BAGIKAN
mboile legends

Mobile Legends: Bang Bang Professional League – Indonesia (MPL – ID) sudah menyelesaikan seluruh pertandingan di pekan ketujuh dan kedelapannya. Hampir sama dengan pekan lalu, minggu ketujuh masih menghadirkan kejutan – kejutan seru; seperti Genflix Aerowolf yang mematahkan win streak dari Rex Regum Qeon, melaju pesatnya tim-tim papan tengah, hingga tersungkurnya sang juara MPL ID Season 3, ONIC Esports.

Pada hari pertama pekan ketujuh, ONIC menghadirkan formasi roster yang berbeda dengan menggeser Udil saat bertemu Aura. Sosok Trust dipercaya menjadi figur pengganti Udil yang memiliki performa kurang memuaskan di beberapa pekan terakhir. Meskipun berimbang di awal pertandingan, ONIC menunjukkan performa yang loyo menuju tahap akhir pertandingan. Hal ini menjadi isu tersendiri di balik torehan poin ONIC yang tidak berubah. Aura Esports memimpin pertandingan dengan skor 2-0 lewat aksi Kaja dari Darkness yang memukau.

Advertisement Inline

ONIC kembali menelan pil pahit di gelaran MPL ID S4 ketika menjamu Bigetron Esports. Perlu diketahui bahwa Bigetron, Alter Ego dan Aura menjadi tim penghuni papan tengah di pekan ke-5 dan ke-6. Perputaran klasemen yang dinamis menempatkan sang juara MPL ID S3 harus “setara” dengan Bigetron Esports yang memiliki beberapa roster anyar. ONIC Esports yang sangat memimpin pertandingan mengalami blunder setelah nekat menginisiasi Lord di kala Bigetron masih dalam kondisi prima. Bigetron mendapatkan Wipe-out dan langsung menargetkan base ONIC secara mudah tanpa gangguan. Torehan buruk memperpanjang rentetan kekalahan ONIC sejak tumbang melawan EVOS Esports di pekan ke-5 lalu.

Pertandingan papan bawah juga terjadi di pekan ketujuh MPL ID S4 lewat partai Geek Fam melawan Genflix Aerowolf. Meskipun hasil dari dua tim ini sudah bisa dipastikan namun keduanya masih menunjukkan gaya permainan yang atraktif dan ngotot. Lagi-lagi Aerowolf menelan kekalahan meskipun menyandang status runner-up MSC 2019 dan MPL ID S3.

Berbeda cerita dengan ONIC, salah tim favorit MPL ID S4, RRQ mampu menundukkan permainan Bigetron Esports yang cukup rapih di pekan ketujuh ini. Hexaz0r dan kawan-kawan belum mampu menundukkan gaya bermain Lemon yang fleksibel dengan roster yang produktif. RRQ seakan menunjukkan strategi “latihannya” dengan menggunakan salah satu hero terbaru Mobile Legends, yaitu Marsha. RRQ bahkan cukup mendominasi 2 game pertandingan mereka melawan Bigetron. Di game pertama, RRQ membantai Hexaz0r dan kawan-kawan dengan skor 12-4. Demikian juga di game kedua, sang juara MPL ID S2 menekuk Bigetron dengan dominasi kuat di menit 10:58 (22-4).

Hasil yang mengejutkan juga ditunjukkan oleh Genflix Aerowolf setelah menundukkan Tuturu dan kawan-kawannya. GFLX bahkan berhasil mengamankan game pertama dengan cukup dominan. Meski sempat menyamakan kedudukan di game kedua, RRQ harus rela menerima hasil akhir dengan poin 21 untuk GFLX. Namun demikian, RRQ tetap bertengger di peringkat dua klasemen sementara sampai pekan ketujuh berakhir.  

EVOS Esports sendiri menjadi satu-satunya tim yang tidak menelan kekalahan selama gelaran di pekan ketujuh. Meski berhadapan dengan Aura Esports yang tampil memukau di hari Jumat (4/10), namun YAM dan kawan-kawan dibuat mati kutu dengan gaya permainan agresif dari Donkey dan Luminaire. Kemenangan ini memantapkan posisi sang Harimau Putih di puncak klasemen MPL ID S4 sementara.

Kans positif yang diamankan di pekan keenam mampu diamankan Alter Ego. Tim ini tampil cukup kesulitan melawan tim juru kunci MPL ID S4. Gerak sengit Celiboy terus diperhitungkan oleh armada Geek Fam. Penampilan InstincT sebagai ide dan kunci permainan terbukti membuahkan hasil. Doyok yang sempat absen selama beberapa pekan pun menunjukkan kualitasnya sebagai pemain penting dengan permainan Esmeralda-nya. Geek Fam yang mencuri poin di game pertama dipaksa mencicipi kualitas permainan tim yang menumbangkan tim papan atas MPL ID S4. Lewat aksi sang Rising Star, Celiboy, armada Alter Ego memimpin dominasi dan melanjutkan tren positif dengan kemenangan 2-1 melawan Geek Fam.

Perjalanan panjang tim-tim Mobile Legends terbaik tanah air sukses menyusun rangkaian klasemen terakhir yang dinamis sebelum menuju ke babak Grand Final MPL ID Season 4 yang akan dibuka secara gratis dan banjir diamonds untuk para penggemar Mobile Legends di Tennis Indoor Senayan pada tanggal 26-27 Oktober 2019.

Meski di penghujung pekan, animo para pecinta dan fans Mobile Legends kian tinggi dan memadati MPL Arena (XO Hall Markas). Tidak heran, berbagai pertandingan penentuan tersimpan di pekan kedelapan MPL ID S4 Regular Season.

Partai “El Classico” dari EVOS dan RRQ, melesatnya Alter Ego bersanding dengan tim-tim papan atas, dan pertaruhan gengsi ONIC Esports menuju Grand Finals MPL ID Season 4 membuat pekan terakhir kompetisi esports paling dinamis di Indonesia terlalu menarik untuk dilewatkan.

Pada hari pertama pekan kedelapan, pertarungan Alter Ego melawan Bigetron Esports menjadi hidangan pembuka memukau dengan pertarungan sengit di tiga laga. Celiboy dan kawan-kawan dibuat kesulitan dengan permainan agresif dari Bigetron. Beberapa momentum krusial memang sempat dimanfaatkan dengan baik oleh Bigetron namun perlawanan yang diberikan belum cukup untuk menumbangkan Alter Ego yang berhasil menekuk EVOS di dua kali pertemuannya.

Celiboy kembali menjadi bintang dengan permainan Lunox memukaunya dan menutup skor 2-1 untuk kemenangan timnya. Di hari berikutnya (12/10), Alter Ego kembali mendapatkan perlawanan dari armada naga, Aura Esports. Tim berlogo naga itu kembali menunjukkan gaya permainan yang  mengecewakan setelah kekalahan keduanya kontra Genflix Aerowolf di hari sebelumnya. Pasalnya, Darkness belum mampu memberikan inisiasi sempurna dalam membuka pertempuran dengan baik. Alhasil, dominasi dari duet Celiboy-Maungzy semakin tak terbendung dan memupuskan asa kemenangan Aura.

 

Aura sendiri tampil kurang meyakinkan di beberapa pekan terakhir. Meski berhasil menumbangkan ONIC di pekan ketujuh, performa YAM dan kawan-kawan terbukti tidak konsisten saat berhadapan dengan tim-tim lainnya.

Kido dari GFLX tampil selayaknya sang runner-up MPL ID S3 dan MSC 2019 di pekan terakhir MPL ID S4. Namun sayang, GFLX yang telat tampil panas harus puas di peringkat ketujuh dan kehilangan kesempatan untuk lolos ke babak playoff. Inilah kali pertama Aerowolf tak berhasil masuk ke babak playoff sejak Season 2, pasca mengakuisisi para pemain NXL yang jadi juara Season 1.

Berikutnya, ada pertandingan yang tidak kalah panas. Sang juara MPL ID Season 2 berhadapan dengan juara MPL ID Season 3. Siapa lagi kalau bukan RRQ melawan ONIC Esports. Pertandingan ini seakan menjadi kesempatan armada ONIC untuk menyelamatkan gengsinya setelah babak belur selama beberapa pekan terakhir. Sayangnya, pil pahit pun kembali ditelan, ONIC memperpanjang kekalahan beruntunnya di tangan RRQ. Sang juara MSC 2019 ini seakan pasif dan mati kutu dalam segala inisiasi saat beranjak ke mid game. Konsistensi dan strategi menjadi PR besar yang harus dibenahi tim berlogo landak tersebut menuju ke babak playoff. Untungnya, ONIC berhasil sedikit menghibur diri saat menuai kemenangan di pertandingan terakhir mereka melawan GFLX.

Kawan Genflix di dasar klasemen, Geek Fam, mencatatkan kemenangan manis melawan Bigetron Esports. Doyok yang absen hingga pekan keenam kembali menunjukkan permainannya yang layak diacungi jempol. Mungkin Doyok bisa memberikan hasil yang berbeda buat tim ini andai saja dimainkan dari awal musim. Melihat perjalanan sebelumnya yang berangkat dari E8 Critical (S1) dan SFI Critical (S2 dan S3) sebelum menjadi Geek Fam, musim ini jadi yang pertama kalinya bagi Joker dan wongcoco melewatkan babak playoff.

Hidangan utama yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari Minggu (13/10) adalah partai kedua El Classico yang sebelumnya terjadi di pekan pertama. Pertandingan antara EVOS melawan RRQ kali ini kian panas dan menegangkan karena keduanya berhasil kembali memukau para fans MLBB setelah sama-sama terpuruk di Season 3. EVOS Esports bahkan seolah punya kutukannya sendiri dengan MPL ID. Meski rosternya selalu bertabur bintang di tiap musim, tim harimau putih tersebut berhasil tembus ke babak final MPL ID (Season 1 dan 2) namun dua kali juga mereka gagal menjadi juara. Kutukan itu pun seakan kian nyata setelah posisi bontot mereka di MPL ID Season 3 yang lalu.

RRQ sendiri sedikit lebih baik dari torehan trofi. Setidaknya, Lemon dan kawan-kawan sudah mengantongi gelar juara MPL ID saat Season 2. Sejarah panjang dua tim Mobile Legends paling populer dari Season 1 ini sukses memadati MPL Arena hingga luar halaman.

Pertandingan pertama dibuka dengan kemenangan mengejutkan EVOS Esports. Pasalnya, agresi dan strategi EVOS di early game mampu dimentahkan oleh RRQ yang tampil impresif. Namun Rekt tampil sebagai kunci kemenangan dengan permainan Claude yang licin. Beberapa percobaan penculikan dari RRQ terus digagalkan oleh mantan pemain Bigetron tersebut.

Puncaknya, Rekt yang menjadi MVP berhasil memberikan wipe-out sekaligus menutup pertandingan pertama. Namun bukan El Classico bila pertandingan berjalan monoton, RRQ mampu menyamakan kedudukan lewat permainan agresif Xin dengan Gusionnya. Kali ini Claude dari Rekt dibuat tak berdaya dengan burst damage Gusion dari Xin. Hasil ini memperpanjang pertaruhan gengsi antara kedua tim.

Permainan manis kembali ditunjukkan sang pemuncak klasemen di game ketiga. Esmeralda dari Lemon menjadi santapan pembuka sang Harimau Putih di pertandingan ketiga. Kondisi gold dan XP yang timpang membuat RRQ semakin kesulitan menyeimbangkan permainan. Di sisi lain Granger dari Rekt terus mendapatkan lahan farming. Kans positif yang ditunjukkan di awal permainan berbuah manis bagi EVOS. Terhitung EVOS unggul 8 ribu gold di menit ke-10 sekaligus memanfaatkan inisiasi sempurna Donkey pasca agresi Lord. Tidak butuh waktu lama untuk EVOS membungkus kemenangan El Classico, yakni di menit ke-11.

Gustian “Rekt’ kembali mengemban titel MVP dengan torehan 5 Kill, 4 Assist dan tanpa sekalipun mati selama pertandingan ketiga. Kemenangan ini juga memantapkan posisi EVOS merajai puncak klasemen dengan win rate sebesar 79% (11 Menang – 3 Kalah) selama 8 minggu gelaran MPL ID Regular Season 4 berlangsung.

Dengan seluruh hasil pertandingan selama 8 pekan Regular Season, enam tim teratas akan kembali melanjutkan pertarungannya di gelaran Grand Final MPL ID Season 4. Dengan laga pembuka, Alter Ego melawan ONIC Esports dan Aura melawan tim papan tengah lain, yaitu Bigetron.

Bagaimana kelanjutan dari pertarungan ajang esports paling dinamis di Indonesia ini? Siapakah tim Mobile Legends yang berhak menyandang predikat jawara di Season 4? Mampukah EVOS melanjutkan  tren baiknya di Regular Season? Atau, justru takhayul tentang kutukan EVOS dan MPL ID semakin nyata?

Jangan lupa saksikan panggung utama Grand Finals MPL ID Season 4 mempertemukan 6 tim Mobile Legends Indonesia terbaik dalam memperebutkan total hadiah lebih dari $300,000 dan bertempat di Tennis Indoor Senayan pada 26-27 Oktober 2019 yang dipersembahkan oleh Xiaomi Blackshark dan disponsori oleh Dana. Silakan hadir langsung karena acara ini gratis! Dapatkan pula hadiah berupa diamonds selama acara untuk penonton yang beruntung.

KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.