Tapi siapa sangka, PLH yang dialami 6151F ternyata menjadi jalan bagi rangkaian 6181F untuk kembali beroperasi. 3 unit kereta 6181F yang aman dari dampak PL tahun 2008 digabungkan dengan 3 unit kereta dari 6151F yang juga selamat dari PLH. Akhirnya, pada akhir 2009 kembalilah rangkaian 6181F beroperasi dengan formasi 6 kereta yang merupakan gabungan dari dua rangkaian berbeda. Sementara itu, kabin 6188 yang sebelumnya ringsek dibangun ulang bersama kabin 6151 yang juga hancur dalam PLH, ditambahkan sisa 2 unit kereta dari 6181F yang selamat dan menjadi rangkaian baru formasi 4 kereta; dan pada akhirnya ikut dipanjangkan menjadi 8 kereta.

330956_313858145299284_1387520346_o
6181F dengan formasi 6 kereta, kembali beroperasi pasca PL sejak akhir 2009. (Foto pasca PA tahun 2011)
61814
Formasi rangkaian 6181F pasca PL, gabungan dari dua rangkaian
IMG_3136
Rangkaian 6151F, dengan kabin 6151 dan 6188 yang dibangun ulang

Tahun 2013, formasi rangkaian ini kembali dipanjangkan menjadi 8 kereta dengan menambahkan 2 unit kereta dari rangkaian “sempalan”-nya, 6217F atau yang dikenal dengan sebutan “Rakitan”. Rangkaian 6217F sendiri formasinya berkurang dari 6 kereta menjadi 4 kereta saja, sebelum akhirnya 2 unit kereta tengah turut dilepas dan hanya menjadi 2 kereta berkabin untuk diberdayakan sebagai pelangsir di Dipo KRL Depok.

IMG_1609
6181F setelah kembali berformasi 8 kereta, awal 2014
61816
Formasi rangkaian 6181F setelah kembali menjadi 8 kereta

Pada akhir 2014, rangkaian ini kembali diubah formasinya dengan pertukaran 4 unit kereta alias separuh rangkaian dari rangkaian 6161F. Ini dilakukan agar dalam rangkaian tersebut didapatkan 2 unit kereta dengan 2 unit DC-DC Converter (6156 dan 6166), dengan harapan pasokan kelistrikan untuk rangkaian dan AC akan lebih kuat dan beroperasi dengan baik.

DSC_2108
6181F dengan separuh rangkaian dari 6161F yang digabung sejak akhir 2014, demi kelistrikannya yang lebih baik
61817
Formasi rangkaian 6181F setelah bergabung dengan separuh rangkaian 6161F, sampai saat ini

Tahun 2015 seolah menjadi akhir dari kejayaan KRL seri 6000 eks-Toei di Jabodetabek. Usia pakai yang sudah melebihi ekspektasi serta hadirnya rangkaian-rangkaian KRL baru seri 205 dari JR East membuat posisi KRL seri 6000 harus tergeser. Populasinya pun berkurang secara perlahan dan pada akhirnya mengalami masa afkir pada tahun yang sama. Namun, masih ada satu rangkaian formasi 8 kereta yang tersisa dan dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Dialah 6181F!

Masa bakti rangkaian yang beruntung ini masih diperpanjang hingga direncanakan pensiun di akhir tahun 2016 ini. Di awal tahun yang sama, warna eksterior rangkaian ini diubah dari sebelumnya bercorak garis warna Biru dengan kombinasi Kuning, menjadi warna Merah dengan kombinasi Kuning ala KCJ yang meliputi bagian muka kabin dan garis samping bodi. Inilah warna terakhir yang akan melekat di tubuhnya sebelum benar-benar berhenti beroperasi untuk selamanya.

DSC_0966
6181F dengan warna baru khas KCJ, awal 2016. The last man standing of Toei 6000 series in Jabodetabek

Rangkaian ini telah menjadi salah satu rangkaian bersejarah dalam ranah KRL Jabodetabek. Berulang-kali ganti formasi dan bertukar separuh rangkaian, mengalami kecelakaan dan bangkit lagi hingga akhirnya menjadi satu-satunya rangkaian yang bertahan dalam serinya, hampir 16 tahun sudah rangkaian ini menjalani kehidupan keduanya yang penuh warna dan suka duka.

Tak ada yang tahu seperti apa jalan hidupmu kedepan. Tak akan selamanya mulus, jalan berliku dan titik terendah kadang harus kau lalui dalam menjemput kesuksesan. Ditengah kerasnya ujian kehidupan, sanggupkah engkau bertahan dan meraih kejayaan?

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.