Tikus “Biang Kerok” Padamnya Fukushima

0

Seekor tikus diduga menjadi penyebab terjadinya padam listrik di Pusat Pembangkit Listrik Fukushima yang sebelumnya rusak akibat tsunami kata perusahaan pengelola pembangkit itu, Tokyo Electric Power Co (Tepco).

Menurut Tepco tikus diduga menyebabkan terjadinya hubungan arus pendek pada sebuah papan kendali (switchboard), sehingga terjadilah pemadaman.

Padamnya listrik di pembangkit itu bisa menyebabkan terputusnya aliran yang dipakai untuk mendinginkan kolam pembangkit nuklir yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan kebocoran.

“Kami sangat menyesalkan menyebabkan publik khawatir, tetapi sistem sudah pulih kembali,” kata juru bicara Tepco Masayuki Ono seperti dikutip kantor berita AFP.

Dua tahun sebelumnya akibat gempa bumi besar tsunami terjadi dan listrik yang tidak berfungsi menyebabkan terjadinya kebocoran kolam pembangkit.

Masalah ini baru berhasil diatasi Desember 2011 dan krisis pada Senin lalu adalah yang pertama kali sejak saat itu dimana banyak fasilitas juga harus menjadi korban akibat pemadaman kata Tepco.

Terputusnya aliran listrik memutus pula pasokan listrik menuju sistem pendingin di reaktor 1, 3 dan 4 pada Senin (18/3) malam, meskipun reaktornya sendiri tidak terkena dampak.

Air yang dipakai sebagai sistem pendingin -namun masih sangat mengandung zat radioaktif- gagal berfungsi dan teknisi harus bekerja keras selama 30 jam untuk memperbaikinya.

‘Rawan’

Namun sistem pendingin akhirnya pulih kembali pada Selasa pagi kata Tepco.

Petugas menemukan bekas terbakar pada papan atur dan seekor tikus ukuran 15cm mati di dekatnya.

Tepco menunjukkan foto bangkai hewan ini di dalam unit papan aturnya.

Pengamat menyebut insiden ini menunjukkan betapa rawannya upaya penyelamatan Fukushima dua tahun lalu yang akhirnya menyebabkan terlepasnya radiasi ke wilayah sekitar.

KAORI Newsline | via BBC

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.