BAGIKAN

Oleh Shin Muhammad

Saya tergelitik ketika mencermati fenomena nginggris dalam kehidupan berbahasa sehari-hari di komunitas anime di Indonesia. Di KAORI sendiri, alhamdulillah hampir seratus persen komponen peraturan, kebijakan resmi, serta pengumuman, bahkan berita di Newsline ini pun disampaikan dalam bahasa Indonesia. Saya bukan ahli bahasa Indonesia, lulusan sarjana bahasa Indonesia, atau penghafal KBBI. Tetapi, kegelisahan akan gejala nginggris ini tidak hanya dirasakan saya semata.

Advertisement Inline

Apa sih nginggris itu? Menurut Remy Sylado dalam bukunya Bahasa Mencerminkan Bangsa, "NGINGGRIS adalah gejala suatu bangsa terjajah yang diliputi perasaan ragu, bimbang, dan tak punya konfidensi untuk berdiri sebagai bangsa berharkat dengan bahasa nasional, sehingga mereka merasa harus bercakap Indonesia dengan menyelang-nyelingkan kata-kata dan istilah, bahkan kalimat, bahasa Inggris, ke dalam bahasa Indonesia."  Penjelasan mudahnya: kebiasaan mencampuradukkan bahasa Inggris dalam kegiatan berbahasa Indonesia sehari-hari, atau menggantikan bahasa Indonesia itu sendiri.

Saya mengakui hidup saat ini tidak mungkin tanpa bahasa Inggris. Hampir seluruh anime dalam komputer kita menggunakan terjemah bahasa Inggris. Komunikasi dengan kalangan di luar Indonesia secara de facto menggunakan bahasa Inggris. Tetapi, menggunakan bahasa Indonesia dalam diskusi dengan teman-teman yang juga orang Indonesia adalah hal yang seharusnya dilakukan.

Bolehlah kita melihat bangsa Jepang, dan Perancis. Rasanya aneh kalau kita melihat komputer di negeri Jepang yang menggunakan perangkat lunak berbahasa Inggris. Dalam banyak anime, komik, maupun literatur seputar masyarakat Jepang pun terlihat jelas mereka sangat kukuh menggunakan bahasa Jepang. Apakah Jepang terpuruk? Tidak tuh, kalau ada anggapan memakai bahasa asli itu membuat suatu bangsa terpuruk, maka untuk kasus Jepang hal ini tidak berlaku.

Kita lihat di Indonesia. Siapa tidak asing dengan istilah download link, upload, post, thread, error, dan sebagainya? Tapi siapa yang paham (dan konsisten) menggunakan istilah tautan unduh, unggah, galat, dan sebagainya? Memang belum ada padanan pas (atau saya belum tahu?) untuk kata post dan thread. Tetapi untuk istilah yang sudah dikenal seperti unduh, sepertinya masih banyak yang ragu. Ironis karena yang banyak digunakan malah link donlod yang merupakan perubahan bentuk MD dari download link ke bentuk DM bahasa Indonesia yang dipaksakan. Kekurangan kosakata, hah?

Di situs jejaring sosial pun banyak di antara kita yang memutakhirkan status mereka dengan bahasa Inggris. Ada pula yang merasa bahwa terjemah anime berbahasa Indonesia itu sebagai hal yang menjijikan, kotor, dan merusak keindahan sebuah anime itu sendiri. Ada juga yang mengatakan sulihsuara dan lagu anime dengan bahasa Indonesia itu merusak esensi makna dan artinya, sehingga pantas dihapus dari layar kaca di negeri ini. Latah dan salah kaprah ini diikuti pula oleh pemerintah. Sekolah tingkat SMP dan SMA golongan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) ikut latah membudayakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Nah loh?

Bahasa Indonesia sesungguhnya adalah bahasa yang mudah sekaligus sulit. Mudah karena dapat dipelajari dalam satu minggu untuk bisa cuap-cuap dalam bahasa Indonesia. Sulit karena sangat rumit, baik dalam kaidah penulisan kata, ejaan, maupun penggunaan tanda baca. Hanya di bahasa Indonesialah bentuk kami dan kita dipergunakan (BKAS), yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan hanya sebagai we.

Kalau kita melihat kasus Jepang, seharusnya tidak ada keraguan bagi kita untuk berbahasa Indonesia sepenuh hati. Kita paham untuk meminta agar Yosuga no Sora dikerjakan oleh tim Eclipse harus menggunakan bahasa Inggris. Untuk mengirim pesan pada teman kita di saluran IRC yang tidak berbahasa Indonesia harus memakai bahasa Inggris. Tapi untuk memperbaharui status di jejaring sosial menggunakan bahasa Indonesia. Berdiskusi dengan teman yang orang Indonesia pakai bahasa Indonesia. Lalu menggunakan istilah yang ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Negeri Malaysia yang kita maki karena mengklaim budaya negeri orang pun bangga menggunakan bahasa Melayu.

Komunikasi di forum dan saluran IRC seharusnya menggunakan bahasa Indonesia, kalau si komunikan adalah orang Indonesia. Bagaimana kalau ada orang asing masuk ke forum? Baru kita layani dengan bahasa Inggris. Mengapa KAORI tidak go international? Karena KAORI itu sendiri artinya sudah "Komunitas Anime Otaku Rakyat Indonesia". Targetnya orang Indonesia!

Karena itu, aturan resmi dalam Newsline (ya, ini berbahasa Inggris) di KAORI Nusantara pun memakai bahasa Indonesia, termasuk untuk semua istilah asing. Di forum, BLU Ngawur Cipta Persada (seharusnya) menggunakan istilah tautan unduh untuk setiap pesannya. Newsline tidak menulis Jadwal terbit manga tetapi jadwal terbit komik. Newsline tidak menulis scanlation tetapi menulis pindai terjemah. Mengapa harus malu? Orang Jepang pun bangga berbahasa Jepang, kok. Lebih radikal lagi, KAORI menggunakan diksi yang tidak bersumber dari serapan asing. Supaya tidak nginggris, gitu loh!.

Acungan jempol dapat saya berikan kepada salah satu pengguna KAORI yang berinisiatif mengenalkan istilah BKAS yaitu Benerin Kalo Aku Salah sebagai pengganti CMIIW. Dalam penggunaan bahasa ragam ucapan, saya kira BKAS masih bisa diterima meskipun tidak termasuk ragam baku.

KAORI juga ingin menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Prefiks thread pun sebisa mungkin menggunakan bahasa Indonesia. Walau hal itu tidak mudah diwujudkan, mengingat KAORI sudah cukup besar (dan khawatir mengganggu sebagian kecil orang asing di KAORI). Penggunaan bahasa Inggris di KAORI pun jumlahnya juga jauh lebih sedikit daripada forum lain, karena adanya sejumlah kewajiban seperti sinopsis anime yang harus ditulis dalam bahasa Indonesia.

Meskipun artikel ini tidak ditulis dengan alasan Sumpah Pemuda, tetapi mari kita kembali ke esensi Sumpah Pemuda, poin ketiga. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Mari gunakan bahasa Indonesia dalam setiap bagian kehidupan kita sehari-hari.

Banggalah berbahasa Indonesia. Karena bahasa mencerminkan jati diri bangsa.

PS: bila tertarik mendalami masalah terkait bahasa Indonesia (saya yakin hanya 0,01% pembaca artikel ini yang akan melakukannya), situs ini bisa menjadi rujukan bagus. http://rubrikbahasa.wordpress.com/

BAGIKAN
Artikel sebelumnyaMerapi dan Mbah Maridjan
Artikel selanjutnyaTawaran Pelatihan Sulihsuara
Kevin W
Editor senior di KAORI Nusantara. Menikmati anime dan mengamati perkembangan transportasi Jabodetabek sejak 2007. Jurnalisme adalah kejujuran tanpa rasa takut.

9 KOMENTAR

  1. prefix trit menggunakan bahasa indonesia..??
    [Completed] jadi [Selesai]..?? :hmm:
    aku kurang setuju untuk semacam yang d atas..
    —–
    ps:
    Benerin Aku Kalo Salah,
    itu gag semuany bahasa Indonesia yang baik dan benar lho..
    slang juga, alias bahasa abak jaman sekarang.. :haha:

    • kan sudah dijelaskan…

      “Acungan jempol dapat saya berikan kepada salah satu pengguna KAORI yang berinisiatif mengenalkan istilah BKAS yaitu Benerin Kalo Aku Salah sebagai pengganti CMIIW. Dalam penggunaan bahasa ragam ucapan, saya kira BKAS masih bisa diterima meskipun tidak termasuk ragam baku.”

  2. untuk poin yang SBI saia stuju sekali …. kagak perlu embel2 skolah internasional n pake bhs inggris segala klo ujung2 nya muridnya pada ga ngerti , mndgan bikin sekolah yang menggunakan bahan / isi dari tiap mata pelajrannya setimbang dengan yang ada di luar negeri , bukan bahasa penyampaian tetapi materi isi nya

  3. Yosuga no Sora dikerjakan oleh tim Eclipse, siapa tuh yg minta:p

    Bahasa Indonesia sesungguhnya adalah bahasa yang mudah sekaligus sulit, apalagi klo memperhatikan EYD…

  4. “BLU Ngawur Cipta Persada (seharusnya) menggunakan istilah tautan unduh untuk setiap pesannya”

    :ngacir:
    masih blon kebiasa ama kata “tautan” jadi masih make “link” 😛

  5. Wuiihh… berat ini…
    terus terang untuk ku susah make bahasa Indonesia

    pertama soal expresi,
    karena 80% expressi yg ingin ku sampaikan g ada di pecakapan sehari-hari
    dan hanya ada di anime manga atau game yg notabene berbahasa Jepang dan Inggris
    maka aku g tau padan katanya dan expresinya di bahasa Indonesia. terutama klo masalah cinta… :D, soalnya expessi2 kata2nya kan jarang banget muncul di sehari-hari.. soalnya klo di katakan dalam bahasa Indonesia kan ‘malu’klo dalam bahasa lain kan lawan kata bisa saja g tau artinya jadi PD aja :p 😀

    akhir-akhir ini sie aku sudah mulai menghindari bilang kawaii untuk karakter cewek yg aku suka dan lebih memakai kata imut, manis, lucu

    • sip….
      sebenarnya sih masalah budaya… kalau kita mau bilang, ekspresi “prikitiew”, dan mungkin bahasa-bahasa gaul lain itu tidak ada padanan langsung dalam bahasa Jepang/Inggris. Saya merasakan sendiri pas menerjemahkan naskah dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang, kesan “humor Indonesia”nya jadi hilang 😛

  6. menurut saya fenomena ‘nginggris’ adalah salah satu fenomena yang sudah terjadi sepanjang sejarah indonesia, perlu dicatat bahwa bahasa Indonesia sendiri mendapat banyak pengaruh dari bahasa asing seperti bahasa Sanskerta, Arab, Belanda, Portugis, Jawa, Batak, dan Sekarang sedang marak bahasa Inggris. penggunaan kata yang ‘nginggris’ (serapan) disbabkan oleh tidak ditemukannya kata yang memiliki makna yang sepadan dalam bahasa Indonesia, tentunya bila orang ingin setia pada bahasa asli dalam penerjemahan (bahasa Inggris) akan menggunakan kata yang sesuai yaitu kata tersebut dalam bahasa aslinya.

    penggunaan kata serapan ini merupakan salah satu proses bahasa dalam berbagai masyarakat. saya tidak setuju kalau dikatakan Jepang tidak mengalami hal ini, karena pada kenyataannya di jepang banyak kata serapan yang digunakan (dan dituliskan dalam katakana). contoh dalam penggunaan kata download ダウンロード dan upload アップロード.

    dalam dunia komputer dan internet penggunaan bahasa inggris kebanyakan bertujuan untuk menghindari kerancuan dalam berbahasa, karena pada umumnya script program ditulis berdasarkan bahasa ingris. istilah seperti url, http, www, link dll ditulis berdasarkan bahasa Inggris, penggunaan bahasa indonesia tentunya akan menyulitkan pemahaman istilah-istilah tersebut, terutama bagi orang yang belajar pemrograman komputer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.