BAGIKAN

IMG04905-20140417-1457

Si Unyil. Siapa yang tidak mengenalnya? Ya, Drama Boneka yang mengetengahkan kisah kehidupan seorang anak lelaki bernama Unyil memang begitu legendaris di Indonesia. Tayang perdana di Stasiun Televisi TVRI pada medio tahun 1981-1993, serial karya karya Drs. Suyadi atau yang lebih dikenal sebagai Pak Raden dan Perum Produksi Film Negara ini dengan cepat mendapat tempat di hati masyarakat pada zamannya dan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia. Saat ini, masyarakat masih bisa melihat Si Unyil dalam acara Laptop Si Unyil di Stasiun Televisi TRANS7.

15 April 2014 adalah hari bersejarah bagi Si Unyil. Setelah sebelumnya sempat terjadi sengketa mengenai masalah royalti, akhirnya Pak Raden dan Perum Produksi Film Negara (Perum PFN) telah mencapai kata sepakat dalam hal penanganan dan royalti atas Brand Si Unyil.

Advertisement Inline

Kesepakatan baru ini terjalin antara kedua belah pihak dalam Perjanjian Lisensi yang sudah ditandatangani bersama pada hari Selasa 15 April 2014. Atas dasar kesadaran kedua belah pihak yang ingin kembali menghadirkan karakter Si Unyil pada kehidupan anak-anak Indonesia saat ini dan di masa mendatang.

Perjanjian Lisensi yang telah disepakati antara lain : Pak Raden memberikan kepercayaan kepada PFN untuk mengelola hak ekonomi karakter Si Unyil selama sepuuh tahun.

Babak baru kesepakatan antara Pak Raden dan PFN ini otomatis akan membuka peluang untuk menghidupkan kembali Si Unyil dalam bentuk karya-karya kreatif.

unyil-pembukaan-640x426

Drama Boneka Si Unyil. Menjadi tontonan favorit pada masanya

Dalam Press Release yang diadakan di kediaman Pak Raden pada hari Kamis 17 April 2014, Dirut PFN Shelvy Arifin menyatakan bahwa anak Indonesia harus mempunyai role model dan akar yang kuat pada nilai bangsanya di mana karakter Si Unyil diharapkan bisa menjadikan media untuk menyakurkan misi tersebut. Ke depannya PFN akan mengembangkan Brand Si Unyil ke dalam bentuk media hiburan modern seperti Mobile Games, Boneka, Aplikasi, Operet, maupun ke dalam bentuk Animasi baik layar lebar maupun televisi. Sebelumnya memang sempat beredar kabar bahwa Si Unyil akan diadaptasikan ke dalam bentuk Animasi 3D. Dan sejalan dengan diselesaikannya sengketa atas Royalti Si Unyil antara pihak Pak Raden dengan PFN, kini proyek Animasi 3D Si Unyil tersebut akhirnya  sudah memasuki tahap Pra-Produksi dengan konsep dan desain awal dari Pak Raden yang di adaptasikan ke dalam bentuk modern dan disesuaikan dengan kekinian tanpa menghilangkan identitas asli Si Unyil itu sendiri. Diharapkan Animasi 3D tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat pada awal tahun 2015.

Dalam kesempatan yang sama, Shelvy Arifin juga percaya bahwa Si Unyil masih bisa diterima masyarakat Indonesia di masa kini dan masa mendatang. Dirinya juga siap untuk bersaing dengan karaker-karakter Animasi luar negeri yang sudah terlanjur mendapat hati di masyarakat. Diharapkan Si Unyil bisa menjadi alternatif tontonan bagi anak-anak.

Selain itu Si Unyil juga rencananya akan diintegrasikan ke dalam Media Sosial di mana nantinya masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan Si Unyil dalam media-media seperti Twitter, Line, dan media sosial lainnya dalam upaya untk menjadikan Si Unyil Sahabat Anak Indonesia. PFN juga akan membuka peluang sponsorship dan kerjasama dengan setiap stakeholder yang memiliki cita-cita sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Akhir kata, Pak Raden mengajak segenap bangsa Indonesia, baik dari presiden, kementrian / departemen, kalangan pengusaha, badan/ lembaga, sponsor, media, seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung PFN yang sebentar lagi akan menghadirkan Si Unyil dalam bentuk yang baru dan segar untuk pemirsa cilik yang semakin kritis di era digitalisasi. Jika cinta anak Indonesia, maka berbondong-bondonglah tanpa ragu menyeponsori “Si Unyil”. Marilah merayakan keindonesiaan dalam kampung bernama Suka Maju. Mari dukung Si Unyil generasi yang baru. Ujar Sang Maestro yang berjanji akan terus menggambar dan mencurahkan hidupnya demi anak-anak Indonesia dan dijadwalkan akan menyiapkan sejumlah buku pengenalan Wayang Orang dan Wayang Kulit bagi anak-anak ini.


HIDUPLAH KEMBALI “SI UNYIL” !
HIDUP ANAK INDONESIA!

KAORI Newsline | teks oleh Dody Kusumanto | Courtesy of Drs. Suyadi & Shelvy Arifin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.