BAGIKAN
Bowser kini jadi lebih cantik (sumber: twitter.com/takeshimaxfj)

Jagad dunia jejepangan di dunia maya pada minggu ini sedang diramaikan dengan tren populernya Bowsette, karakter Bowser versi “cantik”. Berawal dari “keisengan” seorang fan-artist di Twitter yang ingin “menyentil” fitur power-up baru bernama Super Crown yang akan muncul di game terbaru Super Mario Bros, kini para fan-artist hingga ilustrator/komikus profesional di berbagai media sosial beramai-ramai membuat ilustrasi sang karakter hingga saat ini.

Baca Juga:

Karakter Rekaannya Viral, Kreator Bowsette Kini Malah “Ngeri” Sendiri

Dengan semakin viralnya Bowsette di linimasa media sosial, pertanyaan pun mulai muncul di benak para fans seri game legendaris ini. Apakah Nintendo akhirnya akan “mengakui” Bowsette sebagai karakter resmi seri Super Mario Bros? Akankah hal itu nantinya akan membatasi kebebasan para fans untuk membuat berbagai fan-art sang karakter? Pertanyaan tersebut akhirnya melahirkan petisi di dunia maya yang dibuat oleh dua kubu fans dengan poin yang bertolak belakang.

Sumber: change.org

Petisi pertama berjudul Bowsette is Real ditulis oleh pengguna bernama Gabriel Rodriguez. Melalui petisi ini, ia mengharapkan agar Nintendo mau “mengakui” kepopuleran Bowsette dengan memasukkan sedikit detil sang karakter di game-gamenya, termasuk salah satunya sebagai trophy spesial di gim Super Smash Bros. Ultimate. Hingga artikel ini ditulis petisi ini telah ditandatangani oleh lebih dari 14 ribu orang.

Sementara itu, bagaimana dengan komentar dari kubu yang tidak mau Bowsette menjadi “karakter resmi”? Lewat petisi berjudul “Keep Bowsette Unreal” yang dibuat oleh komunitas yang menamakan dirinya “Stop The Fan-Art Destruction”, mereka khawatir bila kebebasan mereka dalam membuat fan-art sang karakter akan terenggut bila Bowsette akhirnya menjadi karakter “resmi” oleh Nintendo. Bila hal itu terjadi, para fans yang semula mendukung hal tersebut akhirnya akan balik melawan Nintendo. Mereka pun berharap agar Bowsette tetap menjadi karakter fan-art yang dapat dibuat dengan bebas oleh para fans lain. Hingga artikel ini ditulis, petisi ini masih ditandatangani oleh 377 orang.

Lalu, bagaimana dengan tanggapan para kreator profesional terhadap tren Bowsette? Melalui akun Twitter-nya, Hiro Mashima yang menjadi komikus serial Fairy Tail menghimbau para rekan-rekan kreator lain untuk berhati-hati dalam mengikuti tren-tren seperti ini. Mashima mengaku bahwa dirinya perlu izin dan persetujuan dari pihak penerbit, majalah komik, dan lainnya bila ia ingin membuat sebuah fan-art. Dalam kasusnya, ia khawatir bahwa fan-art buatannya bisa saja menyebabkan masalah yang turut menyeret pihak majalah komik dan penerbitnya di kemudian hari. Selain itu, ia juga menghimbau para kreator muda untuk berhati-hati agar tidak membuat masalah dengan para pemegang hak cipta dan pihak perusahaan tempat mereka bekerja.

Meskipun begitu, Mashima mengatakan bahwa kultur fan-art merupakan hal yang menyenangkan dan ia senang melihat berbagai fan-art dari karyanya. Mencoba ikut tren Bowsette dengan caranya sendiri, ia mengunggah ilustrasi karakter Acnologia dari seri Fairy Tail versi perempuan.

Terlepas dari persoalan seputar hak cipta dan kebebasan para ilustrator dalam membuat fan-art, banyak fans yang masih penasaran dengan tanggapan Nintendo seputar tren Bowsette. Dilansir dari situs J-Cast News, pihak Nintendo sendiri ternyata masih belum ingin berkomentar seputar hal ini.

Apakah Anda dengan para fans yang ingin Bowsette “diakui” Nintendo ataukah Anda lebih setuju dengan kubu fans yang tidak mau Bowsette “diakui” demi menjaga kebebasan dalam membuat karya derivatif? Silahkan berikan komentar Anda di bawah ini!

Baca Juga:

Ketika Aliga Semakin Manis dengan Bercosplay Jadi Bowsette

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.