BAGIKAN
Bus Zhongtong LCK6180GC saat beroperasi di koridor 1 (Blok M - Kota PP) | Foto: Fasubkhanali

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akhirnya menunda penerapan sistem “One Man One Ticket“. Sistem yang mengharuskan setiap penumpang bus Transjakarta memiliki tiketnya masing-masing. Sistem ini sejatinya akan diterapkan pada 11 Januari 2017, namun akhirnya ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono memberikan alasan terkait penundaan penerapan sistem ini yaitu menunggu kesiapan dari para penumpang.

“Kami menerima aspirasi dari para pelanggan yang ternyata masih membutuhkan waktu untuk melaksanakan sistem one man one ticket. Akhirnya, kami memutuskan untuk menundanya,” kata Budi di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Per 11 Januari 2017, Transjakarta Berlakukan “One Man One Ticket”

Menurutnya, pengguna bus Transjakarta meminta waktu kelonggaran untuk penerapan sistem tersebut. Budi juga menjelaskan bahwa sistem penunjang “One Man One Ticket” ini juga telah siap.

Sistem “One Man One Ticket” ini mewajibkan para pengguna bus Transjakarta untuk memiliki e-ticketing sendiri. Sebelumnya, para pengguna bus Transjakarta dapat menggunakan kartu yang sama untuk Tap-In berkali-kali dan bisa menggunakan kartu yang berbeda untuk Tap-Out. Hal ini mempersulit sistem untuk membaca arah dan tujuan pengguna bus Transjakarta.

Sistem “One Man One Ticket” ini akan diberlakukan untuk mendapatkan data perjalanan pelanggan dan menentukan pola perjalanan. Dari informasi tersebut dapat dilakukan penyesuaian rute atau infrastruktur Transjakarta agar pelayanan kepada pelanggan lebih maksimal.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.