Kabar mengejutkan datang dari Transjakarta. Pada Kamis (23/01), Agung Wicaksono pamit undur diri dari PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Pamitnya Agung Wicaksono dari Transjakarta didasarkan keputusan pribadinya yang fokus kepada keluarganya. Keputusannya untuk pamit undur diri terjadi secara mendadak setelah berhasil mengintegrasikan Stasiun MRT ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW di Koridor 13.

Agung Wicaksono menjadi Direktur Utama PT. Transportasi Jakarta sejak Oktober 2018. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Operasi & Maintenance PT. MRT Jakarta.

Advertisement Inline

Berikut ini adalah ucapan perpisahannya :

Integrasi sudah Berjalan, Saya Pamit untuk Prioritaskan Masa Depan Keluarga

“Saya dihadirkan ke Transjakarta dari MRT Jakarta untuk menjalankan integrasi.

Alhamdulillah dengan MRT dan LRT yang sudah terintegrasi, menjadi satu bagian dengan Transjakarta sebagai wujud integrasi lebih dari Satu Juta pelanggan/hari terlayani dalam sebuah system transportasi JakLingko. Pembangunan transportasi publik untuk masa depan kini semakin membaik.

Integrasi pertama terjadi antara Transjakarta dan MRT di awal tahun 2019. Dilanjutkan dengan integrasi antara Transjakarta dan LRT berikutnya. Sampai saat ini telah ada 65 rute integrasi MRT, 20 rute integrasi LRT, dan 156 rute integrasi KRL dan Mikrotrans telah tergabung dengan Transjakarta sebanyak 69 rute, menjadi satu dalam program Jak Lingko yang dicanangan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dengan standar pelayanan minimum yang baik untuk warga DKI Jakarta. Dan misi integrasi paling iconic yang akan ada di Jakarta yaitu skybridge dan Cakra Selaras Wahana yang akan menghubungkan antara Halte koridor 13 Transjakarta CSW dengan stasiun MRT ASEAN yang pembangunannya telah kami mulai kemarin.

Terima kasih seluruh insan Transjakarta yang Bahagia, yang telah menunjukkan kita BISA membangun transportasi publik sebagai masa depan.

Terima kasih Gubernur DKI Jakarta Bapak Integrasi Transportasi Anies Rasyid Baswedan, telah mengijinkan saya mengundurkan diri karena alasan pribadi untuk kebutuhan keluarga saya. Untuk masa depan juga, masa depan Indonesia terutama keluarga saya.

Dan semua jajaran pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sudah memberi saya kesempatan untuk berkontribusi mengembangkan layanan Transportasi di DKI Jakarta selama 3 tahun lebih: 2 tahun di MRT Jakarta dan 1 tahun lebih di TransJakarta.

Saya memohon maaf apabila selama bertugas masih banyak kekurangan.

Meskipun saya tidak lagi berkontribusi langsung namun saya yakin transportasi di Jakarta akan terus berkembang dan maju sesuai dengan yang dicita-citakan. Dan saya yakin pemimpin selanjutnya dapat meneruskan perjuangan Transjakarta dalam mewujudkan layanan transportasi yang aman, nyaman, murah, modern dan terintegrasi menuju layanan hingga 5.0.

Sampai jumpa lagi seperti biasa di halte/stasiun atau di atas bus dan kereta, kali ini sebagai penumpang biasa, bagian dari Satu Juta pelanggan kita.”

Cemplus Newsline by KAORI Nusantara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.