Tak terasa perhelatan FFWS SEA 2026 Fall sudah berjalan selama dua minggu. Fase knockout turnamen Free Fire level Asia Tenggara ini akan memasuki fase kedua yang krusial, di mana format match-nya pada week 3 akan sedikit berbeda dan bisa langsung menentukan nasib tim-tim menuju babak Grand Final!
Pada week 3, 12 tim teratas yang bertengger di klasemen akhir fase Knockout FFWS SEA 2026 Fall akan bertempur lebih dulu di matchday Week 3 Day 1. Dalam setiap matchday pada pekan ini, dua tim teratas di klasemen harian akan langsung lolos ke babak Grand Final. Sedangkan dua tim di posisi 15-16 dan 17-18 berturut-turut akan mengisi dua slot kosong pada dua matchday setelahnya. Dua belas tim yang masih belum lolos ke Grand Final pada week 3 akan bertempur “non-stop” pada week 4 untuk memperebutkan enam tiket terakhir menuju Grand Final FFWS SEA 2026 Fall!
Menjelang week 3, Team Vamos dari Malaysia menjadi sorotan karena mereka berhasil membuat kejutan pada week 2. Kira-kira apa kunci keberhasilan mereka mendobrak puncak klasemen FFWS SEA pada pekan lalu?
Juan & Azriel IN = STONKS
Kehadiran dua pemain Indonesia, Juan dan Azriel di Team Vamos memberikan dampak baik untuk skena esports Free Fire di Malaysia. Bagaimana tidak, kehadiran mereka berdua justru malah membawa tim tersebut jadi pemuncak di week 2 day 2 dengan 113 poin dan mengantongi 2 Booyah! Berkat hasil ini, mereka bertengger di posisi 9 klasemen overall dan bisa langsung bertempur di fase kedua babak Knockout FFWS SEA 2026 Fall dalam matchday week 3 day 1 pada Jumat ini (28/8).
Walaupun Team Vamos tidak terlalu mencolok sebagai tim dari Malaysia, akan tetapi kehadiran mereka justru jadi ancaman bagi tim-tim Indonesia. Alasannya simpel, kehadiran duo Juan dan Azriel berhasil meningkatkan motivasi sekaligus menaikkan level gameplay mereka besar, sehingga mereka pun juga bisa mengejar tim-tim Indonesia.
RRQ Ady: Hadirnya Player/Coach Indonesia Memberikan Pengaruh yang Dalam
Coach RRQ Kazu, Ady mengatakan bahwa kehadiran player maupun coach Indonesia ke tim Malaysia membawa dampak besar dan mendalam. Menurutnya, mereka tidak hanya membawa sekedar skill mekanik saja, tetapi juga mempengaruhi mentalitas dan mindset buat pemain Malaysia.
Coach Ady juga menyebut cara berpikir pemain Indonesia dan Malaysia masih cukup berbeda, dan kehadiran pemain atau coach Tanah Air bisa mengubah banyak hal di dalam tim.
Coach Trii: Malaysia Tempat Ideal Player Indonesia untuk Lanjutkan Karir
Coach MBR Omega, Trii menyebut kalau dibandingkan dengan region lain, Malaysia memang menjadi tempat yang paling memungkinkan bagi pemain Indonesia untuk melanjutkan karirnya di skena esports Free Fire. Ada dua tantangan bagi talent Tanah Air jika ingin lanjut bermain di Negeri Jiran, yaitu faktor bahasa dan kekuatan liga karena menurutnya liga di region Indonesia berada di level lebih tinggal dibanding Malaysia.
Di sisi lain, Team Vamos juga sudah membangun fondasi timnya sejak musim-musim sebelumnya karena sebelumnya mereka memilih para pemain dan coach Indonesia yang tepat sesuai kebutuhan tim. Hasilnya pun semakin terlihat pada FFWS SEA musim ini.
Akankah, Team Vamos bisa langsung memberikan ledakan besar pada pekan ketiga fase Knockout FFWS SEA 2026 Fall dan langsung lolos ke babak Grand Final?
KAORI Newsline | Teks: Aldin F., Edit: Tanto D.



















