Tidak terasa di tahun 2020 ini franchise mix-media Love Live! Series telah berusia 10 tahun. Seri idol ini pertama kali diumumkan pada tanggal 30 Juni 2010 sebagai proyek lintas media garapan studio animasi Sunrise, label rekaman Lantis, dan majalah Dengeki G’s. Pertama kali hadir hanya dengan 1 video klip animasi musik, kini Love Live! telah berkembang dengan seri anime, album musik, merchandise, hingga konser yang diadakan di berbagai penjuru dunia.

Selama 10 tahun hadir, franchise Love Live! berhasil menjadi salah satu franchise yang turut serta memopulerkan genre “2D Idol Group” alias grup idol dengan konsep karakter fiksi bertema anime. Popularitas seri ini tidak hanya santer di Jepang saja, Love Live! menjadi salah satu grup idol 2D yang digemari di penjuru dunia termasuk di Indonesia. Meskipun belum pernah mengadakan konser live baik itu di Gelora Bung Karno ataupun venue lainnya di Indonesia, namun besarnya fanbase Love Live! Di Indonesia berhasil membuat pihak distributor mengadakan 2 kali Live Viewing Concert, di mana fans bisa menonton konser yang diadakan di Jepang secara Live melalui layar bioskop. Selain Live Viewing, 2 film animasi layar lebar dan berbagai Delayed Viewing Love Live! juga sukses digelar di (sebagian kecil bioskop) tanah air.

Baca Juga: Intip Liputan Live Viewing Konser Love Live 5th μ’s Go→Go! Lovelive! 2015 ~Dream Sensation!~

Advertisement Inline

Bagi KAORI sendiri, franchise Love Live! menjadi salah satu franchise yang cukup berkesan. Pada 10 tahun yang lalu, salah satu staf senior KAORI Nusantara, Kevin Wilyan menuliskan entri artikel mengenai seri Love Live! Pertama kali di Indonesia. Pada masa itu, KAORI menjadi media digital Indonesia pertama yang mengabarkan kepada para penggemar anime di masa itu, tentang eksistensi sebuah projek lintas media bernama Love Live!

Maka dari itu, dalam rangka perayaan 10 tahun hadirnya serial Love Live! Para staf kami duduk bersama, secara virtual tentunya, saling berbagi cerita mengenai pertemuan pertama kami dengan Love Live! Bagaimanakah cerita kami pertama kali mengenal seri Idol 2D ini? Mari ikuti artikel ini dengan secara saksama dan seikhlas-ikhlasnya.

love live! all stars
Hey now, you’re an all-star! (©Project Love Live!)

Ferdian Tiraska – Penulis Fitur KAORI Newsline

Awalnya dari teman – teman wibu saya di ekskul jejepangan dulu di SMA, waktu itu saya tidak tahu apa – apa tentang Love Live!, akan tetapi suatu ketika semua berubah saat salah satu teman saya yang seorang gamer Osu! memainkan lagu yang sampai saat ini dikenal, yaitu “Snow Halation“. Ketika mendengarnya, perasaan saya seperti “Wah, lagu ini bagus sekali“, jadinya saya mulai penasaran tentang Love Live! dan kemudian “Snow Halation” menjadi lagu yang saya selalu favoritkan waktu itu. Namun, rasa ingin tau saya makin nambah dan makin nambah. Akhirnya saya mulai terjun ke dunia Love Live dengan menonton animenya, bermain gimnya (walaupun ga pernah berhasil), dan makin mendalami lagu – lagunya. Dan setelah saya menggali terlalu dalam, START:DASH!!! adalah lagu Love Live! yang tetap di hati.

Aldin Firgiawan – KAORI Newsline

Awal-awalnya sih dari salah satu teman yang ngeracunin serial ini dan ternyata bagus juga karena dari segi ceritanya, yaitu ingin menyelamatkan sekolah dengan menjadi idol (ibarat from zero to famous). Dan di situlah saya kecantol salah satu chara yang paling rada “tsun-tsun dere-dere” yaitu Maki Nishikino. Dulu dulu sampai rela untuk membeli jaket Muse (bukan band Inggris), walau bukan produk resmi tapi dengan itu saya tetap masih bisa mendukung Maki sampai sekarang.

V – KAORI Newsline

Udah, klik aja videonya.

Ikhsan – KAORI Newsline

Dulu bertemu dengan jamaah Love Live! di Transjakarta.

Dany M. – The Indonesian Anime Times

Belum nonton. Bagus mana sama Wake Up, Girls?

Miya-san – KAORI Newsline

Bermula dari Snow Halation, kemudian nonton animenya dan mulai suka lagu Start:DASH!!! hingga Nozomi ( ´ ▽ ` ).

Cakra Bhirawa – Media Sosial

Pertama kali bertemu itu sewaktu main gim mobile School Idol Festival saaat slesai UN SMP (sekitar 2014an), pada waktu itu saya malah baru tahu kalau itu dari sebuah anime. Tapi pertemuan awal itu membuat saya semakin suka dengan rhythm Jepang dan semakin membulatkan tekad saya untuk menjadi wibu, khususnya setelah mendengarkan lagu Snow Halation.

Sayangnya akun yang pertama saya hilang sewaktu ganti HP… :'(

Tampaknya Snow Halation menjadi lagu yang membuat banyak orang mengenal seri Love Live! (©Project Love Live!)

Andira Indrawan – KAORI Newsline

Pertama kali bertemu dengan serial anime pertama ya pada tahun 2013. Setelah itu langsung cari versi “bajak laut” album dan PV-nya. Setelah mendengar lagunya jadi suka Setelah itu juga berburu versi bajak laut konsernya, dari konser pertama sampai konser sebelum animenya tayang. Pada saat nonton konsernya, sebenarnya saya juga nyari siapa yang oke performance-nya. Dan pada saat itu akhirnya klop dengan yang berperan jadi Umi, Suzuko Mimori.

Sebenernya gue untuk jadi satu fans kelompok musik harus liat penampilan panggung / konsernya. Apabila bagus, ya cus. Lagunya juga bagus, dan koreografinya cukup kompleks. Hal yang saya kagumi adalah mereka menari dan menyanyi dengan dengan koreografi yang sama dengan PV-nya. Saya memang berekspektasi ada yang sumbang dikit suaranya pas live konser. Adanya ketidaksempurnaan justru yang mambuat penampilannya bagus. Selain itu karakter dari Love Live! ini menarik, terutama Umi. Setelah melihat itu semua tidak Ada alasan untuk tidak menjadi penggemar Love Live!.

Sekarang tak terasa 7 tahun sudah menjadi fans Love Live, dan sudah ada 4 grup yaitu µ’s (myus), Aqours, Nijigasaki School Idol club, Saint Snow, dan proyek generasi ketiga Love Live selanjutnya. Gue sendiri memiliki karakter favorit pada tiap serial, yaitu Umi, Riko, Setsuna, Dan Karin

Rafly Nugroho – NPC Villager B di KAORI Newsline

Waktu SMA salah satu kawan saya bertanya “Raf, apakah dikau mengetahui perihal sebuah grup musik Muse?”. Saya yang dengan polosnya karena belum terlalu paham dengan kosakata dan bahasa yang ada di dunia perwibuan saat itu pun menjawab dengan “Oh iya tentu saja, Starlight itu ya oke lah, tapi kesukaan saya Hysteria, Knight of Cydonia, dan Stockholm Syndrome. Suka juga saya sama Sing for Absolution.” Tak lama kemudian kawan saya memberi tamparan telak ke pipi kanan atas jawaban saya, bagaikan Amuro yang ditampar oleh Bright Noa.

love live
Tentu saja kita tidak sedang membicarakan band Inggris ini.

Tidak tidak, paragraf di atas 70% fiksi (silahkan diterka sendiri bagian mana yang fiksi). Namun setidaknya memang saya pertama kenal Love Live! dari kawan SMA. Waktu itu saya sudah bergabung di KAORI Forum, karena diajak bergabung sewaktu mengunjungi Gelar Jepang UI di tahun 2012. Di forum waktu itu saya kenal seri ini dari salah satu entri di subforum musik. Titik balik yang membuat saya benar-benar jadi mengikuti seri ini adalah ketika kawan saya menyuruh saya menonton 1 season animenya dan perhatian saya langsung tertuju pada Nico Yazawa. Tetapi seingat saya sebelum menonton animenya, saya sudah tertarik ketika menonton MV Snow Halation. MV tersebut membuat saya berpikir “Wah ada ya musik idol Jepang yang asik didengarkan, meskipun penyanyinya gadis kartun”, ucap saya yang waktu itu masih berjiwa muda.

Shofa Pranata – KAORI Newsline

Jadi gini lur. Dulu waktu sekolah itu selain jadi wibu (thank you OreImo), aslinya saya ini sempet jadi wota AKB. Hubungannya sama LL apa? Jadi saya punya kakak kelas di STM yang wota yang ngenalin soal AKB48, dan orangnya juga temen dari anggota forum yang juga sesama wota. Singkat cerita, suatu hari saya lagi main PES di kelasnya seniorku ini, trus ternyata orangnya lagi nyetel sebuah MV. Waktu disamperin kutanya “nonton apaan?”, dia jawab “MV Love Live”. Penasaran akhirnya kutonton, dan berawal dari situlah saya kenal yang namanya Love Live!

Dari animasinya, musiknya, karakternya (yang rambut merah itu apalagi), semuanya langsung bikin kepincut. Akhirnya dikasihlah file MV sama lagunya, belum lagi temen forum yang ternyata juga fans LL. Langsung lah jadi fans LL. Puncaknya ya gak ada setahun dari pertama kenal LL, animenya rilis. Mungkin dedikasi saya masih kecil dibanding fans-fans lain di fandom LL, cuma kalau diingat-ingat, semangat saya soal LL itu enggak ada bedanya dengan teman-teman lain di fandom LL.

Mungkin saking sukanya dengan LL generasi awal, saya gak dapat appeal yang sama di seri lanjutannya. Mungkin kalau dulu saya gak wota dan demen main PES saya gak akan kenal yang namanya Love Live, Myusu, dan terutama Maki.

© 2013 Project Love Live!

Tanto D – KAORI Newsline

Hmm… Saya pertama kali “ngeh” dengan Love Live! justru gara-gara nge-mabar Osu! sama teman-teman di komunitas wibu SMA pas zaman baru masuk kuliah sekitar 2013 lalu. Setelah memainkan banyak lagu “random”, room-nya kemudian menyetel lagu Snow Halation. Berbeda dengan lagu-lagu lain yang sudah dimainkan sebelumnya, saya langsung “klop” sama lagu ini dan langsung mikir “Wait, kok lagunya enak ya?”. Setelah kelar mabar saya langsung nyetel lagunya terus-terusan di laptop saking enaknya. Waktu itu, saya masih mengira kalau lagunya mungkin berasal dari seri anime “jadul”, ya… sekitar tahun 2008-2009-an lah. Beberapa bulan kemudian, akhirnya saya baru menonton animenya dan akhirnya baru “ngeh” kalo lagu Snow Halation merupakan salah satu lagu (bagus) dari seri anime yang ternyata masih “baru”.

Itulah sekilas cerita dari rekan-rekan staf KAORI mengenai pertemuan pertamanya dengan serial Love Live! Apakah pengalaman rekan-rekan staf kami ada yang mirip dengan apa yang pembaca rasakan waktu pertama mengenal Love Live? Yuk ceritakan bersama kami bagaimana pengalaman kamu pertama kali bertemu dengan seri anime ini di kolom komentar di bawah ini!

KAORI Newsline

3 KOMENTAR

  1. Ada sedikit cerita tentang pertemuan pertama saya dgn love live. Saya pertama kali tau love live ketika saya pulang sekolah mau download film movie anime, gak sengaja liat movie nya love live tahun 2019. Karna masih baru akhirnya aku download dgn ‘bajak laut’ dgn bermodalkan wifi sekolah. Setelah sampai rumah, aku coba nonton movie nya. Ternyata ceritanya bagus dan menghibur, apalagi saya suka cerita tentang tema persahabatan.

    Lalu saya kepikiran untuk cari series nya, akhirnya ketemu. Ternyata anime love live sudah punya 4 season 2 movie. Ya sudah aku download dgn ‘bajak laut’ 😁 (jgn di tiru ya…) semuanya. Jalan ceritanya bagus banget dan menyenangkan punya teman seperjuangan seperti di animenya. Setelah nonton animenya, aku cari setiap lagu yg ada di animenya. Dari sekian banyak lagu, lagu yg ku favoritkan adalah muse – snow halation dan muse – start dash! sampai sekarang. Aku nunggu kelanjutan dari anime ini.

  2. Sama mint, gw juga gara-gara terlalu suka sama Muse jadinya waktu nonton/denger generasi lain rasanya biasa aja dan gak tertarik.

    Awal kenal pas masuk smp ada kakak kelas yang memang gila love live karena gw masih wibu polos ya gw ikutin dah denger-denger dikit ternyata bagus.

    Dan malah jadi cinta mati sama Nico

    Lagu favorit: hampir semuanya gw suka tapi kalau disuruh milih satu ya Bokutachi wa Hitotsu no Hikari

  3. Wah seru seru juga pengalaman nya, sedikit berbagi pengalaman, pertama tau seri LoveLive itu sekitar 2015 an , itu secara ga sengaja, niatnya mau cari gambar MUSE tapi pas diliat kok ada Anime, penasaran akhirnya di klik, akhirnya penasaran download dong animenya, dan ternyata seru juga, lama lama mulai klop sama lagunya dan Seiyuu seiyuu nya, hmm RIPPI pokoknya Love deh hehe, tapi ga bertahan lama kenapa liat Myus Final Live? wah sedih banget dong asli..coba move on dan mulai menyukai Aqours sampai Sekarang dan bahkan Bener bener sayang sama Aqours sampai ke Seiyuu seiyuu nya, sepertinya bakal nangis lagi di Live tapi mau gimana lagi, intinya saya bener bener suka dan sayang pada Seri LoveLive ini..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.