BAGIKAN
Sampul edisi khusus Indonesia Comic Con 2015

Galauman adalah salah satu seri komik terpanjang yang masih berjalan di majalah kompilasi komik Indonesia, re:ON. Dengan cerita dari Ockto Baringbing dan gambar oleh Ino Septian, seri ini pertama muncul di re:ON volume 2 di tahun 2013, dan hingga re:ON volume 17 yang dirilis November 2015 telah memasuki bab ke-16-nya. Baru-baru ini, dua belas bab pertama dari seri ini juga telah dikumpulkan dalam bentuk komik lepas/komik satuan, disertai dengan satu bab tambahan yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Edisi satuan dari Galauman tersebut juga tersedia dengan sampul edisi terbatas (limited edition) dalam perhelatan Indonesia Comic Con 2015.

Sampul edisi khusus Indonesia Comic Con 2015
Sampul edisi khusus Indonesia Comic Con 2015

Galauman mengisahkan Gabriel Laurent, seorang pemuda yang memperoleh kekuatan misterius untuk berubah menjadi superhero bernama Galauman saat merasa galau karena ditolak oleh cewek. Sebagai Galauman, Gabriel kemudian bertarung dengan berbagai musuh yang juga memperoleh kekuatan super dari perasaan galau.

Ditolak dan… berubah!

Sekilas, ide mengenai jagoan yang berubah hanya kalau ditolak oleh cewek terkesan sangat konyol. Kekuatan seperti itu jauh dari kesan keren dan mengagumkan seperti superhero lazimnya. Bahkan di dalam ceritanya sendiri, seorang reporter mengomentari Galauman kalau kekuatan galaunya itu menyedihkan. Tapi duet Ockto dan Ino mampu mengolah ide nyelenéh ini dengan cemerlang, menjadikannya sebuah seri komik yang solid dan menghibur.

Advertisement Inline

Pertama, dengan menjadikan galau sebagai sumber kekuatan super, Ockto mampu memasukkan ekspresi-ekspresi dan situasi galau dengan piawai ke dalam skenario komik yang jenaka, yang dapat terlihat dari celotehan-celotehan Gabriel dan musuh-musuhnya saat bertarung. Hal itu juga menjadikan komik ini mampu membahas renungan serius mengenai kegalauan secara ringan, dengan mengontraskan komitmen Gabriel untuk melindungi orang-orang yang lemah sekalipun melalui kehidupan cinta yang penuh kemalangan, dibandingkan dengan para penjahat yang melampiaskan kegalauan mereka terhadap orang-orang atau lingkungan yang mereka rasa telah mengecewakan mereka.

Pertarungan antara dua insan galau… penuh curcol kenangan masa lalu yang pedih…

Selain mengangkat tema galau yang familiar bagi pembaca muda, Ockto juga menunjukkan keahliannya memanfaatkan inspirasi dari kehidupan sehari-hari yang diamatinya melalui variasi kekuatan super yang muncul di komiknya. Musuh-musuh Galauman memiliki kekuatan yang berdasarkan aplikasi media sosial yang digunakan dengan smartphone. Misalnya, salah satu penjahat yang muncul memiliki kekuatan teleportasi dengan menggunakan aplikasi forskwer (pelesetan foursquare) di ponselnya, menjadikannya mampu berpindah secara sekejap ke tempat-tempat di mana dia pernah check in.

Teknologi media sosial seperti itu sudah menjadi bagian yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari penduduk urban saat ini. Tapi Ockto mampu melampaui orang-orang kebanyakan yang menerima teknologi tersebut sebagai hal biasa dengan menjadikannya inspirasi untuk kekuatan super dalam scenario dunia komiknya. Mampu menjadikan hal-hal yang sudah diperlakukan biasa oleh orang kebanyakan menjadi sesuatu yang luar biasa adalah perwujudan kreativitas yang menarik. Kalaupun ada yang kurang, paling hanya pelesetan-pelesetannya yang rada garing.

Galauman juga memiliki kekhasan melalui gaya gambar Ino. Dengan garis-garis yang enerjik, komposisi yang dinamis, ekspresi yang mencolok, dan cewek-cewek yang cakep, Ino menghasilkan komik yang terasa hidup, lengkap dengan adegan aksi yang liar dan penuh impact. Sebenarnya baru-baru ini Ino telah mengubah proses menggambar komik Galauman. Sebelumnya, dia menggambar komiknya seluruhnya dengan perangkat digital. Tapi sejak bab 14, Ino proses sketsa dan inking dilakukan secara manual sebelum memberikan toning dan memasukkan teks secara digital.

Semua bab yang sudah dimasukkan dalam edisi satuan adalah bab-bab yang masih dibuat dengan proses yang lama, kecuali bab tambahan yang baru dibuat. Bab tambahannya terasa terlihat lebih “raw” dan kasar dibandingkan bab-bab lainnya dalam edisi satuan ini. Penilaian mengenai perbedaan ini tentu bergantung pada preferensi masing-masing pembaca. Bagi sebagian pembaca, mungkin bab yang baru terasa seperti kurang dipoles dibandingkan bab-bab yang dikerjakan sepenuhnya secara digital. Tapi bagi sebagian yang lain, kesan yang lebih kasar itu bisa diapresiasi sebagai keunikan tersendiri.

Bab tambahan yang disertakan dalam edisi satuan adalah cerita sampingan yang berfokus pada cewek reporter yang terobsesi menyelidiki identitas rahasia Galauman. Bab ini tidak hanya lucu dan menghibur, ia juga membantu mengembangkan karakter sampingan ini lebih lanjut. Apakah kelak sang mbak reporter akan menjadi tokoh yang lebih penting, tidak hanya bagi ceritanya, tapi juga bagi kehidupan Gabriel? Waktulah yang akan mengungkapnya (mungkin).

Secara keseluruhan, Galauman adalah karya yang memikat karena ia secara jenaka mengangkat hal-hal yang familiar dalam kehidupan sehari-hari ke dalam skenario superhero, bersama dengan gaya gambarnya yang hidup dan khas. Galauman adalah salah satu kontribusi cemerlang ke dunia perkomikan Indonesia, yang mampu menghadirkan sesuatu yang dekat bagi pembaca komik kontemporer.

Galauman Volume 1 dapat diperoleh dengan harga Rp 25.000.

KAORI Newsline | oleh Halimun Muhammad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.