Charlie Charlie Challenge Menjadi Tren di Kalangan Anak SMP Jepang

0

news_20150608193438-thumb-645xauto-66744

Permainan memanggil setan yang sempat membuat geger dunia internet, Charlie Charlie Challenge, tidak hanya membuat penasaran internet dunia yang berbahasa Inggris. Berdasarkan kabar, permainan ini menjadi tren di Jepang, terutama di kalangan anak SMP.

Dimana J-cast menyebut Charlie Charlie Challenge sebagai ‘Kokkuri-san Edisi Modern’, Charlie Charlie Challenge adalah permainan memanggil setan yang cukup mudah untuk dilakukan, dengan menggunakan dua pensil dan kertas bertuliskan dua tulisan ‘Yes’ dan dua tulisan ‘No’. Dengan menyilangkan kedua pensil di tengah kertas dan mengatakan ‘Charlie, Charlie, are you there?’ (Charlie, apakah kau disana), maka pensil akan bergerak, dan pelaku permainan ini akan menghadapi kejadian-kejadian aneh.

Konon Charlie dalam permainan ini adalah hantu dari Meksiko dan merupakan legenda dari Meksiko, namun asosiasi budaya Meksiko konon telah mengatakan bahwa Charlie tidak ada kaitannya dengan legenda Meksiko. Pergerakan pensil tersebut sudah terbukti sebagai hasil dari nafas orang-orang yang memaikan permainan itu. Namun sudah banyak gereja di luar negeri yang mewanti-wanti orang-orang untuk tidak memanggil setan, bagaimanapun caranya. Bagaimana dengan Jepang?

J-cast juga mengabarkan, akibat kepopuleran game ini, anak-anak SMP sering berkumpul di sekolah untuk melakukan permainan ini dan membuat keributan. Nampaknya, menjadi tren khusus bagi murid-murid SMP dari segala daerah untuk ramai-ramai melakukan permainan ini di sekolah. Di daerah Yamanashi, meski belum diketahui apa ada kaitannya dengan Charlie Charlie Challenge, secara tiba-tiba banyak murid yang melakukan Kokkuri-san, permainan sejenis dari Jepang.

Para guru sudah berulang kali memperingatkan bahwa hal tersebut tidak pantas untuk lingkungan sekolah, bisa membuat anak-anak tidak tenang, bahkan mengganggu anak-anak di sekitarnya.

KAORI Newsline

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.