Apa Sebenarnya Makna Dari Chiikawa the Movie?

Saya mengingat kembali lagu yang diputar saat credits film, dengan liriknya yang bercerita tentang pentingnya momen-momen yang kecil dan berharga di dalam hidup.

Saya mengingat kembali bagaimana saya menonton film ini dengan teman, menengok kiri-kanan dan tertawa ketika melihat muka kebingungan mereka. Memang adegan post-credits-nya cukup mengagetkan, tetapi serunya bercanda dan memproses apa yang kami baru saja tonton bersama-sama membuat filmnya menjadi dua kali lipat lebih menyenangkan.

Rasanya seperti kami baru saja melewati petualangan bersama di pulau seperti halnya Chiikawa dan kawan-kawan. Dan seperti mereka, rasanya bersenda gurau bersama orang lain walaupun masih ada perasaan tidak enak yang mengganjal, adalah kunci untuk dapat kembali ke rutinitas sehari-hari dengan senyum, setelah menghadapi masalah.

Semakin saya pikirkan, nampaknya hal inilah yang membuat Chiikawa amat digemari sebagai suatu karya. Walaupun kehidupan penuh dengan bahaya dan tantangan, walaupun seram, Chiikawa dan teman-temannya tetap hidup dan berbahagia. Mereka dapat mensyukuri apa yang mereka miliki, walaupun kecil. Terbukti pada ada klimaks film, dimana akhirnya terungkap pada penonton dan Chiikawa siapa sebenarnya pelaku yang memakan duyung dan memulai konflik. Namun apa yang terjadi cukup mengagetkan, dan mengingatkan saya pada film Wake Up Dead Man. Alih-alih mengekspos pelaku atau menuntut hukuman, Chiikawa memilih untuk berbelas kasih dan berempati pada pelaku, menyadari bahwa ada pertemanan yang perlu mereka lindungi. Berkat pilihan inilah, serta mengembalikan sisik duyung yang ia temukan ke laut seakan mendoakan mereka yang wafat, Chiikawa dapat mematahkan rantai balas dendam dan kembali ke kehidupan sehari-harinya yang damai.

Tetapi tidak begitu untuk pelaku, yang mendapat akhir yang cukup mengenaskan walaupun sudah bercoba bertindak untuk menyelamatkan diri dan para penduduk pulau. Kontras kedua ending tersebut hadir di film yang sama, walaupun kedua karakter sama-sama berawal dari niat yang baik. Kalau begitu, apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Chiikawa the Movie?

Mungkin itulah poinnya. Chiikawa the Movie, sama halnya seperti kehidupan, adalah banyak hal. Dan film ini meminta penontonnya untuk berpikir bagian manakah dari kehidupan yang sebenarnya lebih penting bagi kita. Apakah momen-momen bahagia dapat disebut demikian dan perlu dihargai karena hal sebaliknya lebih sering terjadi, atau apakah momen-moment tersebut ada dan tetap berharga walaupun kehidupan penuh tantangan dan momen kelam? Apakah Chiikawa adalah serial tentang kerasnya kehidupan yang terkadang dijeda dengan momen yang lucu dan menggemaskan, atau serial lucu dan menggemaskan yang tetap demikian walaupun terkadang ada hal menyeramkan yang terjadi di ceritanya?

Bagi saya, mungkin frasa yang sering disebut di internet kali ini benar-benar berlaku. Mungkin “Secret of Mermaid Island” yang sebenarnya bukan siapa yang salah atau siapa pelakunya. Mungkin “Secret of Mermaid Island” yang sebenarnya adalah “the friends we made along the way“.

Betul. Bisa jadi rahasia Mermaid Island yang sebetulnya dimaksud adalah restoran hidden gem milik Shimajiro (Tsuguo Mogami) yang menjadi teman Chiikawa, dengan kari Jepang pedas dan sup kerangnya yang enak. Semua tergantung cara kita melihatnya.

Chiikawa the Movie: The Secret of The Mermaid Island tayang di bioskop Indonesia mulai 28 Agustus 2026.

KAORI Newslilne | Ulasan oleh Caesar E.S.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.