BAGIKAN

Kisah Romeo dan Juliet telah menginspirasi berbagai media, baik film, buku, musik, bahkan sampai anime. Juliet of The Boarding School (atau Kishuku Gakkou no Juliet) bukanlah sebuah adaptasi kisah Romeo dan Juliet, melainkan sebuah serial manga yang mengambil inspirasi dari drama klasik ciptaan William Shakespheare tersebut. Bukannya sebuah drama-tragedi yang bertempat Kota Verona, Juliet of The Boarding School yang manga-nya digarap oleh Yousuke Kaneda adalah sebuah kisah drama-komedi romantis yang bertempat di sebuah sekolah asrama. Pada musim gugur tahun 2018, Kishuku Gakkou no Juliet diangkat menjadi sebuah anime oleh studio LIDENFILMS (Terra Formars, Arslan Senki) dan disutradarai oleh Seiki Takuno (Koi to Uso, Yamada and the Seven Witches). Manga Juliet of The Boarding School sendiri juga telah diterbitkan di Indonesia oleh penerbit m&c pada 3 Oktober 2018, 3 hari sebelum animenya tayang di Jepang

©Yosuke Kaneda/Kodansha/Kishuku Gakkou no Juliet Production Committee

Akademi Dahila adalah sebuah sekolah asrama yang siswa-siswinya berasal dari dua negara yang bermusuhan. Asrama “Black Dog” yang dihuni oleh siswa-siswi yang berasal dari Negara Touwa, dipimpin oleh Romio Inuzuka (Yuki Ono) dan asrama “White Cat” yang dihuni oleh siswa-siswi yang berasal dari Kerajaan West, dipimpin oleh Juliet Persia (Ai Kayano). Kedua kelompok tersebut selalu berusaha untuk mengalahkan satu sama lain, sampai-sampai tak jarang mereka adu jotos. Akan tetapi siapa sangka, Romio yang mengepalai kelompok Black Dog rupanya menyimpan perasaan kepada Juliet sang pemimpin White Cat.

Suatu hari, disebabkan oleh suatu kesalahpahaman Romio ditantang oleh Juliet untuk berduel pedang, hanya mereka berdua saja tanpa kehadiran orang lain. Saat itulah Romio memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Juliet. Tentu saja Juliet terkejut bukan main dan tidak percaya. Tetapi Romio berhasil meyakinkan Juliet bahwa perasaannya adalah nyata. Mereka berdua pun memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih, dengan catatan bahwa tidak ada yang boleh mengetahui tentang hubungan mereka. Jikalau sampai terbongkar, pastinya akan terjadi keributan besar di Akademi Dahlia dan reputasi mereka berdua akan hancur berantakan.

©Yosuke Kaneda/Kodansha/Kishuku Gakkou no Juliet Production Committee
Advertisement Inline

Kemudian dimulailah hari-hari Romio dan Juliet sebagai pasangan kekasih rahasia. Mereka harus menjalani hal-hal seperti festival olah raga sekolah, kencan di kota, festival musim panas, ulang tahun Juliet dan lain-lain. Romio juga harus berurusan dengan teman masa kecilnya, Hasuki Komai (Ayane Sakura) yang diam-diam menaruh hati padanya. Belum lagi teman dekat Juliet, Charteux Weslia (Yuu Shimamura) mengetahui hubungan Romio dan Juliet, tetapi bersedia tutup mulut apabila Romio mau menjadi pesuruhnya. Lalu tentunya mereka berdua harus tetap kelihatan bermusuhan di depan umum. Namun meski halangan dan rintangan terus menghadang, Romio dan Juliet tidak pernah menyerah untuk mempertahankan hubungan mereka.

©Yosuke Kaneda/Kodansha/Kishuku Gakkou no Juliet Production Committee

Melihat gambar promosi dan membaca sinopsis anime Juliet of The Boarding School dapat menyebabkan kesalahpahaman. Keduanya memberi kesan bahwa serial ini kemungkinan memiliki elemen harem yang mirip dengan serial seperti Nisekoi atau Haganai. Kenyataannya sangatlah berlawanan. Elemen-elemen harem, meskipun ada, bisa dibilang sangat minimal. Tanpa basa-basi, fokus utama dari serial ini adalah perkembangan hubungan terlarang Romio dan Juliet. Ada momen-momen di mana penonton mungkin berpikir akan terjadi kejadian-kejadian tipikal ala anime harem, seperti Hasuki yang sering mencoba menarik perhatian Romio dengan keindahan tubuhnya ataupun Charteux yang kadang menggoda Romio. Tetapi perhatian Romio selalu terfokus sepenuhnya pada Juliet tanpa terkecuali. Hal ini adalah nilai plus untuk Kishuku Gakkou no Juliet. Sangat menyegarkan melihat serial anime komedi romantis di mana sang tokoh utama lelaki yang tak mudah teralihkan perhatiannya ke perempuan lain.

©Yosuke Kaneda/Kodansha/Kishuku Gakkou no Juliet Production Committee

Karakter sampingan juga merupakan sebuah nilai plus dari anime Juliet of The Boarding School. Jumlahnya cukup banyak dan peran mereka juga beragam. Selain Romio dan Hasuki, dari asrama Black Dog ada tiga berandalan, yaitu Chizuru Maru (Tomokazu Sugita), Kento Tosa (Hosoya Yoshimasa) dan Eigo Kohitsuji (Hiro Shimono) yang sering menyebabkan keributan. Sementara di asrama White Cat, selain Juliet dan Charteux terdapat Scott Fold (Hiroshi Kamiya), tangan kanan Juliet yang sangat patuh pada tuannya. Begitu pula dengan Aby Ssinia (Shinnosuke Tachibana) dan anak buahnya yaitu Somali Longhaired (Eri Kitamura) yang bersaing dengan Juliet untuk menjadi pemimpin White Cat. Selain hubungan Romio dan Juliet, karakter-karakter sampingan inilah yang juga menjadi sumber drama dan komedi. Hal ini membuat interaksi antar karakter di anime Kishuku Gakkou no Juliet menjadi berwarna-warni.

Dari segi gambar dan animasi, Juliet of The Boarding School bisa dibilang sedikit tidak stabil. Ada beberapa adegan di mana animasinya kelihatan sangat bagus, tetapi ada beberapa adegan dengan animasi yang kualitasnya rendah. Meski demikian, adegan-adegan penting biasanya dianimasikan dengan baik, sehingga tidak akan mengurangi efek emosional yang diberikan. Desain karakternya juga cukup akurat jika dibandingkan dengan manga-nya. Dari segi musik dan suara, kualitasnya cukup bagus. Lagu pembukanya yang dibawakan oleh fripSide berjudul “Love with You” and lagu penutupnya yang dibawakan oleh Riho Iida berjudul “Itsuka Sekai ga Kawaru Made” lumayan asyik didengarkan. Selain itu serial ini dipenuhi pengisi suara-pengisi suara yang populer, baik perempuan maupun laki-laki. Kesimpulannya dari segi teknis dan produksi, serial ini cukup memuaskan.

©Yosuke Kaneda/Kodansha/Kishuku Gakkou no Juliet Production Committee

Pada akhirnya, Juliet of The Boarding School bukanlah suatu mahakarya yang setingkat dengan roman Romeo dan Juliet. Bahkan tidak ada yang bisa dibilang sangat spesial dari serial ini. Akan tetapi untuk sebuah tontonan ringan, serial ini sangatlah menghibur terutama bagi penyuka anime komedi romantis. Sayangnya adaptasi ini berakhir ketika kisahnya menjadi semakin menarik. Namun hal itu seharusnya tidak menghentikan siapapun untuk mencoba menonton serial ini, apalagi para penonton yang tertarik menyaksikan kisah Romeo dan Juliet tanpa basa-basi ala anime harem.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.