Kisah perjalanan Yua Fukuda menuju industri “perfilman” Jepang dimulai dari titik yang sangat rendah. Putri asli Osaka ini tumbuh dalam keluarga berpenghasilan rendah yang hanya diasuh oleh ibunya. Baginya, universitas adalah tempat bagi orang kaya, sehingga Yua Fukuda tidak pernah bercita-cita melanjutkan pendidikan tinggi. Ia hanya bersekolah di SMA jarak jauh dan bekerja paruh waktu, tetapi dengan cepat menyadari bahwa masa depannya akan terbatas dan membosankan. Untuk melepaskan diri dari kehidupan yang monoton, Yua Fukuda memutuskan untuk mencari kemerdekaan finansial di industri “perfilman”.
Di usia 18 tahun, Yua Fukuda nekat pindah ke Tokyo tanpa teman, tanpa pekerjaan, dan hanya bermodal apartemen yang sudah disewa. Ia langsung mendatangi agensi bakat dan menyatakan niatnya untuk debut sebagai aktris kondang. Namun, Yua Fukuda menemui hambatan karena peraturan industri melarangnya debut sebelum usia 20 tahun. Tidak patah semangat, ia menghabiskan dua tahun berikutnya dengan bekerja sebagai model gravure dan erotis sambil menunggu waktu yang tepat.
Ketika akhirnya resmi debut pada usia 20 tahun, Yua Fukuda merasakan perubahan besar dalam dirinya. Industri “perfilman” berhasil menghancurkan kompleks inferioritas yang selama ini membebaninya. Yua Fukuda mengaku selama ini ia iri pada orang lain yang bisa kuliah, les, atau pergi ke luar negeri. Namun, setelah masuk ke dunia ini, ia mendapatkan waktu luang dan uang untuk melakukan semua hal yang ia inginkan, sehingga rasa rendah diri itu pun sirna.
Kejutan terbesar bagi dirinya datang dari reaksi keluarganya. Ibunya pertama kali mengetahui karier modeling bawah tanahnya secara tidak sengaja, setelah sang putri meninggalkan surat penggemar di rumah masa kecilnya di Osaka. Saat itu, Yua Fukuda dengan terus terang mengaku bahwa ia akan beralih ke industri “perfilman” setelah berusia 20 tahun. Kini, baik ibu maupun neneknya justru menerima pilihannya. Mereka bahkan berkata, “Selama kalian baik-baik saja, itu tidak masalah.” Yua Fukuda juga mengakui bahwa bantuan finansial yang ia berikan mungkin ikut melunakkan hati mereka, karena ia sering mengajak mereka berlibur, mentraktir makanan, dan memberi uang saat dibutuhkan.
Meskipun saat ini sangat antusias dengan kariernya, Yua Fukuda sudah merencanakan strategi keluar dari industri ini. Ia berniat bertahan di dunia “perfilman” selama sekitar satu dekade sebelum benar-benar menghilang dari sorotan publik. Saat pensiun, Yua Fukuda ingin menghapus semua media sosialnya dan menjalani kehidupan sebagai wanita normal. Saat ini, ia bahkan sedang belajar untuk mempersiapkan karier kedua setelah pensiun nanti. Tujuan akhir Yua Fukuda jauh melampaui industri “perfilman”; ia ingin hidup hingga usia 101 tahun dan saat ini fokus memperluas wawasan serta memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sebagai aktris kondang.











