
Seorang mantan perawat dan pengasuh disabilitas berusia 30-an bernama Hana merintis layanan pendampingan dan pemenuhan kebutuhan seksual khusus bagi penyandang disabilitas bertajuk “Love Suketto” di Jepang. Inisiatif ini bermula dari rasa prihatin Hana terhadap isu pemenuhan kebutuhan dasar penyandang disabilitas yang selama ini cenderung dianggap tabu dan diabaikan oleh masyarakat luas.
Keputusan tersebut dipicu oleh tayangan dokumenter televisi mengenai bantuan pemenuhan kebutuhan seksual difabel yang menurutnya sangat dingin, tanpa interaksi emosional, dan terkesan sekadar tugas medis. Ketika Hana menanyakan hal tersebut kepada salah satu pengguna jasa perawatan disabilitas fisik berat, ia terkejut saat mendengar bahwa para difabel umumnya hanya bisa pasrah menahan diri. Demi memahami mekanisme industri tersebut, Hana memberanikan diri bekerja sebagai pengemudi hingga penyedia jasa (cast) di layanan umum guna mempelajari standar pelayanan, manajemen risiko, serta cara menjaga keselamatan staf.
Inovasi Pelayanan dan Pengalaman Bersama Klien
Pada tahun 2021, Hana resmi meluncurkan layanan panggilan “Love Suketto”. Pelayanan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan yang disesuaikan secara personal dengan kondisi fisik masing-masing pengguna. Sebagai contoh, untuk klien yang memiliki keterbatasan gerak leher sehingga tidak dapat menatap ke bawah, Hana memanfaatkan dua perangkat ponsel atau komputer untuk memfasilitasi panggilan video agar klien dapat menyaksikan proses pelayanan sesuai keinginannya.
Hana juga membagikan pengalaman berkesan saat melayani seorang klien lansia berinisial C yang hendak menjalani perawatan medis jangka panjang di rumah sakit. Mengingat klien tersebut tidak akan dapat kembali ke rumahnya lagi, ia memanfaatkan layanan “Love Suketto” sebagai pengalaman pertama sekaligus terakhir dalam hidupnya berkat bantuan informasi dari petugas pengasuh harian. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang menguatkan komitmen Hana untuk terus mempertahankan layanan ini.
Tantangan Rekrutmen dan Harapan Kesetaraan Kebutuhan Dasar
Operasional layanan ini menuntut ketahanan mental yang tinggi mengingat potensi perubahan kondisi fisik klien dapat terjadi secara mendadak. Oleh karena itu, Hana mengutamakan perekrutan staf yang memiliki latar belakang keperawatan, medis, atau sertifikasi kesejahteraan sosial. Saat ini, “Love Suketto” diperkuat oleh 12 orang staf yang telah melalui pembekalan khusus serta memiliki pemahaman visi yang sama.
Meskipun demikian, Hana mengakui masih menghadapi kendala besar, seperti minimnya pendaftar dari kelompok usia muda serta sulitnya mendapat pemahaman dari pihak keluarga pengguna jasa. Melalui usaha ini, ia berharap masyarakat dapat perlahan menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan biologis merupakan bagian dari hak dasar manusia yang sejatinya patut diakses secara aman dan layak oleh siapa saja tanpa membedakan kondisi fisik.
KAORI Newsline | Sumber
















