BAGIKAN

Internal Newsline hampir semua mengeluh: yang me-like banyak sekali tapi kok yang share sedikit sekali.

Padahal kualitas berita mereka bagus-bagus. Saya memuji staf Newsline yang bisa tetap produktif meskipun bekerja dengan fakir dana.

Tentu kita berharap staf Newsline bisa cepat-cepat gajian. Begitu pula staf forum yang meski tidak digaji, namun sudah menikmati fasilitas internal yang belum tentu forum lain bisa memberikan. Namun menuju agar bisa gajian itu perlu perjalanan sedikit berliku. Seperti men-start lokomotif yang perlu waktu berjam-jam namun bisa menyala berhari-hari nonstop. Sebelum dinas pukul 7, lokomotif sudah harus nyala jam 3 pagi!

Advertisement Inline

Hari Jumat lalu saya tidak sengaja bertemu dengan Rozy. Mimin web Animeindo yang banyak fansnya namun juga banyak lawannya. Bertemunya pun juga dalam kondisi sangat tidak sengaja.

Dalam pertemuan singkat ini, saya membahas beberapa hal dengannya. Seperti bagaimana web Animeindo bisa mencapai kesuksesan hanya dengan tiga tahun saja, lalu mengubahnya sebagai web profit yang kemudian bisa menjadi batu loncatan.

Memang terdengar tidak etis, namun berdasarkan apa kata Rozy, web Animeindo sudah bisa menghidupi dirinya sendiri. Saat ini Animeindo juga sudah mulai mendiversifikasi bisnisnya dan mulai membangun warnet.

Konten-konten bajakan, apa boleh buat memang menjadi ganjalan terbesar web Animeindo saat ini. Saya bisa merasakan rasa sakit yang ia rasakan saat sudah senang-senang menjadi media partner sebuah acara besar, kemudian karena ulah segelintir orang di internet, lantas tiba-tiba dicabut.

Namun Rozy tidak ingin terus hidup sebagai pendulang uang dari konten bajakan. Ia punya harapan juga agar bisa memasuki bisnis lisensi anime legal. Tentunya tidak bisa pakai nama Animeindo, namun bisa dengan memanfaatkan jaringan Animeindo saat ini.

Sehingga ia menyambut positif saat saya menawarkan untuk bergabung dengan Forum Anime Indonesia. Inilah kesempatannya untuk masuk ke bidang pelisensian anime legal.

Potensi Animeindo tidak bisa diremehkan. Situsnya peringkat 213 di Indonesia. Pengunjungnya mencapai 200 ribu orang per hari. Dengan jangkauan yang demikian besar, ini peluang emas. Tidak ada lisensor anime resmi maupun situs jejepangan lain yang punya basis pengunjung sebesar ini.

Sehingga, terlepas dari caranya yang kurang etis, saya respek dan bisa memahami strateginya. Kalau dimanfaatkan dengan benar, basis massa yang besar dan akar rumput ini akan sangat luar biasa, tidak hanya sekadar mengajak move on ke yang asli, namun juga untuk mendukung industri kreatif di Indonesia!

Dan berkat ngobrol dengan dia-lah akhirnya saya menemukan salah satu jawaban mengapa rendah sekali jumlah orang yang men-share berita KAORI di Facebook. Alasan yang sama seperti mengapa Animeindo pindah dari domain web dot id menjadi dot tv.

Mungkin karena persyaratan yang terlalu mudah sehingga domain web dot id banyak disalahgunakan oleh pengguna di internet. Mungkin ini pula kenapa kalau membagi tautan KAORI di Facebook, harus mengisi capcay. Mungkin pula ini alasan kenapa KAORI selalu ditolak oleh jaringan pengiklan daring!

Maka, inilah langkah kecil yang mungkin saja efeknya besar, bahkan luar biasa: memindahkan KAORI ke domain kaorinusantara.or.id. Semoga saja inilah jawaban yang sebenar-benarnya dan yang sehakiki-hakikinya!

Shin Muhammad
Administrator KAORI

BAGIKAN
Artikel sebelumnyaMovie Kedua Cencoroll Diumumkan
Artikel selanjutnyaVideo Promosi Hitsugi no Chaika Dirilis!
Kevin W
Editor senior di KAORI Nusantara. Menikmati anime dan mengamati perkembangan transportasi Jabodetabek sejak 2007. Jurnalisme adalah kejujuran tanpa rasa takut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.