City Hunter, kisah penembak legendaris Ryo Saeba ini telah kembali dalam film layar lebar terbarunya, yaitu City Hunter Movie: Shinjuku Private Eyes. Sebagai informasi, City Hunter merupakan serial komik karya Tsukasa Hojo. Dirilis pada tahun 1985 hingga 1991, serial komik ini diadaptasi menjadi empat serial anime, satu film anime, dan berbagai rilisan OVA. Selain anime, komik ini juga diadaptasi menjadi film live-action Hong-Kong pada tahun 1992 yang dibintangi oleh Jackie Chan, serta seri drama Korea Selatan pada tahun 2011 yang dibintangi oleh Lee Min Ho dan Park Min Young, dan yang terbaru adalah film live action buatan Prancis yang berjudul Nicky Larson et le Parfum de Cupidon telah dirilis pada 2018 lalu.

Selain itu, City Hunter juga menjadi salah satu seri ikonik era 80-an bagi para penggemar anime di seluruh dunia. Nah, City Hunter Movie: Shinjuku Private Eyes merupakan film ketujuh dari waralaba ini sejak animenya berakhir 20 tahun lalu. Oleh sebab itu, film ini tentu tidak boleh #Kaoreaders lewatkan. Nah, berikut ini adalah ulasan dari salah satu staf KAORI Nusantara yang telah menyaksikan terlebih dahulu film ini. Penasaran? Simak artikelnya di bawah ini!

Advertisement Inline

Alur Khas Seri City Hunter

Dalam film ini dikisahkan mengenai mengenai Ryo Saeba (disuarakan oleh Akira Kamiya) selaku Sweeper (detektif bayaran) yang menangani berbagai kasus kejahatan di Shinjuku. Uniknya, Ryo hanya menerima tawaran dari sosok perempuan cantik saja! Meskipun begitu, dia tetap memiliki kemampuan bertarung yang tidak bisa dianggap remeh.

Nah, film ini  memiliki alur yang serupa dengan serial animenya seperti yang telah dijelaskan. Ryo diceritakan menerima sebuah permohonan dari seorang perempuan cantik bernama Ai Shindo (Marie Itoyo) yang mengatakan bahwa dirinya sedang diawasi oleh suatu kelompok misterius. Tanpa disangka, ternyata Ai secara tidak langsung terlibat dengan sebuah kelompok kriminal yang berniat untuk memicu kekacauan di Shinjuku.

Nantinya, dalam film terbaru ini, para penonton akan kembali terhibur dengan aksi Ryo Saeba bersama dengan rekannya Kaori Makimura (Kazue Ikura) dalam mengungkap kasus yang mereka selidiki. Tentu saja, penonton juga akan dihibur dengan berbagai lelucon yang khas dari City Hunter melalui tingkah mesum dari karakter Ryo. Meskipun terkesan jadul, candaan tersebut tetap mengundang gelak tawa!

Dipenuhi Oleh Berbagai Hal yang Bikin Penonton Nostalgia!

Review Film City Hunter
© Tsukasa Hojo / NSP · “2019 Gekijou-ban City Hunter” Production Committee

City Hunter: Shinjuku Private Eyes merupakan film layar lebar dari serial anime City Hunter yang telah berakhir tamat 20 tahun lalu. Tentu saja, film ini bakal menghibur para penggemar yang mengikuti seri ini sejak dahulu. Bahkan perilisan trailer perdana film ini pun disambut meriah oleh para penggemarnya dikarenakan menghadirkan kembali para staf dan pengisi suara dari serial animenya. Tanpa disangka, film ini berhasil menghadirkan kembali kisah petualangan Ryo Saeba dengan ciri khas miliknya sebagai anime era 80-an dengan gaya yang lebih modern.

Tak hanya itu, film ini juga memberikan setiap karakter dari seri anime orisinilnya porsi kemunculan (screen time) dengan durasi yang pas. Sehingga, Andapenonton juga bisa melihat berbagai karakter favorit tampil di layar lebar. Selain itu, di film ini ada juga cameo karakter dari seri Cat’s Eye yang juga merupakan karya lain dari Tsukasa Hojo.

Namun, hal yang paling membangkitkan perasaan nostalgia dari para penonton adalah sountrack original dari serial animenya yang dihadirkan dalam film ini. Tentu saja, soundtrack memiliki peran penting dalam membangkitkan kenangan dan emosi para penonton ketika menyaksikan film ini. Apalagi, jika para penonton adalah mereka yang menyaksikan seri animenya ketika masa kecil dulu.

Dipenuhi Aksi yang Menegangkan dan Memukau!

Review Film City Hunter
© Tsukasa Hojo / NSP · “2019 Gekijou-ban City Hunter” Production Committee

City Hunter merupakan seri bergenre action yang menghadirkan berbagai aksi menegangkan. Tentu saja, sejak film berlangsung penonton akan disambut dengan aksi kejar-kejaran mobil, tembak-tembakan, serta adegan yang banyak menunjukan darah akan ditampilkan dalam film ini. Menariknya, film versi baru ini tetap mampu menghadirkan hal tersebut melalui gambar yang detail dan pergerakan yang halus.

Selain itu, penonton juga akan diajak untuk kembali ke era 80-an ketika adegan kekerasan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah anime. Oleh sebab itu, City Hunter: Shinjuku Private Eyes merupakan sebuah film action yang berhasil digarap dengan baik.

Latar Waktu yang Membingungkan

Review Film City Hunter
© Tsukasa Hojo / NSP · “2019 Gekijou-ban City Hunter” Production Committee

City Hunter telah berakhir sejak 20 tahun lalu. Sedangkan, film versi baru ini seakan bersettingkan di era yang lebih modern. Meskipun begitu, tampaknya tim studio Sunrise kebingungan untuk menjelaskan mengenai detail dari latar waktu yang digunakan dalam film ini.

Film ini seakan mencoba untuk mempertahankan elemen dari anime originalnya, serta mencoba untuk teknologi baru yang membuat film ini terlihat lebih kekinian. Meskipun tidak terlalu menganggu, tapi hal tersebut akan membingungkan sebagian penonton yang kritis terhadap berbagai detil dalam film ini, seperti nuansa 90-an yang masih cukup terasa di sini.

Kesimpulan

a
© Tsukasa Hojo / NSP · “2019 Gekijou-ban City Hunter” Production Committee

City Hunter: Shinjuku Private Eyes merupakan salah satu tontonan yang tidak boleh #Kaoreaders lewatkan, apalagi jika mengikuti serial animenya. Meskipun hadir dengan tampilan yang modern, film inti tetap tidak kehilangan jati dirinya sebagai bagian dari serial klasiknya. Nah, bagi yang baru ingin mengikuti City Hunter, film ini juga menjadi tontonan yang tepat. Selain itu, City Hunter: Shinjuku Private Eyes juga mampu menghadirkan suasana era 80-an dan 90-an dengan sangat baik.

Oh iya, film ini mempunya satu adegan after credit, jadi jangan langsung meninggalkan bioskop ketika film berakhir. Jangan lupa saksikan City Hunter Movie: Shinjuku Private Eyes yang telah tayang di jaringan bioskop GCV Cinemas Indonesia, Cinemaxx TheaterFlix CinemaPlatinum Cineplex, dan Lotte Cinema sejak 2 Oktober 2019, persembahan ​Moxienotion dan Encore Films Indonesia​!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.