Perhatian! Artikel ulasan ini memiliki spoiler, harap berhati-hati dalam membaca artikel ulasan ini.

ATRI -My Dear Moments- merupakan proyek debut dari sebuah brand yang didirikan oleh Aniplex untuk mengembangkan industri novel visual di Jepang dengan nama ANIPLEX.EXE. Tidak hanya ATRI saja, ANIPLEX.EXE pun juga merilis Adabana Odd Tales pada 18 Juni 2020 yang lalu. Dalam membuat dua proyek novel visual ini, ANIPLEX.EXE bekerja sama dengan tiga studio novel visual yang cukup dikenal oleh para penikmat novel visual, di antaranya adalah Makura (Wonderful Everyday, Sakura no Uta), Frontwing (Grisaia Series), dan Liar-soft.

Main Menu dari ATRI (© Yusano/ANIPLEX.EXE)

Dalam proses produksi ATRI ini, Makura dan Frontwing yang menjadi developer dari novel visual ini, sedangkan Liar-soft mengerjakan Adabana Odd Tales. Ada pun staf yang memproduksi ATRI adalah Asuta Konno sebagai penulis skenario. Beliau pernah bekerja sama dengan Makura dalam menggarap novel visual Himawari no Kyoukai to Nagai Natsuyasumi. Sementara itu, Motoyon dan Yusano bertindak sebagai ilustrator sekaligus pendesain karakter dalam novel visual ini, dibantu dengan SCA-Ji sebagai art director. Sedangkan untuk musik BGM, lagu pembuka dan penutupnya dikomposisi oleh Fuminori Matsumoto atau yang dikenal dengan alias szak.

ATRI adalah novel visual pendek dengan waktu bermain sekitar 2-10 jam (saya menyelesaikan ceritanya selama 7 jam) dengan memiliki 3 ending cerita, yaitu ending pertama, bad end, dan true end yang bisa dibuka setelah menyelesaikan ending pertama dan bad ending. Seperti judul-judul lainnya, novel visual ini juga memiliki fitur “Extra” yang berisi kumpulan ilustrasi CG dan lagu BGM yang muncul di sini. ATRI hadir lewat platform Steam yang dengan harga yang terjangkau untuk suatu novel visual, yaitu sekitar 115 ribu rupiah saja.

ATRI -My Dear Moments- menceritakan Natsuki Ikaruga, seorang pemuda yang memiliki trauma dengan masa lalu karena kehilangan satu kakinya dan sekaligus ibunya dalam suatu kejadian. Sebagai pemuda yang pintar, Natsuki bersekolah di suatu tempat yang disebut The Academy, di mana tujuannya adalah untuk menyelamatkan dunia dengan pengetahuan yang diajarkan dalam tempat tersebut. Tetapi, karena suatu hal dia harus ‘melarikan diri’ ke tempat neneknya, Nonko Yachigusa. Tak lama setelah itu, neneknya pun wafat, meninggalkan Natsuki dalam hutang yang sangat besar. Karena itu, Natsuki bersama seorang penagih hutang bernama Catherine mencari cara untuk melunasi hutang mendiang neneknya, yang akhirnya membuatnya mengambil ‘sesuatu’ dari gudang milik neneknya di dalam lautan luas. Pada saat itu, sebagian dunia telah tertelan oleh air laut yang tiba-tiba naik secara drastis dan membuat masyarakat akhirnya hidup secara sederhana dan tanpa listrik. “Sesuatu” itu adalah seorang robot berwujud gadis muda bernama Atri yang membuat hidup Natsuki dan sekitarnya menjadi berubah.

novel visual atri -my dear moments-
Cuplikan dari ATRI (© Yusano, Motoyon/ANIPLEX.EXE)
novel visual atri -my dear moments-
Mbak Catherine (© Yusano, Motoyon/ANIPLEX.EXE)

Dalam novel visual ATRI ini, sangat terasa rasa familiar dari karya-karya sebelumnya yang telah dibuat dari dua studio yang mengerjakan novel visual ini. Di sini rasa Sakura no Uta (Sakuuta), Himawari no Kyoukai to Nagai Natsuyasumi (Himanatsu), dan Wonderful Everyday (Subahibi) dari studio Makura serta sedikit campuran Grisaia dari Frontwing sangat terasa. Dalam hal ceritanya, interaksi karakter Natsuki dengan karakter lain seperti Minamo sang osananajimi alias teman masa kecil dari Natsuki; Ryuuji, seorang pemuda yang memiliki tampang sangar namun setia kawan; atau pun Ririka, seorang gadis yang menganggap Natsuki adalah seorang Hitman.

Ada rasa baru tetapi familiar dalam cerita novel ini di mana Natsuki yang dahulu adalah seorang penyendiri yang hanya menghabiskan waktunya untuk mencari cara melunasi hutang milik neneknya, hingga Natsuki bertemu Atri dan mulai menghabiskan waktu di sekolah bersama dengan Minamo dan teman-teman. Entah dengan membuat generator listrik di sekolah atau bahkan mengajarkan anak-anak tentang ilmu pengetahuan. Hal ini mengingatkan saya ketika memainkan Himanatsu, khususnya dengan interaksi Yousuke dan kawan-kawan  dalam menikmati dan menghabiskan liburan musim panas mereka sebagai sahabat, dan juga dengan novel Sakuuta di mana Naoya yang mulai membuka diri dengan klub seni yang ada di sekolah. Sedangkan unsur kekerasan dalam ATRI terasa seperti di novel Grisaia (ingat ini spoiler).

Dalam cerita ATRI sendiri, latar tempat di novel visual bercerita menjadi salah satu yang menarik perhatian saya selain interaksi yang familiar di antara para karakternya. Novel visual ini memiliki latar di mana sebagian dunia menjadi tenggelam karena air laut yang naik secara drastis, yang membuat orang-orang harus hidup tanpa listrik dan fasilitas lainnya. Latar tempatnya berhasil membuat saya bisa membayangkan betapa sulitnya masyarakat yang hidup tanpa listrik. Namun yang saya kagumi adalah bagaimana mereka bisa bertahan dan tetap bahagia menjalani hidup meskipun keadaan dunia sedang dalam keadaan ‘gawat’.

Kemudian, konflik sosial antara manusia dan robot. Apakah bisa robot memiliki emosi seperti manusia? Apakah robot bisa hidup seperti manusia? Apakah bisa robot memiliki cinta? Segelintir hal yang menjadi pertanyaan pun hadir dalam karakter robot gadis Atri ini. Memang pada awalnya robot diciptakan hanya mengikuti perintah saja, tetapi seiiring waktu robot dekat dengan manusia itu sendiri. Robot dapat berkembang seperti manusia, yaitu memiliki emosi. Sama seperti Atri yang memiliki rasa sayang dan cinta terhadap Natsuki (sampai dikatakan bagaikan anak manja kepada ibunya) dan teman-temannya. Kasus ini seperti rute Yomi di novel Himanatsu yang mana jati diri Yomi selama ini bersama teman-teman bukanlah Yomi yang asli, melainkan suatu entititas yang harusnya tidak hidup dengan manusia namun pada akhirnya Yomi memiliki rasa dengan Yousuke.

© Yusano/ANIPLEX.EXE

Kemudian, sang protagonis dalam novel visual ATRI -My Dear Moments- sendiri yaitu Natsuki menjadi sosok yang menarik. Terkadang dalam novel visual pada umumnya ada saja protagonis yang bisa dikatakan tidak peka. Namun, Natsuki sendiri adalah seorang yang peka dengan sekelilingnya dan juga peka dengan perasaannya sendiri, terlebih lagi terhadap ATRI. Di dalam ceritanya Natsuki sendiri bisa dikatakan sebagai tsundere.

Tetapi yang lebih menarik lagi adalah karakter Minamo. Minamo sendiri adalah karakter osananajimi atau teman masa kecil dari Natsuki yang sudah lama memendam rasa suka kepada Natsuki. Hal ini membuat saya ingin sekali ada rute Minamo sebagai heroine utama dan bukan karakter sampingan saja.

Sementara itu, meskipun cerita novel visual ini bisa dikatakan padat, ada saja plot hole yang sebenarnya bisa dijabarkan lebih lanjut, terutama tentang latar tempat ATRI -My Dear Moments- bercerita, tentang jangka waktu 60 tahun setelah ending ceritanya, atau setidaknya rute Minamo dan bahkan sosok Nonko Yachigusa itu sendiri sebagai nenek sang protagonis. Meskipun begitu, pada akhirnya cerita ATRI menguras perasaan yang membuat novel visual ini dapat dikatakan sebagai nakige atau gim yang membuat pemain menangis.

© Yusano, Motoyon/ANIPLEX.EXE
© Yusano, Motoyon/ANIPLEX.EXE

Di sisi ilustrasi CG dan BGM, novel visual ini memiliki kualitas tinggi. Timing kemunculan scene CG-nya terasa pas selama ceritanya berlangsung dan juga BGM-nya yang memiliki rasa healing ketika mendengarkannya. Bahkan lagu pembuka ATRI, yaitu “Hikari Hanate!” yang dinyanyikan oleh Rita, terasa seperti mendengarkan lagu pembuka Sakuuta, tetapi ketika melihat video pembukanya terasa seperti Subahibi.

ATRI adalah kisah seorang robot dalam mencari jati dirinya melalui Natsuki dan teman-teman, serta kisah Natsuki dalam mencari tujuan hidupnya. Novel visual ini menjadi sebuah karya yang mewakili kerja sama antara Makura dan Frontwing, di mana pemain merasa familiar dengan berbagai karya-karya sebelumnya dari dua studio tersebut di dalam elemen cerita novel visual ini. Selain itu ceritanya di dalamnya begitu padat, sehingga dijamin kalian tidak menyesal untuk membeli dan memainkan novel visual ini. ATRI dapat menjadi rekomendasi bagi kalian untuk mengisi waktu bosan dalam pandemik COVID-19 ini.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.