Sang Patriot: Kisah Kepahlawanan Letkol Mochammad Sroedji

0

sang patriot

Tidak banyak komik Tanah Air terbitan baru yang menceritakan kisah nyata aksi heroik pejuang yang pernah hidup memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Kehadiran Komik Sang Patriot karya penulis Irma Devita ini jelas menjadi satu hal yang sangat bersejarah. Diilustrasikan dengan apik oleh Aan Budi Sulistyo dan diterbitkan oleh Penerbit Inti Dinamika Publishers.

10321002_775271362523179_904057958838184695_o

Setelah sebelumnya sukses merilis novel dengan judul yang sama, Irma Devita memang kembali menghadirkan kisah Letkol. Mochammad Sroedji dan Letkol. dr. RM Soebandi dalam bentuk yang lebih menarik. Bersama dengan rekan-rekan pejuang lainnya sejak masa pengabdian di Pembela Tanah Air (PETA), hingga terus berjuang bersama rakyat dalam mengusir penjajah sampai akhir hayatnya.

12227786_1039497479433898_640150599753759747_n

“Agar sejarah dapat dipelajari dengan mudah bagi generasi muda dengan tujuan agar menanamkan jiwa patriotisme dan cinta tanah air bagi para generasi muda,” sambut sang penulis sebagaimana dilansir dari Awan Jakarta.

12234983_1039425639441082_1334254690892428089_n

Komik ini sendiri dirilis dalam tiga bagian; Buku bagian pertama SANG PATRIOT, bagian kedua SANG PATRIOT Wingate Action, dan bagian ketiga SANG PATRIOT Hijrahnya Si Damarwulan. Menyajikan ulang rentetan sejarah perjalanan sang pahlawan dari kecil hingga wafatnya dalam kontak senjata melawan penjajah Belanda.

11921777_1008201032563543_3978189705155903306_n

Pembaca akan dibawa menjelajah waktu ke era perjuangan dan bisa mendapatkan gambaran betapa beratnya kemerdekaan bisa diraih. Bukan hanya bercerita tentang aksi pertempuran, namun juga turut menceritakan hal menarik lain yang bisa jadi sangat asing bagi orang modern saat ini.

11217163_1005763769473936_836173326406128517_n

Seperti contohnya, pembaca akan diajak untuk mengetahui betapa uniknya perjodohan di masa sebelum kemerdekaan. Menceritakan juga betapa beratnya proses gerilya bersama rakyat berikut reaksi emosional mereka dalam menghadapi masalah. Beberapa kelucuan juga ikut terselip mewarnai alur cerita. Kegeraman atas ulah penghianat akan ikut mengaduk perasaan pembaca.

Komik ini hadir meramaikan usaha para komikus lokal lainnya dalam menunjukkan eksistensi mereka.

Kelebihan komik SANG PATRIOT ada pada kisah yang diangkat. Semua karakter yang ada di dalam komik ini adalahdari semua pelakon sejarah yang benar-benar ada. Anak-anak akan mendapatkan alternatif pembelajaran sejarah lain dengan cara yang sangat menarik.

Pengorbanan seorang Sroedji

Sang Patriot sendiri dibuka dengan masa kecil Moch Sroedji yang lahir dari ibunya, Amni, yang cantik dan ayahnya yang pedagang bernama Hasan. Sroedji sangat sehat dan cerdas hingga membuatnya tidak kesulitan untuk bersekolah di HIS dan Ambactsleergang (setara dengan sekola teknik), yang mengharuskan muridnya memiliki strata sosial berdarah biru.

Berkat batuan pamannya, Pusponegoro, Sroedji berhasil mengenyam pendidikan yang setara dengan anak-anak Belanda dan para pejabat pada masa itu. Walaupun cerdas, namun Sroedji tidak mewarisi bakat sang ayahnya sebagai pedagang. Jiwa sosial sang pemuda lebih kuat daripada naluri berdagangnya.

Di pasar tempatnya berjualan itu pulalah, Sroedji bertemu dengan Mas Roro Roekmini Sroedji atau Rukmini, seorang wanita cantik dan juga pintar. Mereka pada akhirnya menikah. Demi pegabdiannya pada Sroedji, Rukmini rela melepaskan mimpinya untuk melanjutkan sekolah ke Universitas Leiden, menjadi seorang pakar di bidang hukum.

Meski begitu, kecerdasan Rukmini membantu banyak Sroedji yang sering bertukar pikiran dengannya saat membahas dinamika politik yang sedang terjadi baik saat masa pergolakan menjelang kemerdekaan, pendudukan Jepang, atau bahkan saat masa agresi Belanda, tidak lama setelah disepakatinya perjanjian Renville.

Rukmini memang kemudian harus berpisah dengan Sroedji yang bertugas ke luar kota untuk memimpin Batalyon Alap-alap. Ia dan pasukannya bergerilya dan hijrah menempuh ratusan kilometer menapaki hutan dan melalui pegunungan yang terjal agar terhindar dari kejaran Belanda. Rukmini tetap tegar, mengeraskan hatinya untuk melepaskan kepergian Sroedji pergi berperang.

Tak melulu adu lontar timah panas

Perjalanan kisah Sroedji dan Rukmini sendiri tidak selalu membahas pertempuran dan adu taktik dengan Jepang atau Belanda. Kisah ini juga mengangkat sisi lain dari seorang pejuang yang juga manusia biasa yang punya emosi dan kepekaan nurani. Ada sisi lain seperti persahabatan, kegigihan, kesederhanaan, pengorbanan, romantika asmara dan penghianatan yang terjalin apik dalam alur ceritanya.

karakter lain yang cukup mencuri perhatian dalam buku ini adalah Somad. Ia adalah seorang Komandan KNIL yang berhasil menyusup ke dalam barisan Batalyon Alap-alap. Kelicinan Somad, yang menyembunyikan jati dirinya membuatnya berhasil membocorkan satu persatu taktik dan rencana yang sudah disusun matang oleh Sroedji dan kawan-kawan.

Pembaca juga dibawa untuk merasakan betapa beratnya usaha Rukmini beserta anak-anaknya yang harus diselamatkan untuk bertemu dengan Sroedji. Kasihan, haru, dan kemudian berubah menjadi bersemangat akan dirasakan saat mengikuti alur cerita mereka.

Akhir kata, komik ini akan mengajak pembacanya untuk merenungkan betapa mahal harga yang harus dibayar, betapa pentingnya melanjutkan perjuangan mereka yang telah mengorbankan nyawa demi sebuah kemerdekaan.

Komik SANG PATRIOT. Komik Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Karya : Irma Devita.
Ilustrator : Aan Budi Sulistyo.
Penerbit : Penerbit Inti Dinamika Publishers.
ISBN : 978-602-14969-1-6

Sudah tersedia di beberapa toko buku tertentu atau dapat melakukan pemesanan melalui e-mail ke:
sangpatriot1945@yahoo.com.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.