Kisah Haruka dan Yakumo berlanjut ke buku novel ringan kedua Psychic Detective Yakumo dengan tajuk That Which Connects Souls. Dirilis oleh penerbit m&c! di bawah bendera Penerbit Clover, bersamaan dengan novel pertamanya, buku kedua ini memiliki sampul yang identik dengan buku sebelumnya. Dalam buku ini, kisah dimulai dengan cerita tentang masa lalu Yakumo sebagai prolog. Setelah itu berulah pembaca disuguhkan cerita utama, dan cerita keseharian Haruka dan Yakumo sebagai epilog.

Pada kasus dalam buku kedua Psychic Detective Yakumo ini, Haruka dan Yakumo terlibat dengan sebuah kasus pembunuhan dan penculikan berantai. Pada waktu yang kurang lebih sama, Haruka dan Gotou sama-sama mendapat “tugas” untuk berkonsultasi kepada Yakumo tentang pengalaman spiritual. Ketika Gotou berhasil membuat Yakumo bekerja sama dengannya, Haruka malah mundur karena ada sebuah janji yang harus ditepatinya dan ia akhirnya mencoba menyelesaikannya sendirian tanpa bantuan Yakumo. Meskipun begitu, kasus yang dibawa Gotou dan Haruka ternyata saling berhubungan dan menyeret mereka ke dalam bahaya.

Psychic Detective Yakumo
© Manabu Kaminaga, 2004 / m&c!

Berbeda dengan buku pertama Psychic Detective Yakumo yang memiliki tiga cerita utama yang berbeda, pada buku kedua ini hanya terdapat satu cerita utama yang berkelanjutan. Di awal cerita, pembaca akan disuguhkan potongan-potongan narasi antar tokoh baik dari sudut pandang Haruka, Yakumo, Gotou, hingga tokoh-tokoh lainnya seperti Hata, dan para tokoh yang terlibat dalam kejahatan. Dinamika narasi yang terus berpindah dan pendek-pendek menjadikan pembacaan peristiwa yang terjadi dalam novel ini terasa sebagai fragmen-fragmen yang tercecer. Tetapi, lebih dari itu, fragmen-fragmen tersebut membuat sebuah setting yang kompleks di halaman-halaman berikutnya.

Ketika di buku Psychic Detective Yakumo pertama pembaca dikenalkan dengan sosok Haruka, pada buku kedua ini pembaca akan mengenal lebih dekat sosok Yakumo. Cerita di buku kedua ini akan membawa pembaca menjelajahi bagaimana Yakumo membantu Gotou untuk menyelesaikan kasus pembunuhan, menyingkap pengalaman seperti apa yang pernah dialami Yakumo di masa lalunya, hingga kebenaran mengenai kedua orang tuanya.

Bagaimana tokoh-tokoh dalam Psychic Detective Yakumo digambarkan dalam bertindak juga memberikan kesan keakraban baik antar tokoh dan tokoh, maupun antar tokoh dan pembaca. Ambilah misal karakteristik tokoh Haruka yang pada buku pertama seolah merupakan repetisi dari dirinya yang “hampir menjadi korban” karena pendekatan dirinya pada tokoh lain yang berdasarkan perasaan subjektif untuk tetap menjaga hubungan sosial yang baik. Pada buku kedua, sifat Haruka ini diperjelas dengan gagalnya ia menolak permintaan temannya, bagaimana ia berusaha menepati janjinya terhadap Yakumo (tetapi gagal), bagaimana dia memperbaiki hubungan dengan ibunya dan berusaha terbuka atas perasaannya selama ini, hingga usahanya untuk menghentikan Dokter Kinoshita (yang malah membahayakan nyawanya). Seluruh hal tersebut menggambarkan sifat Haruka yang selalu melakukan pendekatan melalui perasaan, melalui pikiran subjektif dan empati.

Sedangkan bagi Yakumo, selain bagaimana dia dapat meninjau suatu kasus dari berbagai sudut pandang, ia memanfaatkan matanya yang bisa melihat arwah itu untuk mengusut jejak para pelaku. Pemikiran skeptisnya membuat Yakumo selalu menggunakan pendekatan objektif, dibuktikan dengan bagaimana dia tidak mempedulikan perasaan orang di sekitarnya terutama ketika dia fokus pada penyelesaian kasus dan menyusun dugaan, ditambah dengan gerutuan Haruka yang selalu mengatakan bahwa Yakumo adalah orang yang dingin dan tidak berperasaan. Novel Psychic Detective Yakumo kedua ini juga menunjukkan perkembangan emosi dan sikap pada diri Yakumo. Dari yang awalnya tidak ramah jadi mulai melunak semakin dirinya menghabiskan waktu bersama Haruka (Yakumo is just a literal tsundere cat), terbukti dengan bagaimana dia mulai menceritakan tentang dirinya sendiri pada Haruka.

Seiring dengan perkembangan cerita, sajian horor dan teror dari kasus yang melibatkan Yakumo dkk menjadi semakin pekat manakala pembaca terus menerus mendapatkan kebenaran di balik kasus tersebut. Kasus di buku Psychic Detective Yakumo kedua ini dirasa lebih condong pada unsur mistik dan spiritual daripada unsur cerita kriminal. Sebab motif pertama yang terungkap adalah tentang kerasukan, lalu percobaan penyembuhan trauma, pembangkitan manusia, dan yang terakhir dendam kesumat. Arah mistis ini barangkali cocok dengan karakteristik Yakumo yang dapat melihat arwah orang meninggal.

© Manabu Kaminaga, 2004 / m&c!

Secara keseluruhan novel kedua serial Psychic Detective Yakumo merupakan bacaan yang menarik untuk diikuti. Kisahnya menyingkap misteri-misteri yang ada dengan plot-twist demi plot-twist. Khusus untuk buku ini, fokus pada satu permasalahan kompleks menjadi daya tarik tersendiri. Pembaca digiring untuk menebak-nebak siapa saja yang bersalah, dan turut meninjau bagaimana semuanya terhubung. Bahkan di akhir, pembaca dibawa untuk penasaran akan siapa ayah Yakumo.

KAORI Newsline | Oleh Vina Nurziani

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.