BAGIKAN

ng first

Sebagai adaptasi dari mobile social game tenar yang membawa nama seri idola yang bisa dibilang sebagai salah satu pelopor tren idol di dunia anime, Idolm@ster, banyak sekali yang diharapkan dari seri ini. Syukurnya, Idolm@ster Cinderella Girls mampu membawakan keajaiban seperti kisah  Cinderella yang ada di judulnya.

cg all

Advertisement Inline

Dalam 13 episode pertama dari seri ini (dimana episode 14 dan seterusnya akan ditayangkan Juli nanti sebagai split cour), penonton dibawa menyaksikan kisah 14 gadis anggota proyek idola dari produksi entertainment ternama 346pro, Cinderella Project. 14 gadis itu— Shimamura Uzuki, Shibuya Rin, Honda Mio, Anastasia, Nitta Minami, Kanzaki Ranko, Futaba Anzu, Ogata Chieri, Mimura Kanako, Jougasaki Mika, Moroboshi Kirari, Akagi Miria, Tada Riina, dan Maekawa Miku, dipandu oleh seorang produser tak bernama menuju tangga kesuksesan.

Aspek cerita dalam Cinderella Girls sebenarnya sangat biasa saja. Bahkan, beberapa drama seperti dalam pertentangan Mio dan sang Produser terkesan sangat dipaksakan dan membuat sebagian penonton membenci alih alih bersimpati pada karakter Mio.  Justru yang membuatnya menarik dibandingkan seri idola sejenis bahkan seri animasi pendahulu Idolm@ster sendiri adalah bagaimana para idola terbagi atas beberapa unit, New Generations, Love Laika, Rosenburg Engel, Candy Island, Dekoration, Asteriks, dan tiap unit memiliki episode khusus untuk mereka tentu dengan keunikan sendiri-sendiri. Unit ini juga terkadang berbeda total dari unit yang ada di gamenya sehingga membuat penggemar setia penasaran, idola manakah yang akan digabung dalam suatu unit yang sama.

cg finale 1
Semua anggota Cinderella Project dan Produsernya.

 

Ya, Idolm@ster Cinderella Girls tak lebih dari salah satu dari seri idola yang memfokuskan pada keimutan karakter perempuannya, dengan sedikit kesulitan maupun drama disana sini. Musim pertama ini terkesan masih seperti pengenalan perdana pada tiap karakter. Namun, bisa diakui kalau para penulis cukup mampu dalam hal ini dan sanggup membawakannya tanpa perlu jual pantyshot atau sebagainya. Karakter dan karakteristiknya dibuat menonjol, bahkan sang produser.

producer
Sang produser yang konon sepopuler idolanya di kalangan fans.

Salah satu yang banyak disukai dari adaptasi Idolm@ster pertama (765pro) adalah bagaimana mereka membuat peran seorang Produser relevan dan menjadi karakter yang dapat disukai tanpa harus menjadi seorang protagonis harem yang ‘terlalu dicintai’ oleh gadis di sekitarnya. Dalam Cinderella Girls, hal tersebut terjadi lagi dengan baik, tanpa harus membuat sang produser mirip persis dengan produser dari 765pro. Sang produser juga mendapatkan momen pengembangan karakternya sendiri, tentu dengan bantuan dari para idola di sekitarnya.

rankokawaii
Terbit solo sebagai Rosenburg Engel, Ranko memiliki 1 episode untuk dirinya sendiri.

Untuk karakter perempuan utama sendiri tentu mereka memiliki momennya sendiri-sendiri yang membuat kita mau tidak mau menyayangi setidaknya lebih dari satu karakter. Misalnya, bagaimana Uzuki selalu berpikiran positif, bagaimana Anzu yang malas menjadi senjata rahasia unit Candy Island, bagaimana Miku dan Riina yang berbeda total bisa menjadi duo MC terbaik di Cinderella Project, dan bagaimana Minami menjadi sosok kakak dan ketua dari semuanya.

cameo natsuki
Karakter Kimura Natsuki yang muncul sebagai cameo.

Namun hampir sama dengan animasi adaptasi game pengoleksi gadis sejenisnya, misalnya Kantai Collection, ada banyak sekali karakter gamenya yang hanya muncul sebagai cameo. Hal ini bisa menjadi poin minus bagi penggemar setianya. Apalagi beberapa karakter yang terbukti ketenarannya seperti Kaede menjadi tidak terlalu relevan pada cerita.

Sebagai anime idola, tentu saja tak afdol tanpa membicarakan musik. Komposisi lagu dalam seri ini enak didengar dan mudah tercantol di telinga. Setiap unit memiliki lagu sendiri yang kesannya berbeda-beda yang tinggal dipilih mana yang sesuai selera. Seperti Dekoration dan lagunya yang ceria dan penuh tenaga jika dibandingkan Rosenburg Engel yang lagunya bernuansa Gothic. Sementara BGM sendiri cukup cocok untuk nuansa dunia berkilauan yang digambarkan di Cinderella Girls.

Untuk mengakhiri review kali ini, penutupan musim pertama Cinderella Girls dibawakan dengan sesuatu yang seolah jadi ciri khas seri Idolm@ster; sebuah konser meriah, dan dengan animasi 2D yang memukau dan berkilauan. Seolah ingin bertemu lagi dengan penontonnya dalam keajaiban di musim berikutnya!

uzuki
Sampai bertemu lagi di musim berikutnya!

 

KAORI Newsline | Diulas oleh Aya Yuuhi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.