, Kumi Takaragi, Yūri Yoshida, Ibuki Kido, Ayumi Tsuji, Misako Tomioka, Mai Fuchigami, Chinatsu Akasaki dan Shiori Izawa.

Penggunaan media budaya populer untuk pendidikan politik secara kreatif ini merupakan salah satu strategi Jepang untuk menarik perhatian para pemuda untuk lebih terlibat dalam kegiatan politik. Karena di Jepang kondisi politiknya dikenal dengan istilah Silver Democracy, dimana yang secara kasar berarti “demokrasi di kalangan berusia perak”. Kondisi ini menyebabkan para pihak yang terlibat dalam perpolitikan umumnya diisi oleh orang-orang tua, untuk itulah berbagai pendidikan politik kreatif melalui budaya populer digencarkan untuk menarik minat generasi muda.

KAORI Newsline | Courtesy of Anime News Network

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.