gundam the origin

Terhitung sejak 13 Februari 2015, serial terbaru dari Gundam besutan studio Sunrise bertajuk Gundam The Origin telah resmi terdaftar pada Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia. Berikut adalah status dari pengurusan Gundam the Origin dalam situs LSF:

Untitled

Advertisement Inline

Berdasarkan data dari Lembaga Sensor Film, tercatat bahwa film Gundam the Origin diajukan ke LSF atas nama PT. Jive Entertainment. PT. Jive Entertainment sendiri tercatat sempat menjadi badan yang mengajukan beberapa judul film Jepang yang belakangan tayang di jaringan Blitzmegaplex meskipun PT. Jive Entertainment sendiri bukanlah pihak yang bertanggungjawab atas distribusi maupun lisensi dari film-film tersebut.

Pada informasi yang sama pula, tercatat bahwa baik sarana promosi, trailer resmi, maupun untuk filmnya sendiri dari Gundam the Origin telah terdaftar di LSF pada hari Jum’at 13 Februari 2015, masing-masing pada pukul 11:18:03 WIB, 11:16:39 WIB, dan 11:15:50 WIB  di mana semuanya sampai saat ini masih dalam tahap proses oleh Lembaga Sensor Film.

Diangkat dari komik berjudul sama karya Yoshikazu Yasuhiko yang sebelumnya dikenal sebagai pendesain karakter dari Anime Gundam pertama yang dirilis tahun 1979, Gundam the Origin merupakan re-telling dari cerita Mobile Suit Gundam yang dirilis ada tahun 1979 lalu. Versi Animenya sendiri akan terbagi dalam 4 bagian di mana bagian pertama yang bertajuk Gundam the Origin 1: Blue-Eyed Casval akan menceritakan mengenai masa lalu dari Casval Rem Deikun dan Artesia Som Deikun (dikenal sebagai Char Aznabel dan Sayla Mass) sebelum peristiwa yang terjadi dalam Anime Mobile Suit Gundam.

Adapun Anime bagian pertama dari Gundam the Origin akan diputar di 13 teater di Jepang mulai 28 Februari 2015 selama 2 pekan di mana di sana juga akan diadakan penjualan khusus untuk versi Blu-raynya.

Anime ini akan disutradarai Takashi Imanishi didampingi oleh Katsuyuki Sumisawa sebagai penulis naskah. Adapun sang kreator komiknya, Yoshikazu Yasuhiko akan bertindak sebagai chief director dan desainer karakter. Desain robot akan dikerjakan oleh Kunio Okawara, Hajime Katoki, Kimitoshi Yamane, Junichi Akutsu, dan Mika Akitaka, dan musik digarap oleh Takayuki Hattori.

Hingga berita ini ditulis, jaringan bioskop Platinum Cineplex cabang Solo, telah yang telah mengkonfirmasi akan memutar film tersebut. Belum ada konfirmasi lebih lanjut apakah Platinum Cineplex cabang Sidoarjo, Magelang, dan Cibinong akan ikut memutarnya atau tidak. Sementara itu, sebelumnya, jaringan bioskop Blitzmegaplex juga telah memberikan “sinyal” untuk menayangkan film ini.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.