Opini: Siapapun Bisa Mengklaim Nomor Satu

0

DSC_2176

Pada 15 Januari lalu, situs Yaraon melansir data (yang tidak mencantumkan sumber) seputar anime tahun 2014 yang diklaim paling populer di luar Jepang.

Advertisement Inline

Dalam data tersebut, Ping Pong The Animation, Nozaki-kun, dan Mushishi menempati tiga teratas. Tetapi dalam menyikapi data ini (dan sebelum menjadi materi drama baru di internet), ada baiknya untuk meluangkan waktu untuk tabayyun akan data seperti ini, yang sedikit banyak cukup menggelitik dari segi jurnalistik.

Bila berbicara popularitas, tentu tidak bisa luput dari statistik dan metode penelitian. Pada berita yang dimuat KAORI misalnya, dijelaskan mengenai proporsi sampling yang dipergunakan oleh pengguna. Dalam kasus tiga puluh karakter anime teratraktif misalnya, disebutkan proporsi sampel dan jumlah yang diambil. Dalam hal ini Charapedia merupakan teladan yang baik karena memberikan komposisi seberapa besar partisipan (yang mengaku) pria dan wanita yang mengikuti jajak pendapat tersebut.

Kalau kembali ke jajak pendapat yang dilakukan oleh KAORI, pada pemilihan anime terfavorit (bukan terbaik!) versi pembaca, disertakan jumlah pemilih dalam jajak pendapat tersebut dan pemilihan yang dilakukan pada rentang dan jumlah sampel tertentu (selama 10-25 Desember dan melibatkan 315 responden) dan karena di sini berbicara mengenai pilihan favorit, berlaku prinsip tabula rasa di sini.

Akan tetapi untuk menilai dan memilih suatu anime (atau apapun) terbaik, secara akal sehat, tidak dapat dilakukan hanya dengan jajak pendapat internet belaka. Ini seperti memilih siapa presiden versi jajak pendapat lembaga survei yang dijagokan.

Berbicara soal memilih anime terbaik, sejatinya harus disertai dengan alasan yang rasional dan universal (tidak sekadar mengakomodasi satu fandom tertentu.) Pemilihan tidak dapat dilakukan hanya dengan sekadar poll-pollan atau ungkapan rasa suka-tidak suka, populer-tidak populer, elitis-wibu semata.

Saya salah satu staf yang mengutarakan pendapat berbeda (dissenting opinion) di internal redaksi KAORI dan dengan bangga menominasikan Sword Art Online II sebagai anime terbaik 2015.  Pendapat saya tentu menjadi bahan cela-celaan bahkan di kalangan internal staf sendiri (walau harus diakui saya memang suka dengan Sinon,) tetapi bahwa seri ini universal, jalan ceritanya mudah dimengerti tanpa harus terkesan klise, dan ramah bagi semua umur, menyebabkan saya merasa inilah anime yang akan lebih bisa diterima banyak orang. Setidaknya jauh lebih universal dan lebih mudah dicerna ketimbang Ping Pong Club atau NGNL.

Sekali lagi, pendapat tentu bersifat personal dan berlaku prinsip tabula rasa. Tetapi bilamana harus menggunakan sistem survei, setidak-tidaknya berusahalah untuk menyajikan data yang memiliki kredibilitas.

Lalu terkait dengan polling rilisan Yaraon tersebut (dan jajak pendapat lain termasuk yang diselenggarakan oleh KAORI), hendaklah survei-survei seperti itu tidak dianggap sebagai representasi pasar (pasar yang mana?) dan tidak menjadi bahan pembicaraan yang serius.

Dengan bersikap cerdas (dan kritis) dalam menganalisis data, hal ini tidak hanya mengurangi potensi drama-drama di internet (yang bermula dari membaca hasil klaim yang diterbitkan oleh situs-situs internet), namun juga mendorong situs-situs tersebut (termasuk KAORI) untuk lebih cermat dan teliti dalam memproses data yang ditampilkan pada publik.

Pada akhirnya, media hanya akan berinisiatif meningkatkan kualitas outputnya bila pembacanya cerdas; jadilah pembaca yang tidak kritis dan subjektif dan media akan mengikuti saja ke mana angin berhembus.

Kevin Wilyan

Artikel ini adalah pendapat dari sang penulis dan tidak berarti merefleksikan kebijakan maupun pandangan KAORI Nusantara.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.