Ulasan Anime Kantai Collection: Warisan Genbunitchi dan Mimpi Jepang Pelindung Umat Manusia

7
http://www.pixiv.net/member_illust.php?mode=medium&illust_id=48251914
http://www.pixiv.net/member_illust.php?mode=medium&illust_id=48251914
http://www.pixiv.net/member_illust.php?mode=medium&illust_id=48251914

Bayangkan bila Angkatan Laut Kekaisaran Jepang mengubah sejarah dan bertahan dari gempuran Sekutu? Bagaimana bila Fubuki, telah membantu Jepang menduduki Indonesia pada akhir 1941, terus bertahan dan melanjutkan perang alih-alih tenggelam pada Oktober 1942?

Kantai Collection menceritakan Fubuki, gadis yang diberkahi kekuatan kapal perang di masa lalu yang bergabung dengan sebuah pangkalan angkatan laut. Dalam pangkalan yang entah mengapa tidak pernah ditunjukkan sosok laksamana secara nyata (apakah sosoknya sesakral Nabi Muhammad?), Fubuki langsung mengikuti pertempuran pertamanya melawan pasukan musuh dari dasar laut. Ia bertemu dengan banyak orang baru, mulai Akagi yang begitu terhormat namun digambarkan suka makan, Nagato yang saklek, Mutsuki dan Yuudachi yang menjadi teman sebayanya, dan banyak gadis-gadis lain.

Para gadis-gadis ini berlaku benar-benar sebagaimana kapal tempur, ditandai dengan sepatu yang membuat mereka mengapung di atas permukaan air laut, senapan tanpa gudang amunisi, busur yang mampu melambungkan sebuah kapal terbang, sampai manusia kerdil yang memiloti kapal terbang tersebut.

Perumpamaan tidak berhenti sampai di situ. Misalnya Akagi, diumpamakan sebagai sebuah kapal induk yang mampu mengeluarkan banyak pesawat, diperlakukan sering menikmati konsumsi dalam jumlah yang sangat banyak. Hal yang sama juga terjadi pada kapal perang Yamato (yang bila mengingat kriteria yamato nadeshiko, kecocokannya masih bisa diperdebatkan.)

Advertisement Inline

Dalam ulasan ini, akan dibahas mengenai sifat alamiah anime Kancolle yang terpengaruh hasil produk pergerakan Genbun itchi dan bagaimana Kancolle menyimpan gairah akan ambisi Jepang untuk menjadi negara pelindung umat manusia dengan menuliskan ulang sejarah mereka.

Bagaimana Genbunitchi Memengaruhi Kancolle?

ukigumo-futabatei
Futabatei Shimei, pengarang Ukigumo, novel modern pertama Jepang.

Marleigh Grayer-Ryan pernah berpesan dalam komentarinya kalau Ukigumo, novel karya Futabatei Shinmei, memiliki efek yang sangat besar karena sejak novel ini, literatur Jepang berbelok menjadi fokus akan pengembangan karakter alih-alih plot atau narasi. Setidaknya lima puluh tahun setelah pengantarnya itu, analisisnya masih bisa terasa relevan sampai hari ini.

Ukigumo ditulis pada 1887 oleh Futabatei Shimei dan mengisahkan perjalanan pribadi Utsumi Bunzo dalam menjalani kehidupan pada pertengahan zaman Meiji. Novel yang endingnya nggak jelas ini ditulis pada saat riuh rendahnya pergerakan Genbunitchi (言文一致, bisa ditulis juga genbun itchi), gerakan yang memperjuangkan penyatuan antara bahasa tertulis dan bahasa lisan Jepang.

Sampai awal 1900-an, bahasa Jepang punya dua bentuk: bentuk lisan yang merupakan bahasa Jepang percakapan dan bentuk kanbun, bahasa Jepang yang ditulis ala teks bahasa Cina. Bayangkan betapa merepotkannya bahasa Jepang yang struktur dan format kalimatnya berbeda jauh namun ditulis seolah-olah dengan tulisan Cina? Mengingat sulitnya rakyat jelata memperoleh ilmu pengetahuan karena materi yang nyaris semuanya ditulis dengan kanbun, pada 1866 Maejima Hisoka, kepala Dirjen Pos Jepang pertama, mengeluarkan petisi agar Jepang meninggalkan huruf kanji dan tentu saja, kanbun.

Perdebatan panjang mengemuka dan banyak sastrawan pada masa itu menganggap mustahil genbunitchi, sampai pada 1887 Futabatei menerbitkan Ukigumo. Novel ini dianggap novel modern pertama Jepang selain karena novel ini ditulis dengan bahasa Jepang percakapan biasa (sesuai semangat genbunitchi), Ukigumo juga tidak menitikberatkan pada plot. Pendekatan realis Futabatei selanjutnya akan sangat memengaruhi corak susastra Jepang yang tidak terlalu mementingkan narasi namun lebih mementingkan pengembangan karakter. Selanjutnya sampai zaman Showa, novel-novel kenamaan Jepang (termasuk Yukiguni karangan Yasunari Kawabata pemenang Nobel itu), akan mengikuti jalan ini.

Kancolle sebagai sebuah permainan cardgame rilisan Kadokawa, memilih untuk tidak mengambil pendekatan yang muluk-muluk dan mengambil pendekatan realis, serta menitikberatkan pada pengembangan karakter. Tapi tunggu dulu, sebelum berbicara mengenai plot, mari ungkap ada apa di balik nyinyirnya orang terhadap plot Kancolle yang mengubah sejarah Jepang (dan Kancolle bukan yang kali pertama melakukannya, kok.)

Mimpi Jepang Menjadi Pelindung Umat Manusia

space-battleship-yamato
Space Battleship Yamato, simbol kejayaan Jepang masa lalu sebagai angan-angan dan harapan yang dianimasikan.

Pengetahuan tentang sejarah Jepang dalam anime sudah berbelok jauh sekali sejak anime Space Battleship Yamato ditayangkan pada 1977. Ketika orang-orang di Internet di satu sisi ramai-ramai menghujat Kancolle sebagai anime yang mampu merusak pengetahuan akan sejarah, di sisi lain ada pula yang punya argumen mirip-mirip kalau Kancolle berhasil meningkatkan rasa kemaniakan akan kapal-kapal perang Jepang (dalam bentuk yang lain.) Apakah benar?

Hiromi Mizuno pernah menganalisis simbol-simbol yang ada dalam Space Battleship Yamato dan Silent Service. Dalam Space Battleship Yamato, Yamato menjadi nama kapal yang dibangkitkan kembali dari dasar laut dan ditransformasikan menjadi kapal perang terbang (entah dari mana Jepang bisa memperoleh rasionalitas fisikanya,) membangkitkan sebuah rasa nostalgia dan kedigdayaan bangsa Jepang yang merdeka, tanpa tuntutan Pasal 9 Konstitusi Jepang 1946 yang melarang penggunaan kekuatan bersenjata sebagai cara menyelesaikan sengketa internasional.

Citra Jepang sebagai negara yang selalu berada dalam ancaman kepentingan asing digambarkan oleh Hiromi secara jelas dalam esainya. Misal, bagaimana seluruh tim Space Defence Force dalam anime Yamato seluruhnya adalah orang Jepang dan bagaimana musuh-musuh mereka seluruhnya memakai nama-nama asing. Anehnya, musuh di anime ini punya perumpamaan yang sangat condong pada karakteristik orang Jerman, termasuk sang Desler yang kalau diucapkan, terdengar seperti Hitler di telinga orang Jepang. Anehnya, tidak ada representasi Amerika Serikat sama sekali di sini, seolah-olah Jepang menjadi pelindung dunia, penyelamat umat manusia, dan tentu saja menulis ulang sejarahnya.

Simbol Jepang sebagai kekuatan yang ingin menjadi yang terkuat, penyelamat dunia, digambarkan dengan begitu gagah dan maskulin dalam Yamato. Seluruh karakternya kecuali dua orang, adalah pria. Tetapi anime Yamato tidak berbicara mengenai pribadi seseorang sebagaimana kita mengenal simbol Napoleon atau Hitler yang mewakili negaranya; sisi maskulin tersebut akan tercermin dalam eksekusi anime (di mana para kru kapal tersebut bertindak mewakili Jepang) dan alur cerita yang terasa “cowok bangets” dan tentunya menyiratkan mimpi Jepang untuk meraih posisi adidaya. Di sisi lain, anime ini punya sisi feminitas, sisi lembutnya sendiri yang mengharapkan kehidupan yang damai, tanpa perlu berperang.

Setelah membaca penjelasan tl;dr di atas, mari masuk ke bagian yang paling menyenangkan: bagian penerapannya. Hati-hati karena akan ada spoiler.

7 KOMENTAR

  1. Soal kenapa perempuan,sampeyan merumitkan,jd saya kasih jawaban simpelnya: semua kapal perang di dunia direfer sebagai perempuan (“her”,”she”),sesimpel itu.

    • Mungkin juga karena selama ini tidak ada yg bilang kapal, bahkan kendaraan lain, itu “ganteng”. Pasti disebut “cantik”.

    • Kalau alasannya sesimpel itu, bagaimana kita bisa menjelaskan fenomena seperti Sengoku Collection yang mengubah samurai-samurai cowok jadi karakter cewek? Sementara di sisi lain, ada juga produk garam mandi Kaiji no Yu yang justru menggambarkan kapal sebagai cowok ganteng.

  2. Boleh itu buat penelitian yang lebih jauh. Apalagi Jepang katanya mau membangkitkan kembali militernya kan?

    • Kalau melihat retorika Abe selama beberapa tahun ini sepertinya memang terlihat sangat ingin melepaskan Jepang dari status quo-nya….

  3. Soal kenapa laksamananya ga keliatan, kan animenya ini diangkat dari game
    Jadi diharapkan yang nonton ini adalah sebagian besar yang main gamenya yaitu laksmananya

    Dengan ga dikasih liat wajah laksamananya, para pemain diharapkan bisa tetep ngebayangin kalo dirinya tuh si laksamana

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.