Assalamualaikum wr.wb, serta salam sukses dan luar biasa.

Tidak terasa, sudah tiga tahun KAORI berkarya. KAORI terus berubah, dari sebuah single-project-single-man-site menjadi sebuah organisasi dengan misi memajukan anime di Indonesia.

KAORI bukan komunitas biasa. Bukan komunitas yang ikut-arus, bukan komunitas loli, bukan komunitas game, bukan juga komunitas yang bahasannya dangkal, maupun kelewat tinggi (setinggi pantograf) sehingga tidak dapat dimengerti oleh banyak orang.

Advertisement Inline

Barangkali, KAORI itu sendiri harus mengadopsi struktur gedung yang bergoyang. Ia bergoyang, namun tidak roboh ketika terjadi gempa, tetapi mampu memertahankan dirinya.

Selama tiga tahun ini KAORI dihadapkan pada berbagai dinamika yang mengguncang KAORI, baik dari segi internal maupun segi eksternal. Masalah KAORI berkembang dari masalah KAORI klasik (yang menyoroti visi-misi KAORI yang dianggap aneh) menjadi masalah KAORI modern (ketika kini visi-misi internal KAORI itu sendiri sering tidak sejalan) dan masalah KAORI neoklasik (anggapan sarkastis dari pihak eksternal terhadap setiap tindakan KAORI yang terbilang unik).

Masalah KAORI modern ini menggoyang prinsip dasar KAORI. Apakah mungkin memuaskan semua orang? Jawabannya tidak mungkin. Ketika menghadapi orang yang berusaha menggoyang stabilitas KAORI, jawabannya satu: hilangkan. Tidak semua kebijakan KAORI memuaskan setiap orang, dan tidak semua pendapat harus didengarkan. Hal yang lebih penting adalah memastikan KAORI tetap melayani pengguna, sebagaimana seharusnya KAORI berfungsi.

Harus diakui selama setahun ini tidak ada gebrakan besar-besaran dari KAORI. Kurang kontroversial? Mungkin saja. Dengan berbagai masalah yang terus muncul dari waktu ke waktu, KAORI tetap senantiasa berusaha maju dan melangkah ke depan. Pengerjaan anime Nichijou telah membawa angin segar dalam upaya KAORI merakyatkan anime di Indonesia (ini bukan trollsub). Liputan dari bung saddam seputar perkembangan anime di Indonesia bagaikan oase di tengah tandusnya pengetahuan akan dinamika anime di Indonesia. Melalui beragam instrumen ini, KAORI terus bergerak untuk menjadi komunitas anime yang merakyat.

Hal ini bukan tanpa masalah. Terkadang tindakan yang dilakukan KAORI ini dipandang sebelah mata oleh sejumlah oknum yang merasa "ini aneh", "ini bodoh", dan "this is epic blasphemy". Kepada orang-orang seperti ini, mungkin saja "pintu ijtihad telah tertutup".

Di usianya yang ketiga, KAORI masih belum bisa mendekatkan diri dengan target pasar sesungguhnya. Mereka yang menggemari kebudayaan jejepangan secara umum sampai saat ini masih sulit untuk bergabung dan berinteraksi dengan KAORI. Paling terasa jika mempromosikan KAORI di acara jejepangan. Tentu ini menjadi PR besar bagi KAORI.

Jadi, apa yang bisa dilakukan KAORI di tahun yang ketiga? Tetap konsisten melakukan upaya mengenalkan anime di Indonesia, dan tetap memberi pelayanan berorientasi pengguna bagi para pengguna KAORI, dan tentu saja tetap mengacuhkan selentingan tidak jelas yang berpotensi mengganggu kinerja KAORI ke depan.

Apa inovasi selanjutnya yang bisa dilakukan KAORI untuk kemajuan anime di Indonesia? Mari melangkah bersama KAORI. Mengawali tahun keempatnya, KAORI harus terus bergerak di atas landasan idealnya untuk memajukan anime Indonesia, dan menjadi pembeda atas komunitas kebudayaan anime yang lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.