BAGIKAN
tn_in-pm-modi-pm-japan-abe-20151212
Sumber foto: Railway Gazette

Perjanjian pembangunan kereta api super cepat di India telah disepakati bersama antara Jepang dan India. Dikutip Railway Gazette, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melakukan kunjungan ke India selama dua hari sejak tanggal 11-12 Desember 2015 dan menghasilkan perjanjian pembangunan KA super cepat di India.

Pada tanggal 11 Desember, perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Kementerian Perkeretaapian India dan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang dimana mencakup keselamatan, rolling stock, pelatihan keahlian untuk pengembangan stasiun, sanitasi, sinyal dan telekomunikasi, elektrifikasi, sistem jalur, sistem kontrol kereta api dan mitigasi bencana alam.

Menurut MoU yang telah disepakati pada tanggal 12 Desember 2015, pembangunan KA super cepat akan dilakukan sepanjang 508 km yang menghubungkan Mumbai – Ahmedabad. Jepang akan memberikan pinjaman 50 tahun sebesar Rs790 Miliar atau sekitar Rp164 Triliun dengan masa tenggang (grace period) selama 15 tahun dan bunga 0,1%. Dalam perjanjian ini juga telah disepakati bahwa kereta yang digunakan mengadopsi teknologi Shinkansen dan Jepang akan memberikan pelatihan kepada staff perkeretaapian India tentang KA super cepat ini.

Advertisement Inline

Studi kelayakan untuk KA super cepat ini telah selesai sejak bulan Juli lalu. Studi tersebut dilakukan oleh Kementrian Perkeretaapian India bersama Japan International Co-operation Agency (JICA). Diperkirakan proyek tersebut akan selesai dalam waktu 7 tahun serta menghabiskan dana Rs976 Miliar atau sekitar Rp203 Triliun.

Pada bulan September, Kementerian Perkeretaapian India menyelesaikan tiga studi kelayakan untuk KA super cepat dari Delhi – Mumbai, Mumbai – Chennai dan Kolkata – Delhi. Studi kelayakan di jalur Delhi – Nagpur dilakukan melalui kesepakatan bersama antara pemerintah India dengan China.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.