BAGIKAN

Tertutup oleh oleh popularitas gim taktik terkenal seperti Final Fantasy Tactics, Brigandine adalah salah satu tactical – role playing game untuk konsol Sony Playstation yang pernah tenar di sekitar awal tahun 2000-an. Dirilis di Jepang pada tanggal 2 April 1998 oleh Hearty Robin dan 31 Oktober 1998 di Amerika oleh Atlus, Brigandine atau lengkapnya dikenal sebagai Brigandine: The Legend of Forsena berhasil meraih kesuksesan di pasar Jepang. Komposer musik dalam gim ini antara lain adalah Yukimo Mori, Atsushi Noguchi, dan Yusuke Yada. Tenpei Sato ikut ambil bagian sebagai komposer di versi Grand Edition.

Akibat dari penjualan di pasar Amerika yang rendah, remake dari gim ini yaitu Brigandine: Grand Edition tidak diterjemahkan ke Bahasa Inggris. Sekitar tahun 2015, sekelompok fans berhasil membuat patch fan-translation dari versi Grand Edition lengkap dengan fandub dalam bahasa Inggris. Versi remake dari Brigandine ini mengalami banyak peningkatan signifikan, baik dari segi sistem permainan maupun jalan cerita sehingga tidak heran bila para fansnya tetap setia mengerjakan versi translasinya walaupun sudah belasan tahun berlalu.

Akhir dari Perdamaian

Advertisement Inline

Cerita dimulai saat Zemeckis, salah satu komandan kerajaan Almekia ditemui oleh seorang Rune Knight bertopeng tengkorak bernama Cador (diisi suaranya oleh Masashi Sugawara). Pertemuan keduanya berujung pada jatuhnya Kerajaan Almekia oleh Zemeckis dan beberapa Rune Knight pengikutnya. Mendengar kabar jatuhnya Kerajaan Almekia yang dikenal sangat kuat, kedamaian di Benua Forsena pun mulai goyah dan perang tidak lagi dapat dihindari.

Preparation Mode dan Battle Mode

Terdapat dua mode di setiap putaran yaitu Preparation Mode dan Battle Mode. Preparation Mode dibagi menjadi  dua phase lagi yaitu Organize Phase dan Attack Phase. Pemain dapat mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pasukan. Dalam phase ini, pemain juga dapat mengirim Rune Knight untuk pergi menjalani Quest atau berpindah benteng/ istana. Bila sudah selesai mengatur pasukan, pemain akan masuk dalam Attack Phase di mana pemain dapat memilih untuk menyerang kerajaan lain atau  tidak. Pemain tidak diharuskan menyerang, tetapi itu bukan berarti tidak akan ada yang terjadi di putaran tersebut. Kerajaan lain juga dapat melakukan penyerangan ke kerajaan milik pemain atau kerajaan lainnya. Harap diingat bahwa yang bisa diserang hanyalah benteng/ istana yang letaknya persis bersebelahan dengan kerajaan pemain atau yang lebih mudahnya disebut sebagai “perbatasan”.

Setelah Preparation Mode selesai, pemain akan masuk ke dalam Battle Mode. Pemain akan melihat apa saja yang dilakukan oleh kerajaan lain dan pemain juga akan diajak masuk ke pertempuran apabila pemain melakukan penyerangan ataupun diserang. Medan pertempuran di gim ini berbentuk hexagonal grid dan setiap Rune Knight atau monster akan menempati satu kotak hexagonal. Seperti layaknya gim taktik pada umumnya, pemain akan berusaha untuk mengalahkan pihak oposisi dengan menggunakan serangan biasa atau kemampuan khusus. Pemain hanya dapat membawa 3 pasukan (yang masing – masing dipimpin oleh satu Rune Knight) dalam satu medan pertempuran dan bila pemain di pihak yang menyerang maka pemain hanya diberi waktu 13 putaran untuk dapat berhasil merebut istana/ benteng lawan. Pada versi Grand Edition, pihak penyerang akan otomatis menang apabila dalam 13 putaran pihak penyerang mempunyai unit lebih banyak dari pihak bertahan.

“Tampilan Medan Pertempuran” (© Hearty Robin, © Atlus)

Berhati-hatilah bila membawa pemimpin kerajaan seperti Lance atau Vaynard karena bila HP mereka mencapai 0, Rune Knight lainnya akan ikut melarikan diri. Setiap Rune Knight memiliki Rune Area tersendiri, monster yang berada di luar area Rune Knightnya akan menjadi lebih lemah dan lebih besar kemungkinannya untuk “di-NTR” oleh kerajaan lawan bila HP Rune Knightnya menyentuh 0. Pemain tidak perlu khawatir monsternya di-NTR bila berhasil meraih kemenangan dalam pertempuran. Monster yang terbunuh di medan perang akan hilang selamanya, sedangkan Rune Knight hanya akan mundur ke istana/benteng terdekat, namun tidak dapat digunakan di putaran berikutnya. Setiap putaran akan memakan waktu satu bulan di gim dan ada batas waktu tertentu di setiap tingkat kesulitan permainan. Bila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan maka permainan akan berakhir secara paksa alias Game Over.

Mengatur Kinerja Rune Knight

Setiap kerajaan mempunyai area kekuasaan dan Rune Knightnya masing – masing. Rune Knight adalah manusia yang menjadi pemimpin pasukan berisi berbagai monster, seperti fairy, dragon, ghoul, dan makhluk mistis lainnya. Kapasitas (di gim ini disebut  dengan nama Rune Power) yang dimiliki setiap Rune Knight berbeda – beda sehingga jumlah monster yang dapat dibawa ke pertempuran juga akan berbeda pula. Untuk memanggil monster, pemain harus membayar Mana dalam jumlah tertentu. Mana dibagikan setiap awal putaran Preparation Mode dan jumlahnya disesuaikan dengan jumlah area kekuasaan milik pemain. Berhati-hatilah karena monster memiliki “biaya perawatan” di setiap putaran. Bila tidak sanggup membayarnya maka pemain dapat men-delete monster untuk mengurangi biaya.

Rune Knight tidak hanya digunakan untuk bertempur saja tetapi juga dapat diperintahkan untuk pergi melakukan Quest. Quest dapat digunakan untuk merekrut Rune Knight dan mendapat item atau monster baru secara acak. Bila sedang sial, Rune Knight tersebut bisa saja terluka dan menyebabkan dirinya tidak dapat digunakan di putaran berikutnya.

Di dalam gim ini juga ada sistem class untuk Rune Knight dan  monster. Bila mencapai level tertentu maka pemain bisa mengubah class untuk mendapat tambahan status dan kemampuan baru. Khusus untuk para pemimpin kerajaan dan Rune Knight tertentu, di versi Grand Edition mereka baru dapat berubah bila mencapai suatu poin di jalan cerita utama. Jangan lupa juga bahwa class mempengaruhi equipment yang dapat digunakan untuk Rune Knight atau monster. Monster awalnya tidak dapat menggunakan equipment, tetapi hal ini sudah diubah di versi Grand Edition.

Tergantung dari perkembangan kerajaan, akan ada Rune Knight yang datang bergabung ataupun pergi secara otomatis dengan alasan beragam. Contoh paling nyata adalah pada karakter Halley (Atsuko Tanaka), seorang Valkyrie pengelana yang menyelamatkan Lance dari pemberontakan Zemeckis. Ia akan datang menawarkan jasanya ke Kerajaan New Almekia setahun sesudah permainan dimulai dan pergi lagi untuk berkelana setelah kurang lebih setahun membantu. Di versi Grand Edition, Halley akan kembali bergabung bila pemain berhasil menguasai seluruh Benua Forsena menggunakan kerajaan apapun. Selain perkembangan kerajaan, akan ada percakapan di medan perang bila membawa karakter – karakter yang punya relasi tertentu. Hal ini kadang dapat mempengaruhi loyalitas Rune Knight milik pemain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.