Setelah menjalani beberapa tahap close beta, akhirnya Mihoyo merilis game Genshin Impact untuk perangkat ponsel, PC dan juga PS4. Game yang hadir dengan “Open World” dan “Free to Play” sebagai sales pitch andalannya ini berhasil menarik perhatian saya yang cukup memantau perkembangan game ini sejak awal diumumkan hingga akhirnya dirilis. Adanya fitur “Cross-Play” antar perangkat baik PC, ponsel, maupun PS4 semakin menambah rasa penasaran saya.

Untuk menjawab rasa penasaran itu saya sempat beberapa kali mencoba mengikuti pendaftaran untuk tahap close beta. Namun karena beberapa close beta awal hanya difokuskan untuk perangkat ponsel dan PC saya agak urungkan niat saya karena memang saya sendiri tidak memiliki ponsel dan PC yang saya rasa mumpuni untuk memainkan game ini. Kesempatan itu akhirnya datang saat close beta terakhir akhirnya dibuka untuk PS4.

Sebenarnya saya sudah ingin menulis mengenai game ini sejak saya menjalani close beta di PS4. Namun pada saat close beta saya mengalami beberapa hambatan karena bug yang membuat saya hanya sanggup memainkan gamenya selama sekitar 8-10 jam saja. Selain itu saya rasa juga penilaian saya akan game ini tidak akan tepat jika saya tuliskan hanya dari memainkan saat close beta saja. Akhirnya di penghujung bulan September, game ini sudah secara resmi dirilis dan akhirnya saya bisa membuat ulasan ini dari game yang sudah dirilis secara utuh.

Kira-kira seperti inilah tampilan UI Genshin Impact di PS4
© All Rights Reserved miHoYo Limited

Disclaimer: Ulasan ini saya tulis dari sudut pandang saya yang bermain Genshin Impact di PS4, apa yang saya tulis bisa jadi berbeda dengan pengalaman bermain Genshin Impact di ponsel dan PC.

Narasi standar JRPG yang dipoles dengan Cutscene menawan

This slideshow requires JavaScript.

Mari kita mulai ulasan ini dengan membahas mengenai sisi cerita alias storyline dari Genshin Impact. Saat pertama kali membuka game ini pemain akan disuguhkan sebuah cutscene yang menampilkan sepasang kakak-beradik yang bertarung melawan kekuatan yang terlihat sebagai “the big villain”. Pemain kemudian diminta memilih salah satu dari kakak beradik tersebut untuk diselamatkan, yang kelak akan menjadi karakter utama pemain.

Cutscene pun berlanjut dengan adegan salah satu kakak beradik yang tidak dipilih menghilang dan karakter yang dipilih oleh pemain terdampar di sebuah pantai. Di pantai inilah pemain bertemu dengan sesosok makanan darurat pemandu perjalanan bernama Paimon yang akan memberikan tutorial dan mengantar pemain menjalani cerita dan petualangan di dunia Genshin Impact.

Sejujurnya bagi saya pribadi cerita yang ada di Genshin Impact terasa sangat generik. Berbagai formula umum yang muncul dalam narasi cerita game dengan genre JRPG adalah pondasi dari bangunan narasi dalam game ini. Cerita tentang seseorang yang terdampar di dunia yang asing, kehilangan ingatan, tetapi terpilih untuk memiliki kekuatan yang luar biasa yang harus membebaskan kota dari ancaman serangan monster adalah salah satu inti cerita yang ada.

Selain narasi besar di Main Story Quest, ada juga narasi-narasi kecil di tiap Side Quest. Jika pada Main Story Quest cerita sangat kental akan unsur fantasi, mitologi, dan konflik yang terjadi di dunia gimnya, cerita dalam side quest seringkali tampil dengan tone yang jauh lebih personal. Umumnya Side Quest dalam gim ini mengajak pemain untuk mengenal lebih dalam mengenai masing-masing karakter di gim ini melalui narasi yang sangat komikal.

Meski begitu kehadiran cutscene sangat membantu dalam penceritaan di gim ini. Cerita yang sekilas terkesan biasa saja bisa disampaikan menjadi menarik dengan cinematic cutscene yang memukau, lengkap dengan dubbing dari tiap karakternya. Bisa dikatakan bahwa gim ini sangat “cutscene-heavy”, setiap adegan cerita baik itu di Main Story Quest ataupun Side Quest sekalipun semua memiliki cutscene tersendiri.

Dunia Open World itu bernama Teyvat

This slideshow requires JavaScript.

Open World menjadi salah satu sales pitch utama dari Genshin Impact. Namun pengalaman saya bermain saat close beta dan saat sudah rilis resmi berkata lain. Premis Open World yang ada ternyata tidak terlalu Open World juga.

Konsep Open World yang hadir di Genshin Impact sangat terasa dalam hal eksplorasi dan petualangan saja. Sedangkan dalam hal tindakan dan pilihan yang dilakukan oleh pemain terasa tidak terlalu Open. Pemain tidak bisa mencuri item yang dijual oleh NPC penjaga toko, ataupun mengganggu kehidupan dan ketenteraman warga kota dan desa sekitar. Dalam berbagai quest ada percabangan dialog namun semua tetap bermuara di tempat yang sama, pilihan dialog tidak membuka percabangan narasi yang lebih besar.

Meski begitu tetap saja eksplorasi dan bertualang di dunia dalam game ini terasa sangat menarik, apalagi jika mengingat bahwa pada dasarnya Genshin Impact adalah gim Free to Play yang (juga) dirilis untuk perangkat ponsel. Pemain bisa berjalan di padang rumput yang luas, menyebrangi danau dengan berenang, atau berlatih untuk menjadi atlit panjat sosial tebing dengan mendaki tebing yang tinggi dan juga curam.

This slideshow requires JavaScript.

Pemain akan benar-benar menghabiskan waktu untuk berkeliling eksplorasi menjelajahi alam liar yang luas, setidaknya sampai menemukan poin untuk melakukan “fast travel”. Keterbatasan stamina untuk berlari dan tidak adanya moda transportasi selain Glider (yang tidak digunakan untuk terbang melainkan hanya untuk gliding saja) menyebabkan berjalan dengan jarak yang jauh terkadang terasa sangat melelahkan. Jika pemain memang sangat suka eksplorasi dan melihat pemandangan, berkeliling mungkin bisa menjadi hal yang menyenangkan. Namun jika pemain sangat berorientasi untuk menyelesaikan objektif dengan waktu yang cepat, fast travel akan menjadi teman baik anda.

Perpaduan elemen dan move-set menciptakan sistem pertarungan yang full action

Meskipun eksplorasi dalam game ini terkesan agak “monoton” bagi saya, namun ternyata sistem pertarungannya terasa tidak begitu monoton. Sebenarnya bagi saya pribadi Mihoyo sebagai pengembang terlihat sangat mengutamakan gameplay action dalam tiap gamenya. Lihat saja bagaimana Honkai Impact 3rd memiliki sistem pertarungan yang sangat kompleks, sangat jauh berbeda dengan gim RPG ponsel lainnya yang terkesan hanya sebagai “auto/idle game” saja.

Sistem pertarungan dalam Genshin Impact memiliki “feel” yang terasa tidak asing dengan Honkai Impact 3rd, di mana pemain harus melancarkan serangkaian serangan dan melakukan hindaran dengan timing yang tepat. Game ini benar-benar memiliki sistem pertarungan seperti gim genre Action RPG di PC dan konsol.

This slideshow requires JavaScript.

Elemen dan move-set dari tiap karakter menjadi kunci penting dalam pertarungan yang ada di sini. Masing-masing karakter memiliki elemen tersendiri dalam setiap serangan maupun move-set yang dimiliki. Maka dari itu sangat penting sekali untuk memperhatikan musuh yang dihadapi dan elemen apa yang tepat untuk melawan musuh tersebut.

Masing-masing elemen memiliki interaksi jika bertemu elemen lain. Misalnya, serangan elemen Pyro (api) akan memberi damage tambahan kepada musuh dengan elemen Cryo (es) dan memberikan status Melt kepada musuh tersebut. Musuh yang terkena air atau serangan ber-elemen Hydro dan mendapatkan status Wet bisa dibuat membeku jika pemain menyerangnya dengan serangan elemen Cryo. Ada elemen yang saling bertolak belakang, ada juga yang saling sinkron menciptakan efek tambahan. Mengetahui kombinasi interaksi antar elemen ini akan sangat membantu dalam pertarungan.

Susunan anggota tim (party) milik pemain juga perlu diperhatikan sebelum masuk ke dungeon atau melawan musuh tertentu. Di sini ada sistem switch di mana pemain bisa berganti karakter di tengah-tengah pertarungan yang sedang berlangsung. Hal ini sangat penting jika pemain berada di dungeon dan menghadapi musuh yang memiliki lebih dari satu elemen, atau jika pemain ingin memberikan damage bonus dengan mengombinasikan elemen serangan yang dilakukan.

Tidak hanya memiliki elemen yang berbeda, kombinasi serangan dan move-set yang dimiliki karakter pun berbeda. Secara garis besar move-set kombinasi serangan dipengaruhi oleh tipe senjata apa yang digunakan, terlepas dari skill yang dimiliki. Memahami move-set serangan ini juga bisa sangat membantu untuk berbagai pertarungan di situasi tertentu. Misalnya menggunakan karakter dengan senjata panah untuk menyerang musuh di kejauhan, atau menggunakan karakter dengan senjata pedang jika berhadapan langsung dengan musuh dari jarak dekat.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

1 KOMENTAR

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.