Siap-siap, MRT Jakarta Mulai Rekayasa Jalur Glodok – Kota

0
(6/7) Direksi dan Staff MRT Jakarta berfoto di depan unit MRT Jakarta yang diturunkan terakhir | Foto: Fasubkhanali

Proyek MRT Jakarta Fase 2A terus dikebut hingga saat ini. Untuk mendukung persiapan konstruksi CP203, PT MRT Jakarta akan melakukan rekayasa jalur Glodok – Kota mulai Rabu (1/9).

Seperti yang diketahui, CP203 merupakan salah satu segmen pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A yang mencakup pembangunan stasiun bawah tanah Glodok dan Kota, serta konstruksi terowongan sepanjang 690 m dengan total panjang jalur sekitar 1,4 km mulai dari Mangga Besar hingga Kota Tua. Adapun rekayasa lalu lintas akan mulai diberlakukan pada 1 September 2021 – 30 November 2021, dengan detail sebagai berikut :

1. Tahap 0 Stasiun Kota, periode 1 September – 31 Oktober 2021
Pekerjaan persiapan konstruksi yang dilakukan akan berada di tepi Jalan Pintu Besar Selatan, antara lain pembukaan lahan dan persiapan area konstruksi, relokasi utilitas (PLN, PAM Jaya, drainase, dan jaringan kabel telekomunikasi), serta relokasi Pos Polisi Glodok. Sementara Jalan Pintu Besar Selatan baik sisi barat (arah Kota) maupun sisi timur (arah Glodok), yang semula terdiri dari 2 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur Transjakarta (2+1), akan berubah menjadi 1 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur Transjakarta (1+1) pada sisi tengah jalan.

2. Tahap 1 Jalan Pintu Besar Selatan, periode 1 November – 30 November 2021
Pekerjaan persiapan konstruksi yang dilakukan akan beralih ke sisi tengah Jalan Pintu Besar Selatan, yaitu pembongkaran median untuk area kerja konstruksi, relokasi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pekerjaan test pit observasi arkeologi. Jalan Pintu Besar Selatan baik sisi barat (arah Kota) maupun sisi timur (arah Glodok) yang semula terdiri dari 2 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur Transjakarta (2+1), akan berubah menjadi 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur kendaraan khusus penghuni di sepanjang Jalan Pintu Besar Selatan dan lajur Transjakarta yang masing-masing akan berada pada sisi di tepi Jalan.

Arus lalu lintas yang berasal dari arah Glodok menuju Kota akan dialihkan ke Jalan Pancoran dan Jalan Pintu Kecil (arah ke pasar pagi Asemka) dengan memberlakukan sistem satu arah, serta menata parkir pada badan jalan (on street parking) sisi utara Jalan Pancoran. Sementara arus lalu lintas dari arah Kota menuju Glodok akan dialihkan ke Jalan Pinangsia Raya (arah ke Glodok) dengan juga memberlakukan sistem satu arah dan penataan parkir pada ruas Jalan Pinangsia Raya.

3. Tahap 1 Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Periode 20 September hingga 31 Desember 2021
Pekerjaan yang akan dilakukan adalah persiapan area konstruksi yang berada pada median jalan, test pit dan relokasi utilitas (PLN, lampu PJU, dan jaringan kabel telekomunikasi), serta konstruksi Halte Bus Transjakarta Glodok sementara. Rekayasa lalu lintas Jalan Gajah Mada arah Kota akan dimulai dari depan Novotel hingga Pasar Glodok, yang semula terdiri dari 4 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur khusus TransJakarta (4+1) berubah menjadi 4 lajur campur (mixed traffic) antara lajur kendaraan reguler dan lajur Transjakarta. Sementara untuk arah Glodok dimulai dari depan Harco Glodok hingga LTC, yang semula terdiri dari 4 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur khusus Transjakarta (4+1) berubah menjadi 4 lajur campur (mixed traffic) antara lajur kendaraan reguler dan lajur Transjakarta. Dan juga mengalihkan parkir pada badan jalan (on street parking) di tepi jalan sepanjang ruas Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk ke lahan parkir di sekitar lokasi
pekerjaan.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.