BAGIKAN

Perhelatan konvensi anime terbesar se-Asia Tenggara, C3 AFA 2018 kembali digelar di Indonesia berserta dengan konser I Love Anisong. Tidak seperti AFA sebelumnya yang diselenggarakan di Jakarta, ICE BSD Tangerang menjadi lokasi penyelenggaraan C3 AFA yang ketujuh kalinya. ICE BSD juga menjadi lokasi penutup AFA di Indonesia yang telah eksis dari semenjak 2012.

Perhelatan C3 AFA tidaklah lengkap tanpa konser “I Love Anisong” yang menarik perhatian masyarakat terutama para penggemar anime. Menjadi puncak acara, konser “I Love Anisong” menghadirkan berbagai lini artis dalam kancah anisong atau yang biasa mengisi tema lagu anime. Artis yang tampil dalam C3 AFA 2018 di antaranya adalah Band-Maid, Megumi Nakajima, Konomi Suzuki, Mashiro Ayano dan TRUE. Ami Wajima yang batal tampil pada gelaran C3 AFA tahun kemarin juga turut memeriahkan konser “I Love Anisong” tahun ini.

Pada hari kedua konser, gate dibuka pada pukul 18.00 WIB tetapi antrian sudah ramai sebelum itu. Antrian cukup panjang sudah terlihat sejak pukul 17.00 WIB sebelum konser benar-benar dimulai pada pukul 19.00 WIB.

Advertisement Inline

Sebelum konser dimulai, dibacakan tata tertib selama konser berlansung seperti tidak boleh merekam dan membuat gaduh seperti moshing. Terlihat alat-alat band disiapkan di panggung menimbulkan dugaan para penonton bahwa yang akan menjadi pembuka  konser pada malam tersebut adalah artis grup band bergenre rock. Ternyata benar!, Setelah tulisan “Coming up next” menampilkan Band-Maid yang beranggotakan lima orang tersebut. Mereka adalah Saiki Atsumi sebagai vokalis, Miku Kobato sebagai gitaris sekaligus vokalis, Kanami Tono sebagai gitaris, MISA sebagai basist, dan Akane Hirose sebagai drummer. Kostum dengan konsep maid yang mereka gunakan tidak hanya membuatnya terlihat manis namun juga anggun, terutama yang dikenanan oleh Saiki dan MISA yang didominasi warna hitam.

Konser Band-Maid diawali dengan Intro dengan tema sirkus dilanjutkan dengan lagu berjudul “DOMINATION”. Lagu rock yang catchy dengan penggalan reff “helloo..helloo ,helloo helloo” membuat animo penonton semakin tinggi akan konser ini. Lightstick yang didominasi oleh warna merah mengiringi lagu pembuka tersebut. Lagu selanjutnya adalah “Dice” dengan pembawaan sang vokalis, Saiki yang begitu asik, seakan-akan penonton yang tidak hafal liriknya pun ikut mendendangkan melodinya. Tidak kalah asik, “alone” dalam album “Brand New Maid” menjadi lagu selanjutnya. Kali ini, Kanami Tono sebagai gitaris menampilkan aksi solo gitar dengan memukau. Kemudian lagu “carry on living” yang se-album dengan lagu “DOMINATION”, dengan judul album yang sama dengan lagu tersebut, makin menghidupkan suasanya konser tersebut. Pernonton dengan begitu bersemangat mengikuti alunan musik yang dibawakan dengan kompak oleh Band-Maid. Setelah lagu berjudul “Choose Me” dibawakan lagu, tiba lagu “start over” yang bernada lebih santai dibawakan. Suasana menjadi pecah ketika lagu  berjudul “FREEDOM” diawali dengan sorak-sorai “oi oi oi..” oleh penonton.

Setelah lagu selesai dibawakan, Miku Kobato menyapa penonton Indonesia. Sebagai mantan maid di salah satu cafe di Akihabara, dia menunjukkan kebolehannya dalam menunjukkan service ala moe-moe kyun dengan pesonanya yang manis, lalu meminta penonton mengulangi serangkaian “mantra”-nya. Tiga lagu terakhir “REAL EXISTENCE“, “Don’t you tell ME, dan  “the non-fiction days” dibawakan dengan baik sehingga membuat penonton bergemuruh.

Setelah Band-Maid, Megumi Nakajima kemudian naik ke atas panggung. Ia tampil membawakan lagu “What ‘bout my star?” yang membawa penonton bernostalgia dengan anime Macross Frontrier yang tayang pada tahun 2007. Dia lalu membawakan lagu pembuka dari Netjuu no Susume berjudul “Saturday Night Question” dengan nada yang catchy. Penampilan dari penyanyi  dan seiyuu kondang ini dihiasi dengan lightstick  berwarna hijau yang dialunkan dengan baik oleh penonton hingga lagu terakhir, berbeda dengan Band-Maid yang didominasi warna merah yang sangat nge-rock. Megumi Nakajima memberikan kesan tersendiri kepada penonton terutama penggemar beratnya, sampai-sampai ada penonton yang mengatakan bahwa menonton konsernya secara langsung merupakan salah satu achievement dalam hidupnya. Kemudian dia membawakan dua lagu tema pembuka yaitu  “TRY UNITE” dari anime Rinne no Lagrange dan  “Bitter Sweet Harmony” dari anime Sunoharasou no Kanrinin-san yang baru saja tayang pada bulan Juli 2018. Di sela penampilannya, dia menyapa penggemar Indonesia lalu bertanya kepada penonton, “Bahasa Indonesianya ‘oishii‘ apa?”. Penonton pun dengan kompak membalas “ENAAKK”,  kemudian dia meminta penonton mengikuti isyarat jari ala metal ke atas yang menujukkan bahwa malam ini akan menjadi malam yang keren. Empat lagu terakhir yang dibawanya adalah lagu pengisi anime Macross yaitu “Anata no Oto”, “Ao no Ether”, “Houkago Overflow” dan “Seikan Hikou”.

Artis selanjutnya, Konomi Suzuki tampil berapi-api dengan lagu “Redo” yang menjadi lagu tema pembuka dari Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu. Ini adalah penampilan keduanya di Indonesia dalam C3 AFA Jakarta. Kemudian dia membawakan tiga lagu terakhirnya yang tidak dibawakan di konser I Love Anisong sebelumya, yaitu “Choir Jail” lagu tema pembuka dari anime “Tasogare Otome x Amnesia” ,”Utaeba Soko ni Kimi ga Iru Kara” lagu tema pembuka dari anime “Lost Song” yang produksinya berkolaborasi dengan perusahaan penyedia konten asal Amerika Serikat, Netflix. Kemudian lagu keempat sekaligus terakhir adalah “There is a Reason”. Penampilan yang cukup singkat tapi membuat penonton puas dan terharu dapat melihatnya tampil kembali di Indonesia.

Ami Wajima tampil gemilang dengan membawakan lagu pertamanya yang berjudul “Eien Loop“. Sempat batal tampil pada konser AFA tahun lalu, dia pun memberikan penampilan terbaiknya dengan lagu “Kimi He“. Kemudian dia menyanyikan  lagu pembuka dari anime Mayoiga, “Gensou Drive” yang terasa emosional diikuti oleh lagu penutup dari  Digimon Universe:Appli Monster yang berjudul “AI” yang artinya cinta.
Setelah tulisan “Coming Up Next” di layar muncul nama Mashiro Ayano diikuti oleh sorakan penonton yang menantinya. Ia memanaskan panggung konser I Love Anisong dengan lagu pertamanya yang berjudul “Vanilla Sky”, lagu pembuka dari anime shooterGunslinger Stratos”. Masih dengan tema pembuka, kali ini lagu dari seri Gundam Seed yang bergenre pop-trance, “Believe”, dibawakan dengan indah. Penampilannya kemudian dilanjutkan dengan lagu penutup anime adaptasi orisinil “Re:CREATORS” berjudul “Newlook” yang hype penonton terhadap konsernya tidak kalah terhadap animenya sendiri. Tidak kalah emosional adalah lagu berjudul “Lotus Pain” dibawakan selanjutnya. Kemudian, soundtrack dari Grancest Senki berjudul “Shoudou” dibawakan dengan apik sehingga membuat penontonnya semakin bersemangat memainkan lighstick-nya. Lagu keenam yang dibawakan adalah “MATROSKA” yang masih se-album dengan beberapa lagu sebelumnya, yang diikuti dengan dengan “starry” dan “ideal white”. Setlist yang cocok untuk menghidupkan konser anisong yang mungkin akan menjadi yang terakhir kalinya di Indonesia.

Tidak lain dan tidak bukan, TRUE membuka penampilan pertamanya dengan lagu “Lonely Queen’s Liberation Party”. Penonton pun riuh-gembira saat lagu tersebut dibawakan dengan suara khasnya yang tinggi tapi merdu. Lagu tema pembuka dari “Buddy Complex”, anime mecha besutan studio Sunrise yang berjudul “Unisonia” menjadi lagu selanjutnya. Salah satu lagu yang diantisipasi oleh penonton yang bahkan baru mengenal lagunya pun langsung disambut dengan begitu meriah. Semakin keren, lagu selanjutnya adalah “Hiryuu no Kishi” dari anime Saijaku Muhai no Bahamut. Penonton semakin berapi-api ketika lagu ini dipedendangkan. kemudian diikuti dengan lagu “STEEL -Tekketsu no Hen”, “Dear answer”, “Divine Spell”.

Lalu tibalah lagu yang paling ditunggu-tunggu dari anime Violet Evergarden yaitu “Sincerely”. Penonton pun menyanyi bersama dan momen yang sangat berbahagia ini sulit untuk dilupakan. Sangat disayangkan penampilan TRUE harus berakhir dan Konser pada malam itu kemudian ditutup dengan lagu berjudul “DREAM SOLISTER” dari anime Sound! Euphonium.

Suatu malam yang tak terlupakan dari konser akbar yang diisi oleh artis-artis anisong di perhelatan anime terbesar se-Asia Tenggara, yang mungkin kita tidak bisa nikmati tahun depan. Setelah konser I Love Anisong berakhir, layar panggung pun menampilkan pesan apresiasi dari pihak AFA kepada para kalangan yang telah membantu terselenggaranya event ini. Video time lapse pun diputar, semenjak pertama kali AFA tahun 2012 sampai 2018 yang membuat penonton hening dengan perasaan bercampur aduk, mulai dari bangga telah menjadi bagian dari perhelatan ini sampai tidak rela menerima kenyataan bahwa mungkin ini adalah AFA terakhir kalinya di Indonesia, melebur dalam momen tersebut. Pada bagian akhir video tidak ada tulisan “See You Next Time”. Apakah C3 AFA tahun 2018 ini merupakan yang terakhir kalinya?. Mari kita nantikan kelanjutannya!

KAORI Newsline | Ditulis oleh Karim Ibrahim

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.