SHARE

reon

Kisah-kisah fiksi maupun game yang seringkali dibumbui kesempurnaan karakter, ajian-ajian tenaga dalam, dan ancaman bagi perdamaian dunia membuat sebagian dari kita menilai seperti inilah kondisi yang diperlukan untuk menjadi seorang pahlawan yang ideal. To be Hero mengajak kita untuk tertawa dan merenungkan kembali bagaimana seorang pahlawan tidaklah selalu ideal dan kekuatan super yang dimilikinya bisa jadi tidak se-super yang kita kira.

To be Hero menceritakan tentang kehidupan seorang ayah yang biasa dipanggil Ossan (paman) atau lebih akrab dengan panggilan dengan Papa. Papa memiliki pekerjaan yang cukup eksentrik sebagai salesman tempat duduk toilet duduk. Tangan dingin dan ketampanannya yang luar biasa menyebabkan Papa menjadi seorang salesman handal dalam bisnis “per-tempat duduk toilet duduk-an” tetapi juga populer di kalangan cewek-cewek.

Seperti pepatah klasik dari, tak ada gading yang tak retak, Papa juga memiliki sisi gelap sebagai seorang manusia. Pekerjaannya sebagai salesman sukses menyebabkannya lebih fokus terhadap bisnis daripada keluarganya, sedangkan ketampanannya menyebabkan dirinya lebih suka untuk menarik hati cewek-cewek cantik di luar sana. Hal ini menyebabkan sang istri meninggalkannya sehingga hanyalah putrinya, Min-chan, yang menjadi anggota keluarga satu-satunya yang masih bersamanya.

Ossan (papa) dan sosok misterius | ©2016 HAOLINERS/絵梦

Tema “Satria Piningit” ataupun juru selamat lengkap dengan ancaman besar bagi perdamaian dunia merupakan bahan pokok dalam sebuah kisah kepahlawanan pada umumnya. Namun, To Be Hero memberikan cara pandang yang sedikit berbeda walaupun masih berpegang pada “pakem” tersebut. Hal ini dimulai dari cara Papa memulai “debut”nya sebagai superhero yang bisa dikatakan nggak keren sama sekali dibandingkan superhero yang terkena radiasi sinar gamma, sinar kosmik, digigit (atau mungkin lebih tepat dimakan vampir) ataupun hasil berlatih sekian lama. Papa yang sedang buang air tiba-tiba tersedot masuk ke dalam toilet yang ternyata merupakan portal ke suatu tempat misterius. Di tempat misterius tersebut, Papa bertemu dengan sesosok pria yang misterius juga dan menjelaskan bahwa Papa adalah The Choosen One untuk melindungi bumi dari serangan alien yang akan segera datang.

Bukan stand bukan kanuragan, hanya perbandingan ketampanan setelah dan sebelum mendapat kekuatan | ©2016 HAOLINERS/絵梦

Hal menarik dan unik dari To be Hero adalah keahlian sutradara memasukkan nilai-nilai moral dan humanisme dalam anime “komedi absurd” yang bagi sebagian orang komedinya terasa vulgar dan “frontal”. To be Hero mengungkapkan secara tersirat permasalahan-permasalahan yang umum dihadapi oleh pria dewasa dan konteksnya sebagai ayah. Bentuk fisik Papa yang tidak menarik lagi ketika setelah mendapatkan kekuatan super memberikan gambaran perubahan fisik yang banyak dialami pria ketika berumur 30-40an tahun ke atas.

Hubungan Papa dan Min-chan menunjukkan perbedaan yang mencolok antara pola pikir yang berbeda jauh antara ayah-anak, pria-wanita, dan tua-muda. Figur Papa juga menyiratkan bahwa walaupun sudah menjadi tua, ada sifat kekanak-kanakan yang tidak bisa hilang dari seorang pria. Jiwa kekanakan Papa yang kadang muncul membuatnya lupa prioritas antara keluarga dan diri pribadi, di sisi lain tanggung jawabnya sebagai ayah dan tulang punggung keluarga menyebabkan timbulnya dilema antara keluarga dan pekerjaan.

Dilema moral sebagai manusia pada umumnya juga ditampilkan dalam beberapa episodenya seperti bagaimana usaha Papa mencegah tetangganya yang depresi dan ingin melakukan bunuh diri. Ketidaksempurnaan Papa sebagai manusia biasa melahirkan solusi yang efektif tetapi bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku umum, sebuah konsep greater good yang sering dihadapi dalam kasus dilema moral.

Di balik semua itu, sutradara konsisten menyatakan bahwa ini adalah anime komedi, mau seperti apapun drama, aksi, maupun konflik yang dibangun, sesedih maupun segenting apapun hampir selalu diberikan bumbu komedi di dalamnya. Sikap istiqomah ini bahkan ditunjukkan hingga humor penutup serial ini yang mungkin tidak terlalu lucu tetapi termasuk bagian paling menarik pada film ini.

Solusi permasalahan kehidupan tidaklah selalu ideal, keterangan lebih lanjut silakan kunjungi situs tercantum | ©2016 HAOLINERS/絵梦

To be Hero cocok bagi Anda yang menyukai cerita penuh makna tersirat ataupun komedi-komedi absurd frontal dan vulgar dengan sedikit bumbu drama dalam plotnya. Hal yang sedikit disayangkan adalah kualitas animasinya yang tidak memukau jika dibandingkan dengan karya-karya Makoto Shinkai (tehe~).

KAORI Newsline | oleh Adi WW | Penulis memiliki pengalaman selama 10 tahun dalam dunia klenik, militer khususnya angkatan udara, dan mengamati perkembangan komikus lokal berbakat nan bertalenta.