BAGIKAN
KRL Bekasi-Jakarta Kota (Foto oleh Farouq Adhari)

Pada hari Rabu (8/7), PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengadakan acara Buka Puasa Bersama Komunitas di salah satu hotel dekat Stasiun Juanda. Acara tersebut dihadiri Direktur Utama, Direktur Operasi dan Pemasaran, Direktur Teknik dan jajaran manajemen lainnya.

Dalam acara tersebut, selain diisi acara buka puasa bersama, KCJ juga menginformasikan beberapa hal penting. Informasi yang diberikan bervariasi, dari pengadaan armada hingga fokus pekerjaan pada tahun ini. Sesi tanya-jawab juga dilakukan agar para peserta yang hadir bisa mendapatkan jawaban dan informasi yang akurat karena dijawab langsung oleh para jajaran direksi KCJ.

Direktur Utama PT KCJ, M. Nur Fadhilah saat memberikan sambutan dan jawaban pada sesi tanya jawab.
Direktur Utama PT KCJ, M. Nurul Fadhila saat memberikan sambutan dan jawaban pada sesi tanya jawab.

Fokus pertama yang diutarakan adalah mengatasi maraknya pelemparan batu ke KRL. Hal ini disampaikan kembali oleh Bapak Sudirmanto selaku Vice President (VP) Keamanan. KCJ telah melakukan sosialisasi dibeberapa lintas agar masyarakat mau menjaga dan menghindari tindakan yang bisa mengganggu perjalanan kereta. Sosialisasi ini dilakukan ke seluruh masyarakat serta menggunakan aparat desa dan media-media tertentu agar pesannya lebih mudah dipahami.

Bpk. Sudirmanto saat menyampaikan informasi mengenai keamanan kereta di Jabodetabek
Bpk. Sudirmanto saat menyampaikan informasi mengenai keamanan kereta di Jabodetabek
Advertisement Inline

Penambahan perjalanan KRL juga akan dilakukan KCJ. Sebelumnya, awal April 2015 pihaknya telah menambah perjalanan KRL dari 757 menjadi 877 perjalanan per hari, dengan penambahan 3 perjalanan KRL pada lintas Bekasi maka total perjalanan KRL Commuter Line saat ini menjadi 880 perjalanan per hari. Jumlah tersebut akan terus ditambah hingga akhir tahun 2015 dengan target 982 perjalanan per hari.

DSC_0137a
(Ilustrasi Foto oleh Farouq Adhari)

Perbaikan dan renovasi stasiun juga akan dilakukan. Tiga stasiun di lintas Green Line (Tanah Abang – Maja), yaitu stasiun Kebayoran, Parung Panjang dan Maja akan direnovasi seperti stasiun Palmerah. Renovasi ini juga dilakukan agar stasiun-stasiun tersebut bisa lebih steril dari “jalan tikus” seperti yang ditemukan di Stasiun Maja. Renovasi juga akan dilakukan di Stasiun Tanah Abang guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan penumpang yang semakin besar jumlahnya. Rencananya, dari Stasiun Tanah Abang akan dibuatkan jembatan penyeberangan orang menuju pasar Blok G. Selain itu, Stasiun Tanah Abang akan dibuat rekayasa guna mempermudah masuk dan keluarnya penumpang di stasiun.

Penambahan jalur KRL juga akan dilakukan. Lintas Blue Line (Bekasi – Jakarta Kota) rencananya akan diperpanjang sampai Stasiun Tambun karena proyek elektrifitas jalur di Stasiun Tambun sudah selesai, tinggal menunggu beberapa bagian yang memang harus segera diselesaikan. Lintas Green Line (Tanah Abang – Maja) juga rencananya akan diperpanjang hingga Stasiun Rangkasbitung, namun masih menunggu kesiapan dibagian kelistrikan.

KRL Bekasi-Jakarta Kota (Foto oleh Farouq Adhari)
KRL Commuter Line Bekasi-Jakarta Kota (Ilustrasi Foto oleh Farouq Adhari)

Dalam sesi tanya-jawab, PT KCJ juga memberikan informasi yang penting. PT KCJ menjelaskan, alasan jalur ganda dari Stasiun Parung Panjang hingga Stasiun Maja belum bisa diaktifkan karena bagian prasarana, dalam hal ini jalur kereta api diluar tanggung jawab PT KCJ. Namun, PT KCJ akan terus mendukung dan mendorong agar jalur yang ada segera digunakan. Selain itu, PT KCJ juga menjelaskan bahwa sistem perangkat lunak yang mengatur persinyalan di lintas Green Line sudah harus diganti agar sistem persinyalan yang ada dapat diubah sehingga mampu mengatasi permasalahan kepadatan dan keterlambatan kereta di jalur tersebut.

Direktur Operasional PT KCJ, Dwiyana Slamet Riyadi saat sesi tanya jawab.
Direktur Operasional dan Pemasaran PT KCJ, Dwiyana Slamet Riyadi saat sesi tanya jawab.

Salah satu peserta juga mengajukan pertanyaan perihal pembelian armada dari Jepang. KCJ menjelaskan bahwa mereka akhir-akhir ini membeli KRL dari perusahaan JR East karena hanya mereka yang menjual. Rencananya, pembelian KRL selanjutnya akan dibeli dari perusahaan Tokyo Metro. Pembelian KRL bekas dari Jepang ini juga dilakukan karena harga yang murah. Selain itu, PT. KCJ juga memikirkan harga tiket yang harus dibayarkan pengguna KRL bila membeli armada KRL yang baru. Peningkatan kualitas armada juga diutamakan agar waktu dinas armada tersebut bisa lebih panjang sebelum dilakukan Pemeriksaan Akhir (PA).

Direktur Teknik PT KCJ, John Roberto saat memberikan jawaban dari pertanyaan audience.
Direktur Teknik KCJ, John Robertho saat memberikan jawaban dari pertanyaan dari salah satu peserta acara.

KCJ juga akan meningkatkan personel Mobile Reader. Mobile Reader adalah petugas yang mengecek validitas tiket diatas kereta. Hal ini dilakukan karena ditemukannya penumpang yang melakukan tap out di stasiun Parung Panjang namun tetap melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Maja sehingga saldo berkurang lebih sedikit atau tidak terkena pinalti. Hal ini dilakukan karena adanya “jalan tikus” di stasiun Maja yang mempermudah penumpang untuk keluar dari stasiun tanpa melalui gate.

KCJ berusaha merealisasikan rencana-rencana tersebut setidaknya hingga akhir tahun 2015. Hal tersebut dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang Commuter Line yang hingga kini jumlahnya selalu meningkat.

KAORI Newsline | Fasubkhanali Ali dan Farouq Adhari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.