Game 4 – BTR-MBR Gagal Halau AG.AL
Game ke-4 di Nexterra kembali dibuka dengan kejutan too soon dari Twisted Minds yang harus tereliminasi lebih awal di posisi 12, sedangkan Team Falcons tereliminasi di posisi 11 Sementara itu, permainan wakil Negeri Gajah Putih lainnya, AG.AL langsung terlihat dominan sejak early hingga mid-game.
Dari perwakilan tim Indonesia, duo ONIC dan RRQ Kazu juga mulai dibuat kerepotan ketika memasuki fase mid-game. Mereka pun akhirnya harus kembli ke lobi berturut-turut di posisi 10 dan 9. Sementara itu, duo merah Bigetron by Vitality dan MBR Omega berhasil survive hingga fase final 4 berkat permainan agresifnya bersama duo Thailand BRU dan AG.AL.
Walau sukses menyingkirkan BRU di posisi 4, usaha duo BTR dan MBR untuk menghalau AG.AL meraih Booyah! pun gagal, di mana mereka berturut-turut tersingkir di posisi 3 dan 2.
Dari perolehan poin, MBR Omega mampu membayang-bayangi AG.AL sang pemuncak klasemen di posisi dua dengan total 26 poin. Sementara itu, Bigetron by Vitality ternyata harus bertengger di posisi 4 klasemen dengan 22 poin, terpaut dua poin dari P Esports di posisi 3 dengan 24 poin. BRU ternyata harus puas finish di posisi 7 dengan total 10 poin karena bermain tidak terlalu agresif dengan menggasak 3 poin eliminasi saja.
Game 5 – Twisted Minds Berhasil Balikkan Ekspektasi
Tempo permainan di early game kembali melambat, namun Bigetron by Vitality mencoba meakukan early push dengan mencuri 7 poin eliminasi. Namun sayang, langkah mereka tampaknya terburu-buru, sehingga mereka harus tereliminasi di posisi 11. Hal serupa kembali menimpa RRQ Kazu yang harus too soon di posisi 12.
Di fase midgame, ONIC dan MBR Omega sukses melakukan push hingga fase final four. Perjuangan skuad Landak Kuning sempat diwarnai duel antara ONIC vs Team Falcons. Sang sniper Poom (dh. ONEMORE) yang kini memakai jersey kuning sukses memulangkan Team Falcons di posisi ke-5.
ONIC dan MBR kemudian bertemu dengan Twisted Minds dan Secret WAG di fase late game. Setelah melihat WAG tersingkir di posisi 4, MBR telah kehilangan pemainnya mencoba bertahan dan mencuri kesempatan dari skirmish antara ONIC vs Twisted Minds. Setelah memulangkan ONIC di posisi 3, Twisted Minds berhasil bangkit setelah “menjepit” satu player terakhir MBR dan akhirnya meraih Booyah!
Di game ke-5, Twisted Minds juga berhasil bertengger di puncak klasemen dengan 25 poin, disusul ONIC dan AG.AL berturut-turut dengan 24 dan 18 poin. MBR Omega masih mengamankan posisi 5 dengan 17 poin, sedangkan Bigetron mampu bertengger di posisi 9 berkat usaha early push-nya. RRQ Kazu pun hanya bisa pasrah di posisi 12 dengan 2 poin saja.
Game 6 – Booyah! Dramatis dari RRQ Kazu!
View this post on Instagram
Memasuki game terakhir di Kalahari, para finalis justru memulai match dengan hati-hati. Meskipun begitu, sang sniper RRQ Kazu, Maal, berhasil mencetak Triple Kill ke tim GOW. Sementara itu, ONIC berhasil menekan tim Twisted Minds dan sukses memulangkan mereka di posisi 12. Sayangnya tak lama berselang giliran skuad Landak Kuning yang harus tersingkir di posisi 11.
Duo merah Bigetron dan MBR Omega tampaknya harus bertempur sejak fase mid-game. Setelah sempat melakukan setup, mereka pun mampu bertahan hingga menjelang fase late game dengan MBR Omega dan Bigetron masing-masing finish di posisi 6 dan 5.
Fase final four yang mempertemukan RRQ, GOW, P Esports, dan BRU berlangsung sangat dramatis. RRQ berhasil mengamankan posisi puncak rangka di circle terakhir yang berada di Mammoth, sedangkan GOW, P Esports, dan BRU saling adu tembak di bawah. Setelah zona semakin menipis dan akhirnya menghilang, tiga player RRQ melakukan gambling dengan terjun ke bawah dan menghajar player P Esports dan GOW yang masih bertahan, sedangkan RRQ Ranz yang bertahan di atas melakukan spam healing. Pertaruhan tersebut sukses membuat RRQ Kazu meraih Booyah! di game penutup babak Point Rush FFWS SEA 2026 Fall!
Post Match: Bigetron Terkena Pengurangan Poin Karena Bug Exploit
Tepat pada Minggu dini hari (20/9), pihak Free Fire Esports mengumumkan penalti kepada tim Bigetron by Vitality yang ternyata terbukti melakukan bug exploit pada game ke-6 babak Point Rush. Skuad Robot Merah harus menerima hukuman pengurangan 10 poin klasemen akhir serta pengurangan hadiah 5%.
Dengan hasil ini, Bigetron by Vitality harus bertengger di posisi 7 dengan 71 poin, dan tidak mendapatkan headstart point untuk babak Champion Rush pada hari Minggu.
Sementara itu, hasil di posisi top 5 tidak berubah. MBR Omega kembali membuat gebrakan dengan finish di posisi 2 klasemen akhir, tepat di antara tim P Esports dan AG.AL. Sementara itu tim ONIC finish di posisi 5 klasemen akhir, sedangkan RRQ Kazu bertengger di posisi ke-8.
Dan seperti tahun sebelumnya, para tim finalis masih menyimpan kejutan untuk pertempuran di babak Champion Rush FFWS SEA 2026 Fall pada Minggu (20/9). Akankah 4 tim tanah air berhasil membawa pulang trofi FFWS SEA musim ini?
KAORI Newsline















