Digaji Lebih Rendah dari Masinis, Masih Mau Jadi Animator di Jepang?

0
Episode dorama Legal High menceritakan perseteruan perdata antara animator dan bos perusahaannya. (Junichi Matsukawa / Fuji TV)
legalhigh
Dorama bertajuk Legal High mengisahkan mengenai seorang mantan animator yang menggugat perdata sang sutradara studio anime fiktif Koharubiyori karena tekanan kerja yang sangat berat.

Berpikir bahwa pekerjaan menjadi animator adalah hal yang menyenangkan karena dapat melampiaskan hobi sambil bekerja? Pikir kembali.

Sebagaimana dilansir situs NHK, dalam survei yang dibuat oleh Asosiasi Pencipta Animasi Jepang (APAJ, Nihon animētā enshutsu kyōkai 日本アニメーター・演出協会), gaji seorang animator sangatlah rendah dibandingkan masinis kereta api di Indonesia yang hanya memerlukan ijazah setingkat SMA. Bahkan, besarnya tidak beda jauh dari uang saku mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa di Jepang.

Survei APAJ dilakukan pada 759 animator muda yang sebagian besar berusia 20 tahunan dan menemukan fakta bahwa seorang animator hanya mendapatkan gaji tahunan sebesar 1,1 juta yen, setara 91.700 yen per bulan (10,6 juta rupiah.) Gaji ini jauh lebih rendah dari karyawan tetap yang digaji 340 ribu yen (37 juta rupiah), masinis yang bekerja di PT Kereta Api Indonesia (8-13 juta rupiah), dan bahkan mahasiswa Indonesia yang menerima beasiswa Monbukagakusho sebesar 117 ribu yen (12,8 juta rupiah.) Tidak heran bila saat ini banyak masinis yang baru bertugas dua-tiga tahun namun bisa menenteng iPad terbaru.

Lebih parahnya lagi, kecil kemungkinan akan ada perbaikan kesejahteraan bagi para pekerja yang bekerja di sektor ini karena persaingan dengan studio animasi lain di Asia. Sebaliknya, semakin besar kecenderungan animator saat ini yang harus menerima dibayar hanya 1 juta yen per tahun.

Dari segi jam kerja, jadi animator di Jepang juga tidak bisa santai. Animator di Jepang harus bekerja sekitar 11 jam per hari. Bandingkan dengan masinis yang bekerja 7-8 jam. Beberapa waktu lalu, seorang animator di studio A-1 Pictures meninggal karena bekerja 20 jam dan keluarganya menggugat perusahaan tersebut secara perdata ke pengadilan.

Mengingat upaya yang begitu berat dengan gaji yang tidak sebanding, masih mau jadi animator di Jepang?

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.