BAGIKAN

islam

Manga de Dokuha: Koran: Sebuah komik yang berisi pengenalan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an kepada masyarakat Jepang

Pertumbuhan ekonomi dan penduduk negara-negara di Asia sangat pesat terutama Indonesia dan sekitarnya. Penganut muslim di ASEAN saat ini 40 persen. Hubungan Indonesia-Jepang sudah baik selama ini. Namun sudah waktunya Jepang lebih dekat lagi dengan Indonesia yang mayoritas penganut Islam dan negara muslim lainnya.

Advertisement Inline

“Jepang dalam kaitan globalisasi ini sudah waktunya dekat-dekat dengan kalangan muslim, terutama dengan Indonesia dan negara muslim lain seperti negara-negara di Timur Tengah dan sebagainya. Di ASEAN saja kalangan muslim sudah 40 persen, mayoritas terutama di Indonesia yang menjadi negara penganut agama Islam terbesar di dunia saat ini,” kata Shimoyama Shigeru (66), tokoh Islam Jepang, pengurus Masjid Tokyo Camii dan Turkish Culture Center kelahiran Perfektur Okayama, Jepang, ksebagaimana dilansir dari Tribunnews.

Shimoyama yang menjadi muslim dan tokoh Islam terkenal di Jepang sejak usia 27 tahun, melihat perlunya dan kepentingan Jepang yang besar terhadap Indonesia terutama terkait perekonomiannya.

shimoyama-shigeru-pengurus-masjid-tokyo-camii_20150507_142703

Shimoyama Shigeru pengurus Masjid Tokyo Camii dan Turkish Culture Center kelahiran Perfektur Okayama, Jepang. 

“Jangan sampai dekat-dekat Amerika yang dengan kekuatannya, termasuk kekuatan media baratnya malah membuat kabur (bias), membuat jelek nama Islam itu sendiri. Oleh karena itu sebaiknya Jepang ke depan malah dekat-dekat dengan sesama negara Asia terutama kalangan muslim, sehingga memiliki dukungan kuat di mata internasional dari segala arah nantinya,” katanya.

Masyarakat Jepang diakuinya memiliki agama. “Tetapi agama yang lemah, bukan agama kuat seperti Islam, Kristen dan sebagainya. Mereka tetap percaya di dalam hatinya akan adanya kekuatan yang sangat luar biasa seperti Tuhan kalau bagi kita pemilik agama,” kata Shigeru.

Lemahnya pemahaman agama orang Jepang terutama Islam juga karena Islam masuk ke Jepang justru dari jalur para pedagang Eropa.

“Selain itu kepercayaan orang Jepang pada Shinto dan terkait Kaisar sangat kuat, di mana dulu terpadukan dengan agama Budha. Itu sebabnya otera dan jinja banyak terdapat di Jepang, kuat di Kyoto dan Kamakura dengan pengaruh Shinto dan Budha yang kuat,” jelasnya.

Itu sebabnya agama di Jepang lebih banyak kepada Budha sedangkan penganut Islam masih sangat sedikit.

“Orang Jepang sampai kini masih banyak merasakan trauma atau ketakutan kepada Islam karena kekerasan yang dilakukan, misalnya pembunuhan warga Jepang oleh ISIS, peristiwa 911 yang meruntuhkan gedung perdagangan dunia di New York, sehingga Islam belum bisa diterima di Jepang,” ungkapnya.

Bahkan ada tempat di Fukuoka yang ingin dijadikan masjid, masyarakat setempat menolak keras karena takut nanti kalangan Islam berkumpul dan risiko kejahatan semakin tinggi. Tempat itu jadi tidak aman lagi.

“Itulah yang terjadi di Jepang saat ini, masih belum bisa diterima secara luas Islam di kalangan warga Jepang. Sedangkan label halal yang ada sekarang seolah seperti penipuan saja, hanya supaya barang jualannya bisa laris laku terjual di tengah lesunya perekonomian domestik Jepang saat ini,” jelasnya.

KAORI Newsline

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.