Setelah melanglang ke Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar, kini Japanese Film Festival (JFF) hadir pertama kalinya di Kota Pahlawan, Surabaya. Japanese Film Festival di Indonesia diselenggarakan sejak tahun 2016 oleh The Japan Foundation, Jakartaā, lembaga nirlaba di bawah pemerintah Jepang yang bergerak di bidang pertukaran budaya internasional.
Pada JFF tahun ini, empat belas film terbaru yang rilis pada tahun 2018 hingga 2019 hadir di layar bioskop di lima kota di Indonesia. Tiga belas di antaranya akan hadir di JFF Surabaya. Salah satu film Jepang yang tayang dalam film festival ini adalah film āBento Harassmentā, sebuah film keluarga yang bercerita tentang seorang ibu tunggal yang mencoba berkomunikasi dengan anak perempuannya melalui character bento (bekal makanan dengan bentuk karakter). Film ini merupakan kisah nyata yang diambil dari sebuah blog dan berlatar belakang di Hachijo-jima yang merupakan pulau vulkanik berjarak 287 km dari Tokyo namun masih termasuk prefektur Tokyo.
Japanese Film Festival untuk pertama kalinya juga memutarkan film Indonesia karya sutradara Riri Riza yang berjudul āHumba Dreamsā. Film dengan latar belakang Pulau Sumba ini ditayangkan perdana di Shanghai International Film Festival Juni 2019 lalu dan mendapatkan respon yang sangat positif. Film ini mendapatkan CJ Entertainment Award di Asian Project Market, Busan International Film Festival pada tahun 2017. Dengan penggambaran latar belakang yang mempesona hingga sorotannya terhadap isu-isu kompleks, āHumba Dreamsā menjadi salah satu film yang tidak dapat dilewatkan. Setelah pemutaran film āHumba Dreamsā, diadakan pula post talk bersama Bayu Prihantoro (Director of Photography). Kedua film tersebut beserta sebelas film menarik lainnya dapat disaksikan pada Japanese Film Festival 2019 di Surabaya yang akan diselenggarakan pada:
WaktuĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : 6 ā 8 Desember 2019
TempatĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : CGV Marvell City
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Jl. Ngagel No.123, Ngagel, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60246
Harga TiketĀ Ā Ā : Rp. 20.000.- / pemutaran film
Beragam genre film akan hadir dalam festival ini. Mewakili genre drama romantika akan hadir film āLittle Love Songā (Kojiro Hashimoto) yang terinspirasi dari lagu hits karya MONGOL800, dan film āA Banana? At This Time of Night?ā (Tetsu Maeda) yang diangkat dari kisah nyata. Disusul film animasi āChildren of The Seaā (Ayumu Watanabe) dengan visual dan musik menakjubkan yang akan menarik perhatian.Ā
āMasquerade Hotelā (Masayuki Suzuki) dan ā12 Suicidal Teensā (Yukihiko Tsutsumi) mewakili film bergenre misteri dan thriller dari JFF di tahun ini, dengan sejumlah aktor dan aktris kelas atas yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar film Jepang. Film āSamurai Shiftersā (Isshin Inudo) membawakan cerita sejarah yang menggambarkan Jepang dibalut dengan komedi yang mengocok perut. Kemudian, film āMy Dad is a Heel Wrestlerā (Kyohei Fujimura) dapat menjadi film pilihan yang cocok untuk disaksikan bersama keluarga. JFF juga membawakan āThe Fableā (Kan Eguchi) untuk mereka yang tertarik dengan film penuh aksi.
JFF kali ini menayangkan “We Are Little Zombiesā, sebuah film bergenre drama musik garapan Makoto Nagahisa yang memiliki estektik tidak biasa. Film tersebut telah mendapatkan penghargaan World Dramatic Special Jury Award untuk Orisinalitas di Sundance Film Festival, dan telah diputar di Berlin International Film Festival 2019, Buenos Aires International Festival of Independent Cinema 2019, Fantasia Film Festival 2019, dan Sitges ā Catalonian International Film Festival 2019. Selain itu, ada pula āDance with Meā karya Shinobu Yaguchi. Film komedi musikal ini pun telah mendapatkan Audience Award di Toronto Japanese Festival dan Audience Silver Award di Fantasia Film Festival.
Selain itu, JFF mendapat kehormatan untuk memutarkan film omnibus bisu āAngel Signā (Hojo Tsukasa) yang baru dirilis secara resmi di Jepang pada tanggal 15 November 2019. āAngel Signā merupakan proyek ambisius yang melibatkan berbagai pekerja kreatif dari seluruh dunia untuk berkolaborasi menciptakan maha karya ini. Film ini merupakan sebuah adaptasi dari lima komik yang memenangkan penghargaan dalam ajang kompetisi āSilent Manga Auditionā yang dibuat oleh para komikus di seluruh penjuru dunia. Masing-masing adaptasi disutradarai dan dibintangi oleh sutradara serta aktris dan aktor mancanegara, termasuk sutradara Indonesia, Kamila Andini, dan aktor, Teuku Rifnu Wikana, yang bermain bersama aktris muda asal Jepang, Yoshida Mikako, dan artis cilik Abigail.
Opening Japanese Film Festival di Indonesia:
Surabaya
06 Desember 2019
CGV Marvell City
Jl. Ngagel No.123, Surabaya
Registrasi: 17:30 Wib
Opening: 19:00 Wib
Film Pembuka: Bento Harassment
Line-up film di Japanese Film Festival Surabaya:
|
No |
Judul |
Sutradara |
Durasi |
Tahun Rilis |
|
1 |
Samurai Shifters |
Isshin Inudo |
120 menit |
2019 |
|
|
Bento Harassment |
Renpei Tsukamoto |
106 menit |
2019 |
|
3 |
Little Love Song |
Kojiro Hashimoto |
124 menit |
2019 |
|
4 |
My Dad is a Heel Wresler |
Kyohei Fujimura |
110 menit |
2018 |
|
5 |
Masquerade Hotel |
Masayuki Suzuki |
132 menit |
2019 |
|
6 |
12 Suicidal Teens |
Yukihiko Tsutsumi |
118 menit |
2019 |
|
7 |
Children of the Sea |
Ayumu Watanabe |
111 menit |
2019 |
|
8 |
The Fable |
Kan Eguchi |
123 menit |
2019 |
|
9 |
Dance with Me (Canāt Stop the Dancing) |
Shinobu Yaguchi |
123 menit |
2019 |
|
10 |
A Banana? At This Time of Night? |
Tetsu Maeda |
120 menit |
2018 |
|
11 |
We are Little Zombies |
Makoto Nagahisa |
120 menit |
2019 |
|
12 |
Humba Dreams |
Riri Riza |
75 menit |
2019 |
|
13 |
Angel Sign |
Tsukasa Hojo |
105 menit |
2019 |
Info pembelian tiket (Surabaya):
– Offline: Loket CGV Marvell City
- Online: Website cgv.id, Apps CGV dan Apps Partner CGV
*Tiket dijual mulai tanggal 4 Desember 2019
*Pembelian secara online & mobile apps akan dikenakan biaya admin
Selain pemutaran film, JFF juga akan menyelenggarakan diskusi dengan judul āMeracik Rasa dengan Mata: Diskusi Potret Makanan Melalui Filmā dengan menghadirkan dua pembicara. Salah satunya adalah Edwin, sutradara film yang meraih Piala Citra atas karyanya āAruna dan Lidahnyaā (2019). Ia juga mewakili Indonesia sebagai sutradara dalam film omnibus āAsian Three-Fold Mirror: Journeyā (2018) yang diproduksi oleh Japan Foundation Asia Center. Selain Edwin, hadir pula Yogi Ishabib, peneliti dan penulis buku āCity with Kampung Universeā yang diterbitkan di Belgia dalam gelaran Europhalia 2017. Ia juga sering menulis di beberapa media seperti Esquire, Jawa Pos, Clorous, dan lain-lain. Merespon Kota Surabaya yang populer dengan kulinernya, diskusi kali ini akan membahas tentang potret makanan sebagai komponen penting dalam sebuah film yang akan dimoderatori oleh Wimar Herdanto, seorang sutradara film dari Surabaya.
Diskusi Japanese Film Festival 2019 di Surabaya
TemaĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : Meracik Rasa dengan Mata: Diskusi Potret Makanan melalui Film
PembicaraĀ Ā Ā Ā Ā Ā : Edwin, Yogi Ishabib
ModeratorĀ Ā Ā Ā Ā Ā : Wimar Herdanto
Hari/ TanggalĀ Ā : Sabtu, 7 Desember 2019
PukulĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : 10.00 WIB
TempatĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : Midtown Hall 4, Lantai 1 (Midtown Residence Surabaya)
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Jl. Ngagel No.123, Ngagel, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60246
PendaftaranĀ Ā Ā Ā : http://bit.ly/diskusijff19sby
BiayaĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : Gratis dan terbatas
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan akses sosial media JFF:
InstagramĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : @indonesiajff
Facebook Fan pageĀ : Japanese Film Festival ā Indonesia
WebsiteĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : http://id.japanesefilmfest.org/
E-mailĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā : [email protected]
KAORI Newsline |Ā Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.

















