Review Film : Black Butler

0

Black Butler

Pada tanggal 28 Mei lalu, jaringan bioskop Blitzmegaplex memutar satu lagi film asal Jepang yang sangat ditunggu-tunggu. Film yang diputar kali ini adalah Black Butler, atau yang dalam bahasa Jepang nya akrab disebut Kuroshitsuji. Film live action ini diadaptasi dari manga karya Yana Toboso yang sebelumnya sudah diadaptasi menjadi 2 musim seri anime dan drama musikal. Di Indonesia sendiri, komik Black Butler diterbitkan oleh penerbit Elex Media Komputindo dan masih terus terbit hingga sekarang.

Film yang disutradarai oleh Kentaro Otani dan Keiichi Sato ini sebelumnya pernah ditunda penayangan nya. Hal ini berkaitan dengan pencarian sosok aktor yang akan memainkan peran sang butler legendaris yang muncul dalam film ini, yakni Sebastian Michaelis.

Cerita film ini mengisahkan dunia masa depan di tahun 2020 di mana seorang perempuan bernama Shiori Genpo (diperankan Ayame Goriki) yang terpaksa menyamar menjadi seorang pria bernama Kiyoharu Genpo karena hanya seorang pria yang dapat menjadi kepala keluarga Phantomhive dan menjadi pimpinan dari Phantom Corporation.

Pada masa itu dunia dibagi menjadi wilayah timur dan barat. Shiori yang bertindak sebagai seorang agen dari pemimpin wilayah barat mendapatkan sebuah tugas untuk melakukan investigasi terhadap beberapa  kasus kematian misterius. Dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi, Shiori dibantu oleh seorang pelayan iblis bernama Sebastian Michaelis (diperankan oleh Hiro Mizushima) yang pernah melayani leluhurnya, Ciel Phantomhive beratus tahun yang lalu. Namun, kesetiaan Sebastian tidaklah gratis karena Shiori harus menyerahkan jiwanya sebagai bayaran atas melakukan kontrak dengan iblis.

Dari segi kualitas visual yang ditampilkan, film ini cukup menarik untuk ditonton. Penggunaan berbagai efek CGI pada beberapa adegan berhasil membangung suasana ketegangan dari aksi yang ditampilkan. Selain itu, pengambilan latar di masa depan juga menjadi ciri khas sendiri. Karena seperti yang sudah diketahui sebelumnya, di komik maupun seri anime nya, Black Butler mengambil latar di Victorian Era (era dimana Inggris masih dipimpin ratu Victoria). Meski mengambil tema masa depan, namun unsur-unsur Inggris klasik terlihat kental di film ini dan bersatu padu dengan kemajuan teknologi di masa depan yang menjadikan daya tarik dari film ini. Selain itu, musik latar dari film live-action ini juga sangat mendukung dan berhasil membuat penonton merasa benar-benar melihat adegan yang ada di layar serasa nyata.

Meski pada awalnya banyak yang meragukan jika kepala keluarga Phantomhive harus diperankan oleh perempuan yang menyamar sebagai laki-laki, namun pada kenyataan nya, hal ini lah yang menjadi unsur penting dalam film live-action Black Butler ini. Karena pada dasarnya Shiori merupakan seorang perempuan, emosinya sebagai perempuan mampu membawa cerita dalam film ini menjadi lebih menarik. Berbeda dari pendahulunya, Ciel Phantomhive yang terlihat sedikit dingin, perasaan alami perempuan yang dimiliki Shiori Genpo mampu membuat cerita menjadi lebih mengalir.

Namun dalam film live action ini, terdapat beberapa adegan yang menampilkan kekerasan. Di beberapa adegan, terlihat jelas adegan berdarah yang mewarnai layar sehingga dapat membuat penonton yang kurang menyukai adegan kekerasan menjadi tidak nyaman dalam menononton. Dan perlu diperhatikan bahwa pendampingan sangat diperlukan untuk penonton yang masih di bawah umur dan tidak suka adegan kekerasan, karena terdapat adegan kekerasan yang muncul dalam film ini.

Antusiasme penonton saat pemutaran film ini pun cukup besar. Terlebih bagi para fans Black Butler yang kerap teriak histeris saat sang butler, Sebastian Michaelis tampil di layar bioskop. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh tim KAORI Newsline kepada beberapa penonton, mereka mengakui bahwa mereka sudah lama menanti rilis dari film live-action Black Butler ini. Selain mengangkat cerita Black Butler yang terkenal, antusiasme untuk menonton film ini juga karena kualitas para aktor yang memerankan film ini. Terutama peran Hiro Mizushima yang berperan sebagai Sebastian Michaelis.

Dan saat diwawancarai, para penonton juga berharap bahwa ke depannya, pihak Blitzmegaplex bisa membawa lebih banyak film maupun anime asal Jepang kedalam jaringan bioskop tersebut.

Anda bisa menyaksikan promo film ini di sini:

 

Saat ini film Black Butler masih diputarkan di beberapa gerai-gerai Blitzmegaplex di seluruh Indonesia. Cek jadwal-jadwal lengkap Blitzmegaplex di kota-kota anda.

Film Black Butler dibawa ke Indonesia oleh Encore Films Indonesia dan PT. Jive Entertainment.

KAORI Newsline | Teks oleh Rafly Nugroho

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.